Saat itu, Sabtu 13 April 2013, pukul 15.35 Wita, pendaratan pesawat Lion Air Boeing 737-800 rute Bandung-Bali gagal. Belum sampai menyentuh tanah, pesawat sudah jatuh terlebih dahulu ke laut. Untung saja, 101 penumpang dan 7 kru pesawat selamat, meski beberapa di antaranya mengalami cedera.
Kejadian ini langsung menyebar dan menjadi sorotan masyarakat. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Media News.com.au menyebutkan pengakuan warga negara Australia Ben Panangian dan 3 rekannya yang menolong para penumpang sesaat setelah pesawat 'mencium' air laut. Pengakuan serupa juga diutarakan warga negara Perancis, Jean Grandy yang menjadi penumpang pesawat nahas itu.
Soal penyebab jatuhnya Boeing 737-800 belum diketahui pasti. Dugaan sementara, seperti yang diungkapkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pesawat yang dipiloti M Gozali itu melakukan pendaratan undershoot atau pendaratan yang terlalu cepat.
Tapi Media Inggris BBC menyoroti fenomena windshear atau pesawat tertarik angin ke bawah, yang diduga kuat sebagai penyebab jatuhnya pesawat Lion Air.
Berikut uraian BBC yang dimuat pada 17 April 2013:
Biasanya pesawat jatuh atau kecelakaan karena masalah teknis atau kelalaian pilot. Tapi bisa juga disebabkan karena fenomena alam. Kejadian alam menjadi sorotan baru untuk Boeing 737-800 maskapai Lion Air yang jatuh di lepas pantai Bali pada 13 April, dengan posisi jatuh dekat dengan Bandara Ngurah Rai.
Sang pilot diketahui seorang yang berpengalaman dan berhasil menyelamatkan seluruh penumpang beserta kru. Tapi pilot tersebut sempat mengaku kepada Reuters bahwa saat mengalami masa-masa genting dan berjuang memegang kendali, pesawat berasa seperti diseret ke bawah oleh angin.
Apa yang diungkapkan sang pilot mengingatkan kembali akan fenomena windshear, suatu perubahan kecepatan arah angin secara mendadak yang membuat pesawat anjlok dari ketinggian. Hal ini biasanya disebabkan oleh badai angin yang kencang.
Ketika mendarat, pesawat biasanya dapat dikontrol agar dapat menempel tanah sesuai arah. Tapi perubahan mendadak dalam kecepatan dan arah angin dapat menyebabkan pesawat kehilangan kontrol, terutama selama lepas landas dan mendarat -- saat ketinggian pesawat semakin rendah ke tanah dan terjadinya pengurangan jarak antar pesawat dan tanah.
Seberapa besar kemungkinan bahwa fenomena windshear adalah penyebab kecelakaan Lion Air? Para pejabat dari National Transportation Safety Board atau Badan Nasional Keselamatan Transportasi AS, KNKT, dan BMKG tengah menyelidiki dan berharap dapat menemukan jawabannya bulan depan.
Untuk sementara, ditemukan bahwa pilot diketahui berpengalaman dan tidak mengonsumsi narkoba, dan pesawat Boeing 737 tak mengalami masalah teknis.
Meski demikian, dugaan adanya fenomena windshear dapat diperkuat oleh adanya fakta, yakni terjadinya badai dan hujan lebat selama beberapa menit usai pesawat jatuh.
Tapi fenomena windshear memang sangat mengerikan. Kondisi pesawat tertarik angin ini pernah terjadi sebelumnya mulai tahun 1964 hingga 1985 -- yang menyebabkan sekitar 26 pesawat sipil AS celaka dan menyebabkan korban tewas mencapai 500 orang dan korban luka 200 orang. Demikian yang dikatakan Badan Antariksa AS (NASA).
Insiden windshear paling terkenal juga melibatkan pesawat maskapai Delta Airlines Lockheed Tristar yang jatuh pada tahun 1985 dan menewaskan 134 penumpang dan awak.
Sejak itu, insiden windshear mulai berkurang setelah ditemukan teknologi FAA yang dikembangkan NASA untuk mengingatkan pilot akan datangnya windshear. Alat ini dapat mengingatkan pilot sekitar 10 sampai 40 detik sebelum diterpa windshear.
Tapi untuk saat ini, banyak yang belum diketahui soal windshear, masih misteri. Juga tidak diketahui apakah kecelakaan Lion Air disebabkan oleh windshear, apakah sistem peringatan windshear itu berfungsi pada pesawat dan mungkin pertanyaan terbesar untuk industri penerbangan: apakah windshear akan kembali menjadi perhatian serius?
Bukan windshear tapi downburst?
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara, Harry Bakti Gumay membantah Lion Air disebabkan karena adanya windshear.
"Windshear itu bisa dideteksi, ini berarti bukan windshear," katanya di Kementerian Perhubungan, Senin, 15 April 2013.
Dijelaskan dia, fenomena cuaca seperti windshear bisa dideteksi oleh alat yang dimiliki pesawat Boeing 737-800. Ia menduga apabila benar insiden jatuhnya pesawat Lion Air dikarenakan cuaca, maka disebabkan fenomena cuaca lain, bukan windshear.
"Bisa saja downburst (hentakan angin dari awan ke permukaan bumi), banyak sekali istilah cuaca. Tapi bukan windshear," katanya. (Riz)
Uraian Media Inggris: Lion Air Jatuh Karena Fenomena Windshear?
Media Inggris BBC menyoroti windshear atau fenomena pesawat tertarik angin ke bawah yang diduga kuat sebagai penyebab jatuhnya pesawat Lion Air.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/68072/original/lion-130418b.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
Pentas Bola Dunia 2026
- Cape Verde Bermimpi Jegal Messi dan Timnas Argentina di 32 Besar Piala Dunia 20262 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
- Tidak Takut! Swedia Justru Tertantang Jumpa Prancis di 32 Besar Piala Dunia 20262 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
- Panama vs Inggris: Seberapa Parah Cedera Jarrel Quansah?2 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
- Piala Dunia 2026: Jerman Harus Banyak Berbenah Kalau Tidak Mau Terhenti di Babak 32 Besar!2 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
- Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026, Ousmane Dembele Menolak Besar Kepala!3 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
- Panama vs Inggris: Harry Kane Bangga Bisa Pecah Rekor Lagi3 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
- Portugal vs Kolombia: Cristiano Ronaldo Main 90 Menit tapi Ompong, Martinez Beri Pembelaan!3 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
- Steve Clarke Mundur Dari Kursi Pelatih Skotlandia Usai Gagal Di Piala Dunia 20263 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
- Vozinha Antusias Hadapi Lionel Messi Usai Tanjung Verde Cetak Sejarah di Piala Dunia 20265 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
- Daftar Lengkap Tim yang Lolos 32 Besar Piala Dunia 20267 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
- Argentina Sempurna, Messi Kembali Cetak Gol; Austria–Aljazair Lolos Usai Imbang 3-37 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
- Lionel Messi Cetak Gol Lagi Argentina Sempurna, Austria dan Aljazair Juga Lolos7 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/78/original/039599500_1419767538-249391_232384803468881_2322717_n.jpg)
