Sukses

Israel dan Lebanon Saling Serang Roket, Tensi Kedua Negara Kian Meningkat

Liputan6.com, Jakarta - Tentara Israel mengatakan telah menembakkan peluru artileri ke Lebanon setelah tembakan roket diluncurkan dari Lebanon ke Israel di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

"Tiga roket ditembakkan dari Lebanon ke wilayah Israel," kata militer dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, menambahkan bahwa satu roket gagal mencapai perbatasan. 

“Sebagai tanggapan … pasukan artileri menembak ke wilayah Lebanon.”

Media Israel Channel 12 melaporkan bahwa satu roket meledak di area terbuka dan yang lain dicegat oleh sistem pertahanan Israel, yang dikenal sebagai Iron Dome. Demikian mengutip Al Jazeera, Kamis (5/8/2021). 

Saksi di Lebanon juga melaporkan bahwa beberapa roket ditembakkan ke Israel.

Petugas medis di Israel membagikan gambar api unggun dan mengatakan mereka merawat empat orang yang menderita "gejala stres". Tidak segera jelas apakah Lebanon juga melaporkan adanya korban.

Sirene peringatan serangan roket terdengar di beberapa komunitas Israel, termasuk kota Kiryat Shmona, dekat perbatasan Lebanon.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Baku Tembak dan Serangan Roket

Militer Israel mengatakan tidak memberlakukan pembatasan pada warga sipil di wilayah utara.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan dia dan menteri pertahanan Benny Gantz telah "diberi pengarahan" tentang perkembangan situasi dan mengawasi tanggapannya.

Baku tembak terjadi beberapa hari setelah Israel bergabung dengan negara-negara lain dalam menuduh Iran berada di balik serangan pesawat tak berawak yang nyata terhadap sebuah kapal tanker yang terkait dengan Israel di lepas pantai Oman, yang menewaskan dua anggota awak, dan mengisyaratkan kemungkinan pembalasan.

Iran membantah tuduhan itu dan memperingatkan akan "menanggapi segala kemungkinan penyelidikan".

Pada 20 Juli, dua roket diluncurkan dari Lebanon ke Israel, tidak menyebabkan kerusakan atau cedera.

Insiden itu terjadi beberapa jam setelah seorang pejabat militer Suriah mengatakan Israel melakukan serangan udara di dekat kota Aleppo di Suriah utara.