Sukses

Orang Tua di Jepang Tuai Kecaman Usai Biarkan Anaknya di dalam Mobil demi Konten

Video tersebut segera menuai berbagai kritik dan kecaman yang mengkhawatirkan kondisi anak tersebut.

Liputan6.com, Tokyo - Pasangan suami istri asal Jepang yang cukup terkenal lewat saluran YouTube keluarga mereka mendapat kecaman setelah secara sengaja merekam putri mereka yang masih berusia dua tahun yang menangis di dalam mobil dan terkunci di dalamnya selama 30 menit, di tengah hari yang panas.

Saluran YouTube mereka bernama Rau-nano Family biasa mengunggah kehidupan sehari mereka dengan ketiga anaknya.

Dilansir Oddity Central, Senin (8/7/2024), pada akhir Mei lalu, mereka mengunggah video berjudul "Di bawah terik matahari… putri saya yang berusia 2 tahun terkunci di dalam mobil."

Judul tersebut jelas dibuat untuk menarik perhatian penontonnya. Namun alih-alih mendapat perhatian, video tersebut juga membuat mereka mendapat kritik dan kecaman.

Video tersebut menunjukkan sang ayah yang dengan santainya merekam putrinya yang berusia dua tahun, menangis selama sekitar 30 menit karena terkunci di dalam mobil mereka. Parahnya lagi, kejadian tersebut terjadi saat cuaca panas dan tidak ada jendela yang terbuka.

Menyadari anaknya terkunci di dalam mobil, orang tua itu tidak segera mencari bantuan namun justru merekam sambal berulang kali mengatakan, "Ini darurat! Nanoka (nama anak mereka) terkunci di dalam mobil. Mobilnya terkunci dan dia tidak bisa keluar."

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Terus Merekam

Meski anaknya terlihat ketakutan, berkeringat dan terus menangis, ayahnya justru terus merekamnya. Ia malahan mencoba memberi instruksi kepada anaknya yang masih balita itu.

Pakar perilaku anak menjelaskan bahwa instruksi ini hampir mustahil untuk dipahami oleh rata-rata anak berusia dua tahun, dan mengharapkan Nanoka untuk mengikutinya adalah hal yang bodoh.

Setelah merekam konten selama sekitar 30 menit, ayah itu baru menelepon tukang kunci yang akhirnya berhasil membuka pintu dari luar.

Mereka tetap memutuskan untuk mengunggah video tersebut, membuat berbagai komentar negatif terus mengalir.

"Apakah uang yang Anda peroleh dari mempertaruhkan nyawa anak Anda membuat Anda merasa baik?" tulis salah satu pengguna YouTube.

"Orang tuanya gila. Saya pernah menghadapi situasi serupa, dan pada saat itu, hati saya hancur dan saya sangat gugup hingga saya merasa seperti tidak hidup. Sungguh menakjubkan bahwa seseorang bisa tetap tenang untuk merekam ini di ponselnya," kata yang lain.

Video tersebut akhirnya dihapus. 

3 dari 3 halaman

Buat Video Permintaan Maaf

Menyusul berbagai komentar negatif, orang tua itu akhirnya mengunggah video permintaan maaf dan mengungkapkan penyesalan atas kejadian tersebut. Mereka menjelaskan bahwa mereka tidak bermaksud untuk menyakiti anak mereka dengan cara apapun. Mereka juga mengumumkan akan rehat sejenak dari YouTube untuk melakukan refleksi diri.

Namun belum lama ini, keluarga itu Kembali mengunggah video permintaan maaf lainnya, namun mengisyaratkan bahwa mereka akan melanjutkan proyek YouTube mereka.

"Saya sangat berterima kasih kepada mereka yang berbagi pendapat berbeda dengan kami tentang masalah ini, dan ini adalah kesempatan yang baik untuk mempertimbangkan kembali kekurangan saya sebagai orang tua… sebagai pribadi," kata ayah muda tersebut.

"Saya masih orang tua yang belum dewasa, jadi saya rasa saya akan menerima berbagai kritik mulai sekarang, tapi saya akan terus menanggapinya dengan serius. Sekali lagi, saya minta maaf karena menyebabkan kekecewaan dan kekhawatiran semua orang karena tindakan sembrono saya," lanjut dia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini