Korea Selatan Diguyur Hujan Ekstrem, 4 Orang Tewas dan 1.382 Lainnya Mengungsi

Dalam waktu setengah hari saja, lebih dari 400 mm hujan mengguyur Seosan, kota di pesisir barat Korea Selatan yang terdampak paling parah. Badan meteorologi menyebut peristiwa ini sebagai kejadian yang hanya terjadi sekali dalam 100 tahun.

Diperbarui 18 Juli 2025, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul - Curah hujan tinggi selama dua hari terakhir di Korea Selatan menewaskan sedikitnya empat orang dan memaksa lebih dari 1.300 orang lainnya mengungsi. Demikian disampaikan para pejabat pada Kamis (17/7/2025).

"Satu orang tewas ketika mobilnya tertimbun tanah dan beton setelah tembok penahan jembatan layang runtuh di Osan, yang terletak di sebelah selatan Seoul, saat hujan lebat mengguyur pada Rabu (16/7)," ungkap Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan seperti dilansir AP.

Tiga orang lainnya ditemukan tewas secara terpisah pada Kamis, masing-masing di dalam mobil yang terendam, terseret arus banjir di sebuah sungai kecil, dan di ruang bawah tanah yang tergenang di wilayah selatan.

Para pejabat kementerian menyatakan bahwa mereka masih menyelidiki apakah kematian tersebut secara langsung disebabkan oleh hujan deras.

Hujan lebat juga telah memaksa 1.382 orang mengungsi, kata kementerian, seraya menambahkan bahwa 46 penerbangan telah dibatalkan.

Beberapa bagian di Provinsi Chungcheong Selatan, khususnya di wilayah selatan, menerima curah hujan hingga 420 milimeter sejak Rabu.