Sukses

Kamala Harris Berencana Kunjungi Meksiko dan Guatemala Bahas Isu Migrasi

Liputan6.com, Washington D.C - Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris mengatakan pada Rabu (144) bahwa dia akan mengunjungi Meksiko dan Guatemala sebagai bagian dari rencananya untuk menggunakan upaya diplomatik dalam memperlambat migrasi ke perbatasan AS-Meksiko.

Presiden AS Joe Biden, yang telah menjauh dari pendekatan imigrasi pendahulunya, Donald Trump, menugaskan Harris untuk memimpin upaya AS dengan Meksiko dan negara-negara Segitiga Utara Amerika Tengah - Honduras, El Salvador dan Guatemala - untuk menghentikan para migran menyeberang ke AS.

Harris berbicara kepada wartawan saat berpartisipasi dalam meja bundar virtual dengan para ahli yang menawarkan rekomendasi tentang wilayah tersebut, dengan fokus pada penyebab inti migrasi di kawasan Segitiga Utara.

"Fokus kami adalah menangani akar permasalahan, dan saya menanti untuk melakukan perjalanan, semoga sebagai perjalanan pertama saya, ke Segitiga Utara, singgah di Meksiko dan kemudian pergi ke Guatemala," kata Harris, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (15/4/2021).

Para peserta dalam pertemuan virtual tersebut termasuk Nancy McEldowney, penasihat keamanan nasional Harris; Andrew Selee, presiden think tank Institut Kebijakan Migrasi AS; dan Lisa Haugaard, wakil direktur kelompok advokasi nirlaba Amerika Latin, Working Group.

Sementara itu, Presiden Guatemala Alejandro Giammattei mengatakan bahwa pemerintahnya kemungkinan akan mencapai kesepakatan mengenai migrasi dengan Harris selama kunjungannya yang direncanakan ke negara itu.

"(Pemerintah AS) akan menganalisis proposal kami dan kesepakatan akan datang dari sana," kata Giammattei dalam sebuah pernyataan.

Namun, tanggal pertemuan itu belum ditentukan.

AS pada Maret 2021 melihat anak-anak tanpa pendamping yang banyak mencoba untuk melintasi perbatasan sejak pencatatan dimulai pada tahun 2010.

2 dari 4 halaman

Lebih dari 172.000 Migran Ditangkap di Perbatasan AS-Meksiko Pada Maret 2021

Secara keseluruhan, ada lebih dari 172.000 migran ditangkap di perbatasan AS-Meksiko pada Maret 2021, menurut seorang pejabat administrasi.

Dari jumlah tersebut, sekitar 168.000 dijemput oleh agen patroli perbatasan antar pelabuhan - penghitungan bulanan tertinggi sejak Maret 2001.

AS harus mencari cara bagaimana mewujudkan pembangunan ekonomi di negara-negara Segitiga Utara untuk mengekang imigrasi, kata Harris.

"Sebagian besar masyarakat di kawasan itu tidak ingin mengungsi tetapi banyak yang melakukannya karena tidak ada peluang untuk memenuhi kebutuhan mereka," tambah Harris.

Anggota parlemen Republik di Washington mempertanyakan mengapa Harris berencana mengunjungi Meksiko dan Guatemala ketika dia belum mengunjungi perbatasan selatan AS.

"Sudah 3 minggu sejak Presiden Biden menunjuk VP Harris untuk mengawasi perbatasan," kata pemimpin Partai Republik, Kevin McCarthy di Twitter.

"Sejak itu, krisis terus berlanjut di luar kendali," sebutnya.

Sementara pada sidang kongres, Ricardo Zuniga, utusan khusus AS untuk Amerika Tengah, mengatakan bahwa peningkatan kedatangan migran baru-baru ini adalah bagian dari "pola berulang" yang didorong oleh kejahatan dan kondisi ekonomi yang buruk di Segitiga Utara.

Zuniga mengungkapkan, pemerintahan Biden sedang bekerja untuk membantu badan-badan kesejahteraan sosial di wilayah itu untuk mengidentifikasi anak-anak tanpa pendamping yang bepergian dengan karavan menuju AS, dan kelompok lain untuk menghentikan mereka melakukan "perjalanan berbahaya" ke utara.

3 dari 4 halaman

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah COVID-19

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: