Speak Up Artinya: Pengertian, Contoh Kalimat, dan Pentingnya Berani Bersuara

Speak up artinya dalam bahasa Indonesia, pengertian sebagai phrasal verb, contoh kalimat lengkap, dan pentingnya berani bersuara.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 12:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Istilah speak up semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda yang aktif berkomunikasi di media sosial. Lalu, speak up artinya apa sebenarnya dalam bahasa Indonesia?

Secara sederhana, speak up merupakan ungkapan bahasa Inggris yang bermakna bersuara lebih keras atau menyatakan pendapat secara terbuka. Frasa ini tergolong phrasal verb yang sangat umum digunakan dalam berbagai konteks komunikasi, mulai dari ruang kelas hingga dunia kerja.

Memahami speak up artinya secara utuh tentu akan membantumu lebih percaya diri saat menggunakan ungkapan ini. Pemahaman yang tepat juga menghindarkan kesalahan penafsiran ketika membaca atau mendengarnya dalam konteks tertentu.

Dilansir dari Merriam-Webster, speak up memiliki dua arti utama, yakni berbicara dengan lantang dan jelas (to speak loudly and distinctly) serta menyatakan pendapat secara bebas (to express an opinion freely). Penggunaan pertama frasa ini tercatat sejak tahun 1681 dalam bahasa Inggris.

Pengertian Speak Up: Definisi dan Arti Lengkapnya

Untuk benar-benar memahami apa itu speak up, kita perlu menelusuri definisinya dari berbagai kamus terkemuka. Sebagaimana dikutip dari Cambridge Dictionary, speak up diartikan sebagai berbicara dengan suara yang lebih keras agar orang lain dapat mendengar. Selain itu, frasa ini juga bermakna mengungkapkan pendapat secara jelas dan bebas. Berikut rangkuman lengkap arti speak up berdasarkan berbagai kosakata bahasa Inggris yang baku:

  1. Berbicara lebih keras. Menurut Collins English Dictionary, arti pertama speak up adalah berbicara dengan suara lebih lantang agar bisa didengar oleh lawan bicara. Biasanya digunakan saat seseorang berbicara terlalu pelan dalam percakapan atau forum publik.
  2. Menyatakan pendapat secara terbuka. Mengacu pada Vocabulary.com, speak up juga berarti menyatakan pendapat secara terbuka tanpa rasa takut atau ragu-ragu (express one's opinion openly and without fear or hesitation).
  3. Menyuarakan dukungan terhadap seseorang atau sesuatu. Oxford Learner's Dictionary menambahkan bahwa speak up for somebody/something berarti mengatakan apa yang dipikirkan secara jelas dan bebas, terutama untuk mendukung atau membela seseorang.
  4. Berterus terang tentang masalah atau ketidakadilan. Dalam penjelasan Collins English Dictionary, jika seseorang speaks up, ia mengatakan sesuatu, terutama untuk membela seseorang atau memprotes sesuatu, alih-alih memilih diam.
  5. Menyampaikan kekhawatiran atau keberatan. Berdasarkan Dictionary.com, speak up juga bermakna menyatakan keyakinan, keberatan, dan pandangan secara berani dan tegas (to state one's beliefs, objections, etc, bravely and firmly).
  6. Mengangkat isu yang sulit dalam percakapan. Situs edukasi Plain English menjelaskan bahwa speak up berarti menyampaikan pendapat atau mengangkat isu yang sulit dalam percakapan, bukan memilih diam tentang sesuatu yang mengganjal pikiran.

Baca juga: 400 Kata Bahasa Inggris dan Artinya dalam Bahasa Indonesia untuk Penggunaan Sehari-hari

Speak Up sebagai Phrasal Verb dalam Bahasa Inggris

Dalam tata bahasa Inggris, speak up diklasifikasikan sebagai phrasal verb, yaitu gabungan antara kata kerja (verb) dengan partikel (adverb atau preposition) yang membentuk satu kesatuan makna baru. Frasa ini terdiri dari kata kerja speak (berbicara) dan partikel up yang mengubah maknanya secara idiomatis. Artinya, makna speak up tidak bisa ditebak hanya dari masing-masing kata penyusunnya, melainkan harus dipahami sebagai satu unit utuh. Hal ini serupa dengan phrasal verb lain seperti give up (menyerah) atau look after (menjaga), yang maknanya juga berbeda dari arti literal tiap katanya.

Merujuk Longman Dictionary of Contemporary English, speak up memiliki tiga penggunaan utama sebagai phrasal verb: pertama, digunakan untuk meminta seseorang berbicara lebih keras; kedua, untuk mengatakan sesuatu atau menyatakan pendapat; dan ketiga, dalam bentuk speak up for somebody, yakni berbicara untuk mendukung seseorang. Ketiganya bersifat intransitif, yang berarti tidak membutuhkan objek langsung setelahnya. Sebagai contoh, kalimat "Could you speak up, please?" tidak memerlukan objek tambahan karena makna frasa ini sudah lengkap dengan sendirinya.

Dari sisi pelafalan, speak up diucapkan /spiːk ʌp/ dalam aksen British dan /spiːk ʌp/ dalam aksen American. Cambridge Dictionary mengklasifikasikan frasa ini pada level B2 dalam Common European Framework of Reference (CEFR), yang berarti cocok untuk pelajar bahasa Inggris tingkat menengah ke atas. Perubahan bentuk speak up mengikuti konjugasi kata kerja speak yang tergolong irregular verb: speak (V1), spoke (V2), dan spoken (V3). Jadi, dalam bentuk lampau, kita mengatakan "She spoke up at the meeting" bukan "She speaked up."

Memahami speak up sebagai phrasal verb sangat penting karena penggunaan kata kerja jenis ini sangat umum dalam percakapan bahasa Inggris sehari-hari. Penutur asli lebih sering menggunakan phrasal verb dibandingkan kata kerja formal tunggal. Misalnya, mereka lebih memilih mengatakan "speak up" daripada "vocalize your opinion" karena terdengar lebih alami dan santai. Arti speak up pun bisa bergeser tergantung konteks kalimat, sehingga kamu perlu memperhatikan situasi pembicaraan untuk menentukan makna yang tepat.

Baca juga: 600++ Kata Kerja Bahasa Inggris V1 V2 V3 V-ing dan Artinya

Perbedaan Speak Up dan Speak Out yang Perlu Dipahami

Banyak pelajar bahasa Inggris yang masih bingung membedakan speak up dan speak out. Keduanya memang sering digunakan secara bergantian, namun ada perbedaan nuansa yang perlu diperhatikan.

Sebagaimana disampaikan Cambridge Dictionary dalam entri speak out/up, kedua frasa ini bisa bermakna menyampaikan pendapat di depan umum, terutama tentang subjek yang menimbulkan perasaan kuat. Berikut perbedaan utama antara keduanya:

  1. Konteks volume suara. Speak up memiliki makna tambahan yang tidak dimiliki speak out, yaitu meminta seseorang berbicara lebih keras. Ketika guru berkata, "Speak up, I can't hear you," artinya ia meminta murid mengeraskan suara, bukan menyuarakan pendapat.
  2. Nuansa formal dan informal. Speak out cenderung lebih formal dan sering dikaitkan dengan konteks publik atau politik, sementara speak up lebih fleksibel digunakan dalam situasi sehari-hari maupun resmi.
  3. Sifat protes atau advokasi. Speak out lebih sering dikaitkan dengan tindakan protes publik atau menyuarakan ketidakadilan secara luas, sementara speak up bisa merujuk pada tindakan sederhana seperti menyatakan pendapat di rapat atau kelas.
  4. Penggunaan speak up for. Longman Dictionary mencatat penggunaan speak up for somebody, yaitu berbicara untuk mendukung hak atau posisi seseorang. Struktur speak out for juga ada tetapi lebih jarang digunakan.
  5. Tingkat keberanian yang dibutuhkan. Speak out mengandung konotasi keberanian yang lebih besar karena biasanya dilakukan terhadap isu kontroversial di ruang publik, sedangkan speak up bisa sesederhana mengangkat tangan untuk bertanya.
  6. Keduanya bisa dipertukarkan. Dalam banyak konteks sehari-hari, keduanya memang bisa dipertukarkan tanpa mengubah makna inti. Pilihan penggunaan sering kali bergantung pada preferensi pribadi atau kebiasaan penutur.

Baca juga: Kata Kerja dalam Bahasa Inggris, Pahami Regular Verbs dan Irregular Verbs

Contoh Penggunaan Speak Up dalam Kalimat Sehari-hari

Setelah memahami speak up artinya secara mendalam, mengetahui contoh kalimatnya dalam berbagai situasi akan memperkuat pemahaman. Dictionary.com mencatat bahwa penggunaan speak up dalam arti berbicara lebih keras sudah ada sejak awal 1700-an. Berikut beberapa contoh kalimat yang bisa kamu pelajari dan praktikkan:

  1. Konteks meminta suara lebih keras:
    • "Could you please speak up? I can't hear you from the back." (Bisakah kamu berbicara lebih keras? Saya tidak bisa mendengarmu dari belakang.)
    • "You'll have to speak up a bit if you want everyone to hear you." (Kamu harus berbicara sedikit lebih keras jika ingin semua orang mendengarmu.)
  2. Konteks menyatakan pendapat:
    • "If you disagree with the proposal, don't be afraid to speak up." (Jika kamu tidak setuju dengan proposal itu, jangan takut untuk bersuara.)
    • "She decided to speak up about the injustice she witnessed." (Dia memutuskan untuk menyuarakan ketidakadilan yang dia saksikan.)
  3. Konteks mendukung orang lain:
    • "He is willing to speak up for the rights of women." (Dia bersedia menyuarakan hak-hak perempuan.)
    • "Many of his friends spoke up to defend him." (Banyak temannya yang bersuara untuk membelanya.)
  4. Konteks di lingkungan kerja:
    • "Consider speaking up in a meeting and stating a clear boundary with a co-worker." (Pertimbangkan untuk bersuara dalam rapat dan menyatakan batasan yang jelas kepada rekan kerja.)
    • "Employees should feel comfortable speaking up about safety concerns." (Karyawan harus merasa nyaman untuk menyuarakan kekhawatiran terkait keselamatan.)
  5. Konteks di lingkungan pendidikan:
    • "If you have any questions during the lecture, please speak up." (Jika ada pertanyaan selama kuliah, silakan angkat suara.)
    • "The teacher encouraged shy students to speak up more in class." (Guru mendorong siswa yang pemalu untuk lebih berani bersuara di kelas.)

Selain contoh di atas, kamu juga bisa memperkaya kosakata bahasa Inggris gaul dengan memahami sinonim speak up seperti speak out, pipe up, talk up, dan sound off. Masing-masing sinonim ini memiliki nuansa yang sedikit berbeda, sehingga mempelajarinya akan membuat kemampuan berbahasa Inggris-mu terasa lebih alami.

Baca juga: 1.000 Kata Kerja Bahasa Inggris, Panduan Lengkap untuk Pembelajar Bahasa

Pentingnya Speak Up dalam Kehidupan dan Dunia Kerja

Memahami speak up artinya saja tentu tidak cukup tanpa menyadari betapa pentingnya keberanian bersuara dalam kehidupan nyata. Dalam konteks sosial, speak up menjadi kunci untuk melawan ketidakadilan, menghentikan perundungan, dan memperjuangkan hak. Banyak kasus kekerasan, pelecehan, dan bullying yang terus berlangsung justru karena korban atau saksi tidak berani menyuarakan kebenaran. Di sinilah budaya speak up berperan sebagai fondasi masyarakat yang sehat dan berkeadilan, di mana setiap individu merasa aman untuk menyampaikan pendapat secara percaya diri.

Di dunia kerja, kemampuan speak up tidak hanya soal keberanian personal, tetapi juga menyangkut budaya organisasi secara keseluruhan. Profesor Amy C. Edmondson dari Harvard Business School menciptakan istilah team psychological safety pada tahun 1990-an untuk menggambarkan lingkungan kerja di mana keterbukaan diharapkan dan karyawan dapat bersuara tanpa takut akan pembalasan.

Edmondson, dikutip dari Harvard Business School Working Knowledge, menyatakan, "Ketidakpastian dan saling ketergantungan adalah atribut dari sebagian besar pekerjaan saat ini. Tanpa kemampuan untuk bersikap terbuka, meminta bantuan, dan berbagi kesalahan, kita tidak akan bisa menyelesaikan pekerjaan."

Katherine Bradshaw, Head of Communications Institute of Business Ethics, menekankan pentingnya menciptakan budaya perusahaan yang memungkinkan karyawan menyampaikan kekhawatiran tanpa rasa takut. Menurut pandangan tersebut, keterbukaan komunikasi menjadi salah satu elemen penting dalam membangun lingkungan bisnis yang etis.

Sejalan dengan pandangan ini, masalah dan kekhawatiran yang tidak ditangani dapat meningkat dan berdampak negatif pada lingkungan kerja, baik itu proyek yang keluar jalur, proses yang tidak efisien, maupun dinamika tim yang tidak berjalan baik. Bersuara sejak dini membantu mencegah masalah kecil menjadi tantangan besar dan berkontribusi pada lingkungan kerja yang lebih produktif dan suportif.

Benjamin Laker, dikutip dari Forbes, menjelaskan bahwa meskipun pemimpin berupaya menciptakan lingkungan kerja yang terbuka, karyawan tetap dapat melihat tindakan menyampaikan pendapat atau kekhawatiran sebagai sebuah pertimbangan risiko. Mereka sering mempertimbangkan kemungkinan dampak negatif, seperti perubahan cara pandang atasan atau penilaian terhadap diri mereka setelah berbicara.

Riset yang dipublikasikan Harvard Business Review terhadap 27.000 tenaga kesehatan selama pandemi menemukan bahwa merasa aman secara psikologis dapat mengurangi kelelahan dan pergantian karyawan secara signifikan, bahkan ketika sumber daya sangat terbatas.

Karyawan yang merasa aman untuk menyuarakan kekhawatiran juga terbukti lebih tangguh dan lebih cenderung bertahan di tempat kerja mereka. Budaya speak up yang sehat menjadi investasi jangka panjang bagi organisasi mana pun, bukan hanya soal kepatuhan tetapi juga fondasi inovasi dan kepercayaan diri seluruh tim.

Baca juga: Psikologi Orang yang Banyak Bicara, Ketahui Penyebab dan Cara Menghadapinya

Tak hanya di ranah profesional, kemampuan speak up juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari berani tampil di depan publik hingga menyampaikan ketidaksetujuan secara sopan dalam diskusi keluarga, semua membutuhkan keterampilan menyuarakan pikiran secara efektif.

Bersuara di lingkungan kerja maupun sosial merupakan alat yang ampuh untuk pertumbuhan personal dan profesional, di mana menemukan suara sendiri memungkinkan seseorang berkontribusi pada keberhasilan organisasi, membangun kepercayaan diri, dan memajukan karier. Dengan berlatih secara konsisten, siapa pun bisa mengembangkan keberanian untuk speak up kapan pun dibutuhkan, baik dalam konteks belajar bahasa Inggris maupun dalam situasi kehidupan nyata.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Speak Up

Apa perbedaan utama antara speak up dan speak out?

Perbedaan utama terletak pada cakupan penggunaannya. Speak up memiliki dua makna, yaitu meminta seseorang berbicara lebih keras dan menyatakan pendapat, sedangkan speak out hanya bermakna menyatakan pendapat, terutama dalam konteks publik atau politik. Dalam percakapan sehari-hari, keduanya sering dipertukarkan tanpa mengubah makna inti. Pilihan penggunaan biasanya tergantung pada preferensi personal dan tingkat formalitas situasi.

Bagaimana cara melatih keberanian untuk speak up?

Melatih keberanian untuk speak up bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyampaikan pendapat di forum diskusi kecil atau bertanya saat presentasi. Berlatih di depan cermin dan mempersiapkan poin-poin yang ingin disampaikan juga sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara. Kuncinya adalah memulai dari lingkungan yang aman dan terus meningkatkan intensitasnya secara bertahap.

Apakah speak up selalu bermakna positif?

Pada dasarnya, speak up bersifat netral dan maknanya bergantung pada konteks penggunaannya. Dalam konteks menyuarakan keadilan, membela yang lemah, atau memberikan masukan konstruktif, frasa ini jelas bermakna positif. Namun, cara penyampaian tetap perlu diperhatikan agar speak up dilakukan secara sopan, konstruktif, dan pada waktu yang tepat, sehingga pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh pendengar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6