Sukses

Kecam Rusia Kalah di Ukraina, Pejabat Kherson Utusan Putin Minta Menhan Bunuh Diri

Liputan6.com, Moskow - Seorang pejabat Kherson yang ditunjuk Kremlin mengecam Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia pada Kamis, 6 Oktober 2022, di tengah-tengah serangan balasan yang berhasil dilakukan Ukraina untuk merebut kembali wilayah yang telah dikuasai pada awal perang.

Kirill Stremousov, wakil kepala pemerintahan regional sipil-militer yang ditunjuk Rusia, mengatakan bahwa "para pemimpin militer yang tidak kompeten" harus disalahkan atas kekalahan pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin di wilayah tersebut.

Dikutip laman Newsweek, Jumat (7/10/2022), Stremousov mengklaim bahwa Menteri Pertahanan Sergei Shoigu harus menembak dirinya sendiri di tengah perang Putin yang menurun. Hal itu disampaikannya melalui sebuah video yang di-posting di saluran Telegram ketika memberikan update harian tentang situasi di Kherson.

"Banyak orang mengatakan bahwa Menteri Pertahanan, yang membiarkan keadaan ini terjadi, sebagai seorang perwira, seharusnya menembak dirinya sendiri," kata Stremousov.

"Tapi, Anda tahu, kata 'perwira' adalah kata yang tidak bisa dipahami oleh banyak orang." tambahnya.

Stremousov mengatakan Kementerian Pertahanan Rusia terdiri dari "menteri, jenderal dan perampok yang biasa-biasa saja dan korup."

Pernyataannya muncul saat pasukan Ukraina terus menekan serangan balasan mereka.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan dalam pidato video Kamis malam bahwa tiga permukiman lainnya telah dibebaskan di Kherson.

Dalam pidato videonya, Stremousov juga mengulangi pernyataan kementerian pertahanan Rusia bahwa pasukan Rusia terus mendesak mundur tentara Ukraina, serta mengatakan bahwa pasukan Rusia "berkumpul kembali" untuk menyelamatkan nyawa pasukan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Pertahanan Wilayah

Wilayah ini "menahan" serangan pasukan Ukraina yang "mencoba masuk ke Kherson," dan kemajuan Ukraina "telah dihentikan," tulis pejabat yang dilantik Kremlin itu dalam keterangan yang menyertai videonya.

"Kami ulangi sekali lagi bahwa terlepas dari kepanikan yang tersebar di media, di wilayah Kherson, Kementerian Pertahanan dan Garda Rusia berdiri sampai mati. Di wilayah Kherson, semuanya pada tahap ini tanpa perubahan dan kepanikan," sebutnya.

Kritik terhadap kepemimpinan militer Rusia telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, karena pasukan Putin didorong keluar dari semakin banyak pemukiman yang direbut selama awal perang.

Dua sekutu setia Putin, pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, dan Yevgeny Prigozhin, pendiri pasukan bayaran Rusia, Wagner Group, telah secara terbuka mengejek militer Putin di tengah keberhasilan serangan balasan Kyiv di selatan dan timur laut Ukraina.

 

3 dari 4 halaman

Kritik Terhadap Rusia

Kadyrov, menanggapi berita bahwa Ukraina telah membebaskan pusat pasokan utama timur Lyman, menyarankan minggu ini Rusia harus mempertimbangkan untuk menggunakan senjata nuklir taktis kecil di Ukraina sebagai tanggapan.

Pemimpin Chechnya juga secara terbuka mengkritik jenderal-jenderal tertinggi Rusia, termasuk Kolonel Jenderal Rusia, Oleksandr Lapin, dengan mengatakan bahwa seandainya dia bergantung padanya, dia akan menurunkan pangkat Lapin, mencabut penghargaannya, dan "mengirimnya ke garis depan dengan senapan mesin di tangannya untuk membersihkan rasa malunya dengan darah."

Prigozhin memuji Kadyrov atas pernyataannya dengan mengatakan, "Ramzan-kau orang hebat! Semua ini harus dikirim tanpa alas kaki ke garis depan dengan senjata otomatis."

4 dari 4 halaman

Vladimir Putin Resmi Caplok 15 Persen dari Wilayah Ukraina

Sebelumnya pencaplokan yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin tercatat di lebih dari 15 persen wilayah Ukraina hingga Rabu (5 Oktober).

Dalam perluasan terbesar wilayah tersebut, Putin menandatangani undang-undang yang mengakui Republik Rakyat Donetsk (DPR), Republik Rakyat Luhansk (LNR), wilayah Kherson dan wilayah Zaporizhzhia untuk Rusia.

"Presiden Vladimir Putin telah menandatangani empat undang-undang konstitusional federal tentang masuknya Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, Zaporizhzhia dan Kherson ke dalam Federasi Rusia," kata majelis rendah parlemen, dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (5/10/2022).

"Dia juga menandatangani undang-undang yang relevan tentang ratifikasi," kata Duma.

Rusia mengumumkan pencaplokan itu setelah mengadakan referendum di wilayah-wilayah pendudukan Ukraina. Pemerintah Barat dan Kiev mengatakan pemungutan suara itu melanggar hukum internasional dan bersifat memaksa dan tidak representatif.

Daerah yang dianeksasi tidak semuanya berada di bawah kendali pasukan Rusia yang memerangi pasukan Ukraina.

Lebih dari tujuh bulan dalam perang yang telah menewaskan puluhan ribu dan memicu konfrontasi terbesar dengan Barat sejak krisis Rudal Kuba 1962, namun tujuan paling dasar Rusia masih belum tercapai.

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Rusia ditarik dari wilayah timur dan selatan Ukraina lantaran berada di bawah tekanan berat dari serangan balasan Ukraina.

Jika ditambah dengan Krimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014, total klaim Putin mencapai lebih dari 22 persen wilayah Ukraina, meskipun batas pasti dari empat wilayah yang dicaploknya masih belum diklarifikasi.

Rusia yang mengakui perbatasan Ukraina pasca-Soviet dalam Memorandum Budapest 1994, tidak akan pernah mengembalikan wilayah itu, kata Putin pada Jumat di upacara penandatanganan perjanjian besar Kremlin yang membawa sebagian wilayah yang dikendalikan ke Rusia.

Parlemen Rusia mengatakan, orang yang tinggal di wilayah yang dicaplok akan diberikan paspor Rusia, Bank Sentral Rusia akan mengawasi stabilitas keuangan dan rubel Rusia akan menjadi mata uang resmi.

Selengkapnya di sini...

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.