5 Juli 1975: Arthur Ashe Catat Sejarah, Juara Wimbledon Kulit Hitam Pertama di Nomor Tunggal Putra

Kemenangan ini cukup mengejutkan publik All England Club, meski Ashe sebelumnya sudah pernah merengkuh gelar AS Terbuka pada 1968.

Diterbitkan 05 Juli 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Arthur Ashe mencatat sejarah manis di Wimbledon dengan menjadi pria kulit hitam pertama yang menjuarai nomor tunggal turnamen tenis paling prestisius itu. Prestasi Ashe menyusul jejak Althea Gibson, petenis wanita asal New York yang lebih dulu menjadi wanita kulit hitam pertama meraih gelar Wimbledon pada 1958.

Dalam laga final yang berlangsung di Centre Court, Ashe tampil gemilang dan menundukkan juara bertahan Jimmy Connors dalam empat set, 6-1, 6-1, 5-7, 6-4. Seusai pertandingan, Ashe yang kala itu berusia 31 tahun mengaku tak ragu sedikit pun dengan peluangnya. "Saya selalu merasa akan menang karena saya bermain sangat baik dan sangat percaya diri," katanya.

Kemenangan ini cukup mengejutkan publik All England Club, meski Arthur Ashe sebelumnya sudah pernah merengkuh gelar AS Terbuka pada 1968. Berbeda dengan biasanya, Ashe tampak enggan mengulas panjang soal strategi permainannya, barangkali karena berharap bakal kembali bertemu Connors di lapangan pada kesempatan berikutnya.

Sementara itu, Connors yang baru berusia 22 tahun harus mengakui keunggulan lawannya, dikutip dari laman BBC, Sabtu (5/7/2025).

“Saya tidak menemukan celah sama sekali. Mau saya servis melebar atau dengan spin tinggi, dia selalu siap. Semua yang dilakukannya luar biasa — pengembalian pendek, panjang, servis, sampai voli,” ujar Connors.

Pertandingan dibuka dengan impresif oleh Ashe. Ia langsung memenangi servis pertamanya dan dengan cepat mematahkan servis Connors, menutup set pertama hanya dalam 19 menit. Set kedua pun melaju mulus untuk Ashe, yang kembali menang 6-1.

Ketegangan meningkat di set ketiga ketika Connors mulai bangkit. Dari tertinggal 3-1, ia membalik keadaan menjadi unggul 6-5 dan akhirnya merebut set tersebut. Teman sekaligus semifinalis Wimbledon, Ilie Nastase, terlihat gelisah menyaksikan jalannya laga dari tribun pemain, duduk bersama ibu Connors, Gloria, dan manajernya, Bill Riordan.

Namun Ashe tetap tenang. Ia kembali mematahkan servis Connors pada gim kesembilan di set keempat, yang menjadi momentum penentu. Pertandingan berakhir saat Ashe unggul 40-15 pada servisnya sendiri dan memastikan kemenangan lewat voli cantik, memanfaatkan pengembalian dua tangan Connors yang terlalu lemah.

Dengan trofi Wimbledon kini dalam genggaman, Arthur Ashe tidak hanya meraih kemenangan bagi dirinya sendiri, tapi juga membuka jalan lebih lebar bagi petenis kulit hitam di panggung dunia tenis.