Tambang Bitcoin Ilegal Dekat Moskow Terbongkar, Kerugian Tembus Rp 919 Juta

Otoritas Rusia membongkar tambang Bitcoin ilegal di dekat Moskow. Kerugian ditaksir lebih dari Rp 900 juta akibat penyalahgunaan listrik.

Diterbitkan 25 Juli 2026, 06:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas di wilayah Moskow, Rusia, membongkar sebuah tambang Bitcoin ilegal yang beroperasi di dekat kota Yegoryevsk. Fasilitas tersebut diduga dijalankan oleh seorang pria berusia 68 tahun dan menyebabkan gangguan pada jaringan listrik setempat akibat konsumsi energi yang sangat besar.

Menurut aparat penegak hukum, dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (25/7/2026), kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai lebih dari 4 juta rubel atau sekitar Rp 919 juta (estimasi kurs Rp 229 per rubel). Kasus ini kembali menyoroti maraknya aktivitas penambangan aset kripto tanpa izin yang membebani infrastruktur kelistrikan.

Lokasi tambang ditemukan di sebuah kawasan permukiman pedesaan. Di dalamnya, petugas menemukan lebih dari 30 mesin ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) yang digunakan untuk menambang Bitcoin dan beroperasi tanpa henti.

Selain mesin penambang, aparat juga menyita sejumlah barang bukti berupa router, laptop, telepon seluler, hingga perangkat pendingin yang digunakan untuk menjaga suhu mesin selama beroperasi.

Hasil penyelidikan menunjukkan aktivitas tersebut mengonsumsi listrik dalam jumlah besar tanpa pengaturan yang semestinya sehingga memicu ketidakstabilan pada jaringan listrik di wilayah tersebut.

 

Sebabkan Gangguan Pasokan Listrik

Setelah penggerebekan dilakukan, pemilik tambang ditahan dan kini menghadapi proses hukum. Penyidik telah membuka perkara pidana dengan dugaan penyalahgunaan sumber daya yang menyebabkan kerugian finansial. Selama proses penyidikan berlangsung, pengadilan memutuskan tersangka menjalani tahanan rumah.

Kasus ini mencerminkan tantangan yang dihadapi industri penambangan kripto di berbagai negara. Meningkatnya tarif listrik dan biaya operasional membuat sebagian pelaku memilih mengoperasikan tambang secara ilegal untuk menekan pengeluaran.

Dengan menghindari sambungan listrik resmi atau memanfaatkan jaringan rumah tangga, pelaku dapat mengurangi biaya. Namun, praktik tersebut justru meningkatkan risiko terhadap sistem kelistrikan.

Infrastruktur listrik di kawasan permukiman pada dasarnya tidak dirancang untuk menopang konsumsi energi berskala industri seperti penambangan Bitcoin. Akibatnya, beban listrik berlebih dapat menyebabkan gangguan pasokan, fluktuasi tegangan, bahkan merusak peralatan elektronik milik warga sekitar.

Selain itu, keuntungan dari aktivitas penambangan kripto juga semakin berfluktuasi seiring perubahan harga aset digital dan kenaikan biaya energi. Kondisi tersebut mendorong sebagian pelaku mengambil risiko dengan menjalankan operasi secara ilegal.

 

Inspeksi ke Permukiman

Terungkapnya tambang Bitcoin ilegal di dekat Moskow diperkirakan akan mendorong pemerintah Rusia memperketat pengawasan terhadap konsumsi listrik yang tidak wajar. Otoritas diperkirakan akan meningkatkan pemantauan jaringan listrik guna mendeteksi aktivitas penambangan tanpa izin.

Langkah tersebut berpotensi diikuti dengan inspeksi yang lebih ketat di kawasan permukiman, meningkatnya jumlah proses hukum terhadap pelaku penambangan ilegal, pengawasan lebih ketat terhadap sambungan listrik, serta upaya menekan aktivitas tambang kripto ilegal.

Di sisi lain, kebijakan tersebut diyakini dapat meningkatkan transparansi industri aset kripto. Namun, aturan yang semakin ketat juga berpotensi meningkatkan biaya kepatuhan bagi pelaku usaha, terutama penambang berskala kecil.

Dalam jangka panjang, industri penambangan kripto diperkirakan akan semakin terkonsolidasi. Perusahaan besar yang memiliki akses terhadap infrastruktur listrik resmi dan memenuhi ketentuan regulator diperkirakan memperoleh keuntungan lebih besar, sementara aktivitas penambangan ilegal diprediksi terus menurun seiring meningkatnya penegakan hukum.

  • liputan6
    Aset kripto digunakan sebagai investasi komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka.
    Kripto
  • liputan6
    Bitcoin seperti emas digital yang menawarkan dua pilihan yaitu sebagai alat investasi dan pembayaran.
    Bitcoin
  • Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang di dua benua, Eropa dan Asia, dengan sistem pemerintahan federal semi-presidensial.
    Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang di dua benua, Eropa dan Asia, dengan sistem pemerintahan federal semi-presidensial.
    Rusia
  • liputan6
    Listrik adalah daya atau kekuatan yang dapat digunakan untuk menghasilkan panas, cahaya, atau untuk menjalankan suatu mesin.
    Listrik
  • Tambang Bitcoin
  • Moscow