Presiden Filipina Sebut China Salah Artikan Pernyataannya tentang Taiwan

Marcos mengaitkan sikap China dengan propaganda.

Diterbitkan 11 Agustus 2025, 17:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Manila - Presiden Ferdinand Marcos Jr pada Senin (11/8/2025) menyatakan bahwa China telah salah menafsirkan pernyataannya soal konflik antara China dan Taiwan.

China menyebut Marcos "bermain api" setelah dia mengatakan bahwa Filipina tidak mungkin bisa tinggal diam jika konflik pecah mengingat kedekatannya dengan pulau yang diperintah secara demokratis tersebut.

"Kami, saya rasa demi tujuan propaganda, telah disalahartikan," kata Marcos dalam konferensi pers seperti dilansir CNA. "Saya agak heran mengapa hal itu dianggap sebagai bermain api."

Kedutaan Besar China di Manila belum menanggapi reaksi Marcos.

Marcos mengatakan warga Filipina yang bekerja dan tinggal di Taiwan harus dievakuasi jika konflik benar-benar terjadi, namun dia menegaskan ingin menghindari konfrontasi dan perang.

Menurut data pemerintah Filipina, lebih dari seratus ribu warga Filipina tinggal dan bekerja di Taiwan.

"Perang atas Taiwan akan menyeret Filipina ke dalam konflik, meski dengan terpaksa dan penuh penolakan. Itulah yang saya maksudkan," ujar Marcos.

Pernyataan Marcos muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Manila dan Beijing terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan.

Putusan Mahkamah Arbitrase Internasional pada 2016 membatalkan klaim sepihak China di kawasan tersebut, dengan menyatakan bahwa klaim itu tidak memiliki dasar dalam hukum internasional. Keputusan ini ditolak China.