Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Kepolisian

Pemerintah buka opsi pangkas anggaran pertahanan dan kepolisian jika fiskal tertekan. Langkah ini diambil demi efisiensi APBN dan atasi kemiskinan.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 11:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi untuk memotong anggaran pertahanan dan kepolisian. Langkah ini bisa saja diambil jika kondisi fiskal dan target defisit anggaran mengalami tekanan.

Namun demikian, Purbaya menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan untuk mengalihkan sebagian anggaran pertahanan dan kepolisian.

"Belum. Tapi begini, hitungan anggaran posnya besar. Kalau memang mungkin defisit kita terganggu ya kita pangkas," kata Purbaya usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dikutip Selasa (21/7/2026).

Purbaya menekankan bahwa kondisi tersebut belum akan terjadi dalam waktu dekat. Menurutnya, kondisi keuangan negara saat ini masih dalam kondisi aman.

"Tapi rasanya enggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup," tegasnya.

Penghematan Anggaran

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah akan menghemat anggaran guna menghilangkan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Apabila diperlukan, Presiden Prabowo siap memangkas anggaran pertahanan dan kepolisian.

"Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien, bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," kata Presiden Prabowo saat Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

Anggaran MBG Dipotong?

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan menemui pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), nanik S. Deyang, dalam waktu dekat. Dia membuka kemungkinan adanya penurunan anggaran program prioritas presiden tersebut.

Pertemuan itu akan membahas mengenai strategi pelaksanaan MBG pada 2026 usai evaluasi besar-besaran. Mengenai anggaran, Purbaya menyebutkan adanya kemungkinan penurunan. Meskipun demikian, dia tak bicara banyak soal ini.

"Saya mau ketemu Ketua MBG minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas akan ada penurunan," jelas Purbaya di Istana Kepresidenan.

Purbaya mengaku tak ada bahasan khusus mengenai anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan.

"Enggak, enggak. Tadi enggak bahas MBG, bahas kemajuan ekonomi sekarang, dan risiko apa yang kita hadapi ke depan serta strategi Presiden apa," kata Purbaya.

Anggaran MBG Turun

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk memangkas anggaran program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Anggaran yang semula dialokasikan sebesar Rp 335 triliun, kini disesuaikan menjadi Rp 268 triliun. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran MBG ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya tidak lain adalah untuk memastikan penggunaan keuangan negara berjalan lebih efektif dan efisien.

"Rp 268 triliun untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026). 

Menurut Purbaya, kebijakan penghematan ini sengaja dilakukan agar Badan Gizi Nasional (BGN), selaku instansi penyelenggara program, dapat bekerja lebih optimal. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui langkah pengetatan ini, manajemen internal program andalan pemerintah tersebut diharapkan bisa menjadi jauh lebih bersih, transparan, dan akuntabel.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6