Sukses

China Hadapi Pandemi dengan Suntik 1,4 Miliar Vaksin COVID-19, Kirim 500 Juta Dosis ke Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah negara mengalami lonjakan kasus COVID-19, bahkan kewalahan menghadapinya hingga berjatuhan korban. Perlu beragam upaya untuk meredam kenaikan infeksi virus tersebut, salah satunya dengan dilakukan vaksinasi.

Selain itu, bantuan asing pun dibutuhkan untuk menghadapi dampak lonjakan pasien terinfeksi COVID-19. Salah satu negara yang konsisten membantu adalah China.

"Sampai saat ini China telah memberikan bantuan lebih dari 2 miliar USD kepada negara berkembang yang dipengaruhi pandemi. Untuk mereka mengatasi pandemi, serta memberikan bantuan. Pemerintah Tiongkok memberikan bantuan barang kepada lebih dari 150 negara dan 13 organisasi internasional termasuk 280 miliar lebih masker, 3,4 miliar lebih alat pelindung diri (APD), serta 4 miliar lebih reagent pendeteksi," ujar Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Selain itu, papar Dubes Xiao Qian, "Tingkok sudah memberikan lebih dari 500 juta vaksin. Angka ini hampir sama 1/6 jumlah produksi vaksin di seluruh dunia."

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Xiao Qian juga mengatakan bahwa muai bulan ini vaksin COVID-19 produksi China dapat menyuplai vaksin kepada COVAX untuk digunakan dalam penangann pandemi di negara-negara berkembang.

"Didukung oleh pemerintah Tiongkok, perusahan vaksin Tiongkok telah mulai kerjasama produksi di berbagai negara, seperti di Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, Brasil dll," jelasnya.

ia juga mengatakan, produksi vaksin tersebut melampaui 200 juta dosis.

2 dari 3 halaman

China Telah Menyuntik 1,4 Miliar Vaksin COVID-19

Selain itu, Dubes Xiao Qian juga membeberkan bahwa upaya vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu tolak ukur yang membuat kondisi pandemi di negaranya terbilang kondusif.

"Untuk mengatasi perubahan situasi pandemi, pemerintah Tiongkok terutama mempercepat vaksinasi. Sampai dengan saat ini sekitar 1,4 miliar vaksin tiongkok telah disuntik. Sampai akhir Desember tahun ini, diperkirakan akan ada 70 persen dari populasi total warga Tiongkok akan divaksinasi," bebernya.

Dubes Xiao Qian juga mengatakan bahwa upaya kedua yang membuat kondisi pandemi China terkontrol, adalah pemerintahnya terus menyempurnakan penanganan COVID-19 di fase normal.

"Pemerintah menganjurkan rakyat untuk terus memakai masker, sering mencuci tangan, menjaga jarak aman serta dilaksanakan pengukuran suhu badan dan pemeriksaan petugas kesehatan di tempat umum," tuturnya.

Selain itu, kata Dubes Xiao Qian, pemerintah China juga sangat peduli dengan keamanan dan kesehatan warga negaranya di luar negeri.

"Pada Maret tahun ini, pemerintah Tiongkok meluncurkan program tunas musim semi atau spring sprout program, sampai sekarang sudah membantu lebih dari 1,7 juta warga negara Tiongkok di luar negeri, menerima vaksin Tiongkok maupun vaksin negara lain di 160 negara," paparnya lagi.

Menurutnya, dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini pemerintah China selalu mementingkan kerja sama internasional.

"Khususnya kerja sama vaksin. Setelah pandemi, pemerintah Tiongkok bekerja sama dengan WHO serta masyarakat internasional melawan pandemi dengan sikap terbuka, transparan, ilmiah dan bertanggung jawab," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Infografis Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Bepergian?