Trump Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata

Trump menyebut sebuah drone Iran hantam dek atas kapal kargo milik tentara AS.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 12:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran melanggar nota kesepahaman gencatan senjata yang disepakati kedua negara pekan lalu. Trump mengklaim Teheran meluncurkan sedikitnya empat drone serang ke kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Melalui akun Truth Social pada Jumat, Trump mengatakan salah satu drone menghantam dek atas sebuah kapal kargo, dikutip dari laman Times of Israel, Minggu (28/6/2026).

"Salah satu drone mengenai dek atas sebuah kapal kargo besar dan sangat mahal. Kerusakan terjadi, tetapi kapal tersebut dapat melanjutkan perjalanannya," tulis Trump.

Ia juga mengklaim bahwa tiga drone lainnya berhasil ditembak jatuh.

"Jelas, ini adalah pelanggaran bodoh terhadap perjanjian gencatan senjata kita," ujar Trump. Namun, ia tidak menyebutkan apakah Amerika Serikat akan mengambil langkah lanjutan atas dugaan pelanggaran tersebut.

Dalam pidatonya di Washington, Trump mengakui Iran masih memiliki "beberapa" kemampuan militer setelah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Teheran. Meski demikian, ia menilai kemampuan tersebut sudah jauh berkurang.

Serangan drone itu terjadi setelah Iran menyampaikan kemarahannya terhadap pernyataan yang disebut sebagai sikap "intervensionis, tidak bertanggung jawab, dan provokatif" dari Amerika Serikat serta enam negara Teluk. Pernyataan tersebut berkaitan dengan penolakan terhadap sikap Iran yang menyatakan dapat mengenakan biaya tol bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan keamanan pelayaran di Selat Hormuz tidak dapat dijamin jika pengaturan yang diterapkan mengabaikan peran Iran sebagai negara pantai.

"Keamanan perjalanan melalui Selat Hormuz tidak dapat dijamin di bawah pengaturan yang ambigu, rute paralel, atau pengambilan keputusan yang tidak mempertimbangkan peran Iran sebagai negara pantai," tulis Gharibabadi melalui akun X.