Sukses

Sudah 97 Tahun, Mahathir Kalah Besar di Pemilu Malaysia 2022

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Karier politik Mahathir bin Mohammad tampak meredup di pemilu Malaysia 2022. Partai Pejuang yang dipimpin Mahathir kalah besar di pemilu. Tak ada satu pun kandidat Pejuang yang menang. 

Media Malaysia, The Star, menyebut hasil pemilu itu "disastrous" bagi Mahathir dan putranya, Datuk Seri Mukhriz Mahathir.

Mahathir juga gagal mempertahankan kursinya untuk mewakili Langkawi yang berada di Kedah. Nasib politik Mahathir sangat berbeda dari dua juniornya: Muhyiddin Yassin dan Anwar Ibrahim. 

Berdasarkan laporan Astro Awani, Selasa (22/11/2022), aliansi Perikatan Nasional yang dipimpin Muhyiddin berhasil mengamankan 73 kursi. Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar Ibrahim juga mendapat hasil fantastis, yakni 82 kursi. 

Muhyiddin Yassin masih melakukan manuver politik untuk berkoalisi dengan politisi lain agar mendapatkan angka mendapat total 112 kursi untuk mayoritas. Ia masih terus memposting kegiatan politiknya di Facebook.

Anwar Ibrahim juga tampak tenang, bahkan menyempatkan diri potong rambut usai pemilu. Foto saat potong rambut itu sebar di Facebook.

Hal berbeda terjadi di media sosial Dr. Mahathir bin Mohammad. Mahathir tampak tidak melakukan update sejak pemiu 19 November 2022. Padahal, ia biasanya rutin memposting sesuatu. 

Terakhir kali Mahathir memposting adalah tanggal 19 November 2022 ketika ia menampilkan foto di tempat pencoblosan. Hingga kini, tak ada update di Facebook atau Twitter resmi Mahathir. 

Pada 2022, Mahathir pernah dikhianati oleh Muhyiddin Yassin yang merupakan menterinya. Tahun ini, usia Mahathir sudah 97 tahun.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Anwar Ibrahim Minta Jangan Ada yang Pakai SARA

Calon Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta agar tidak ada perpecahan suku di negaranya. Ucapan itu diberikan usai ada retorika negatif terkait suku-suku setelah pemilu Malaysia 2022. 

Anwar Ibrahim yang unggul dalam pemilu meminta agar tidak ada lagi retorika yang bisa memecah kerukunan suku Melayu, suku China, suku India, maupun suku dari wilayah Sabah dan Sarawak.  

Lebih lanjut, politisi senior itu menyebut retorika itu dipanas-panasi oleh orang-orang yang kepentingannya terdesak di tengah pemilu. Retorika itu dinilai mengganggu upaya membangun pemerintahan.

"Saya bimbang melihat sentimen dan retorik perkauman yang terus diapikan oleh segelintir pihak yang terdesak dan berkepentingan terutamanya di saat penting seperti sekarang," ujar Anwar Ibrahim melalui Facebook resminya, dikutip Selasa (22/11).

Ia pun menegaskan agar pemilu tidak berakhir dengan kekacauan antar-suku, dan bahwa semua suku di Malaysia adalah bersaudara.

"Usaha dan ikhtiar dalam menubuhkan kerajaan yang bertanggungjawab dan stabil tidak seharusnya berakhir dengan kekacauan kerana kaum Melayu, China, India, Orang Asli, suku kaum Sabah dan Sarawak adalah bersaudara sebagai manusia dan rakyat Malaysia yang cintakan keamanan," tegas Anwar Ibrahim. 

Anwar lantas meminta agar pemimpin kepolisian Malaysia bersikap tegas agar retorika SARA tersebut tidak digunakan di perpolitikan Malaysia. 

Aliansi politik Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar Ibrahim berhasil unggul di pemilu Malaysia dengan 83 kursi di parlemen. Namun, ia belum pasti menjadi perdana menteri, sebab partainya belum meraih mayoritas. Muhyiddin Yassin pun masih terus membangun koalisi agar menjadi mayoritas.

3 dari 4 halaman

UMNO Kalah

Sebelumnya dilaporkan, hasil pemilu Malaysia tidak berhasil mendapatkan partai mayoritas di parlemen. Hal itu menyebabkan terjadinya "parlemen gantung" dan perdana menteri Malaysia belum bisa terpilih.

Mahathir Mohamad kalah di pemilu tersebut. Namun, mantan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin berpotensi kembali menjadi perdana menteri setelah berhasil meraih dukungan dari Sarawak dan Sabah.

Muhyiddin Yassin menjadi perdana menteri pada Maret 2020 hingga Agustus 2021. Ia kembali maju di pemilu Malaysia melalui koalisi Perikatan Nasional.

Berdasarkan laporan CNBC, Senin (21/11), Muhyiddin Yassin telah berhasil menarik tambahan koalisi dari Kalimantan, sehingga kursi yang ia raih menjadi 101. Angka itu mulai mendekati kursi mayoritas, yakni 112 kursi di parlemen.

Dukungan terbaru yang diraih Muhyiddin Yassin berasal dari Gabungan Parti Sarawak (GPS) dan Gabungan Rakyat Sabah (GRS). 

"Saya berkeyakinan bahwa saya akan memperoleh bilangan sokongan yang mencukupi dari para Dewan Rakyat untuk membolehkan saya dilantik oleh KDYMM Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong sebagai Perdana Menteri ke-10 sepertimana yang dikehendaki oleh Perlembagaan Persekutuan," ujar Muhyiddin Yassin dalam pernyataan resminya.

Sementara, Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob dan aliansi Barisan Nasional mengalami kekakalahan besar. Mereka hanya meraih 30 kursi. Koalisi Ismail dipimpin oleh United Malays National Organization (UMNO). 

Mahathir Mohamad yang berusia 97 masih maju di pemilu ini, namun ia mengalami kekalahan. Ini adalah kekalahan pertama Mahathir dalam 53 tahun terakhir.

4 dari 4 halaman

Pemilu 19 November

Warga Malaysia mulai memberikan suara pada Sabtu (19/11), setelah dua pekan kampanye gencar, di mana belum ada kepastian pemenang yang jelas dalam Pemilihan Umum ke-15. 

Meskipun hujan ringan, mengutip laporan Straits Times, antrean mulai terbentuk di beberapa tempat pemungutan suara secara nasional menjelang waktu pembukaan jam 08.00 pagi di Semenanjung Malaysia.

Gerbang di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Selangor dan Johor dibuka sekitar 15 menit lebih awal dari jadwal untuk memungkinkan pemilih tak kehujanan.

Sementara itu, tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 07.30 pagi di Sabah dan Sarawak.

Ahmad Faizal Azumu, kandidat Perikatan Nasional (PN) untuk bangsal semi-perkotaan Tambun di Perak tiba di pusat pemungutan suara sebelum jam 08.00 pagi. Dia menghabiskan beberapa waktu berbicara dengan para pemilih sebelum memberikan suaranya beberapa menit kemudian.

Faizal menghadapi Anwar Ibrahim dari Pakatan Harapan, menjadikan Tambun sebagai salah satu kursi terpanas di negara ini untuk diperebutkan.

Presiden Umno Zahid Hamidi bergabung dengan puluhan pemilih yang mengantre untuk memberikan suara pada pukul 08.15 pagi di Madrasah Sg Nipah di Bagan Datuk, Perak. Ia berjalan menuju TPS bersama puluhan pendukung, istri, dan juga anak perempuannya, yang juga mengantre untuk mencoblos.

Di Selangor, caretaker menteri perdagangan internasional Azmin Ali tiba di SK Klang Gate sekitar pukul 08.35 pagi, di mana dia akan memberikan suaranya untuk gedung parlemen Gombak.  

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.