Sukses

Misteri Identitas Korban Pembunuhan Balita AS dalam Kotak Terungkap Setelah 6 Dekade

Liputan6.com, Philadelphia - 65 tahun lalu jasad seorang anak laki-laki yang babak belur ditemukan di dalam sebuah kotak di Philadelphia, AS. Namun saat itu hingga beberapa tahun setelah penemuan tersebut, identitasnya tak kunjung terungkap.

Hampir 66 tahun setelahnya, seperti diberitakan VOA Indonesia yang dikutip Sabtu (10/12/2022), kepolisian wilayah setempat akhirnya berhasil mengungkap misteri dalam kasus misterius terbesar di kota itu: identitas dari anak laki-laki tersebut.

Ketika mengungkapkan identitas anak laki-laki tersebut kepada publik pada Kamis 8 Desember waktu setempat, pihak berwenang berharap bahwa temuannya dapat membawa mereka selangkah lebih dekat untuk menemukan pembunuh dalam kasus itu dan memberikan penghormatan kepada korban, yang dikenal oleh warga Philadelphia sebagai "Boy in the Box" atau "Anak Laki-laki dalam Kotak."

"Ketika orang-orang berbicara mengenai kasus anak laki-laki dalam kotak, kesedihan mendalam lalu muncul bukan hanya karena seorang anak telah dibunuh namun identitas dan haknya untuk hidup telah direnggut," ujar Komisaris Kepolisian Philadelphia Danielle Outlaw dalam konferensi pers.

Nama dari anak laki-laki tersebut adalah Joseph Augustus Zarelli.

Pembunuhan tertua yang belum terpecahkan di kota itu telah “menghantui komunitas itu, departemen kepolisian Philadelphia, bangsa kita dan dunia,” tambah Outlaw.

Polisi mengatakan hasil kerja para detektif dan analisis DNA membantu mereka mengetahui nama Joseph. Investigasi pembunuhan itu akan tetap terbuka, dan pihak berwenang mengatakan mereka berharap dengan merilis namanya akan mendorong petunjuk baru.

Kedua orang tua Joseph sudah meninggal, tambah polisi, tetapi ia memiliki kerabat yang masih hidup.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Awal Temuan Jasad Bocah

Jasad anak laki-laki itu ditemukan dalam keadaan telanjang dan kondisi memar yang parah pada 25 Februari 1957 di kawasan hutan di Fox Chase Philadelphia. Anak laki-laki berusia empat tahun itu dibungkus dalam selimut dan ditempatkan dalam sebuah kotak buaian bayi berukuran besar buatan JC Penney.

Polisi sebelumnya mengatakan anak itu kekurangan gizi dan bahwa ia telah dipukuli sampai mati.

Foto anak laki-laki itu dipasang di berbagai poster yang ditempel di seluruh kota itu, sementara polisi berupaya keras mengidentifikasinya dan menangkap pembunuhnya.

 

3 dari 4 halaman

Polisi Telusuri Ratusan Petunjuk

Para detektif telah mengejar dan menelusuri ratusan petunjuk, antara lain bahwa ia adalah pengungsi asal Hungaria, atau anak laki-laki yang diculik di luar supermarket di Long Island tahun 1955, atau informasi berbagai anak hilang lainnya.

Mereka menyelidiki sepasang pekerja karnaval keliling dan sebuah keluarga yang menjalankan panti asuhan, tetapi tidak menetapkan mereka sebagai tersangka.

Seorang perempuan di Ohio pernah mengklaim dirinya sebagai ibu anak itu, dan bahwa ia membeli anak itu dari orang tua kandungnya pada tahun 1954, menahannya di ruang bawah tanah rumah mereka di pinggiran Philadelphia dan membunuhnya karena marah.

Pihak berwenang sempat menganggap klaim itu kredibel, tetapi tidak dapat memvalidasi ceritanya.

Sementara itu, identitas anak laki-laki itu terus membayangi polisi, yang dari generasi ke generasi terus berupaya memecahkan misteri itu.

 

4 dari 4 halaman

Tempat Pemakaman dan Hari Peringatan

Jasad anak malang yang semula dimakamkan di pemakaman orang miskin itu kini dikebumikan tepat di dalam gerbang depan Ivy Hill Cemetery, di bawah sebuah pohon cherry dengan sebuah batu nisan bertuliskan "Anak Amerika yang Tidak Dikenal."

Upacara kebaktian dilangsungkan di makamnya setiap tahun, pada hari peringatan penemuan anak laki-laki di dalam kardus tersebut.

Mengutip CBS News, polisi menawarkan hadiah $20.000 kepada siapa saja yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman tersangka.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS