Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan tentang negara pertama yang merdeka di dunia terkadang terbesit di benak banyak orang. Namun, pertanyaan tersebut tidak memiliki satu jawaban tunggal karena sangat bergantung pada perspektif dan definisi yang digunakan. San Marino sering dianggap sebagai negara merdeka pertama karena mengklaim berdiri sejak tahun 301 Masehi dan telah mempertahankan kemerdekaannya sejak saat itu.
Amerika Serikat mendeklarasikan kemerdekaannya dari Britania Raya pada 4 Juli 1776, sehingga menjadi negara merdeka pertama yang diakui secara internasional di benua Amerika sekaligus entitas kolonial Eropa pertama yang memisahkan diri dari negara induknya. Sementara itu, Haiti muncul sebagai republik kulit hitam merdeka pertama dan negara merdeka pertama di Amerika Latin ketika mendeklarasikan kemerdekaan pada 1 Januari 1804.
Mengacu pada Encyclopedia Britannica, San Marino merupakan negara pertama yang merdeka dalam konteks republik berkelanjutan yang masih bertahan hingga hari ini. Republik San Marino menelusuri asal-usulnya ke awal abad ke-4 Masehi, ketika menurut tradisi, Santo Marinus dan sekelompok umat Kristen menetap di sana untuk menghindari penganiayaan. Topik negara pertama yang merdeka ini menjadi pembahasan menarik dalam studi sejarah dunia karena menyangkut perjuangan, revolusi, dan diplomasi yang membentuk peta politik global modern.
Advertisement
Apa yang Dimaksud dengan Negara Pertama yang Merdeka?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8517805/original/023772300_1782443845-Penjajahan.jpg)
Konsep negara pertama yang merdeka memiliki makna berbeda tergantung kerangka sejarah yang digunakan. Dalam konteks paling luas, istilah ini merujuk pada entitas politik yang pertama kali menyatakan kedaulatan penuh atas wilayah dan rakyatnya tanpa intervensi kekuatan asing. Menentukan usia suatu negara memang rumit karena bisa didefinisikan melalui berbagai tonggak sejarah seperti kemerdekaan, penaklukan, atau pembentukan pemerintahan.
Ukuran yang paling jelas adalah tanggal konstitusi nasional, tetapi karena konstitusi merupakan konsep yang hampir seluruhnya modern, semua tanggal pembentukan berdasarkan kriteria tersebut bersifat modern atau awal modern — konstitusi tertua yang masih berlaku adalah milik San Marino yang berasal dari tahun 1600. Oleh karena itu, para sejarawan biasanya membedakan beberapa kategori ketika membahas negara pertama yang merdeka di dunia.
Dilansir dari Wikipedia, sekitar 60 negara memperoleh kemerdekaan dari Britania Raya sepanjang sejarah — jumlah terbanyak di dunia — diikuti oleh sekitar 40 negara yang memperoleh kemerdekaan dari Prancis. Angka ini menunjukkan bahwa kemerdekaan suatu bangsa seringkali lahir dari proses dekolonisasi yang panjang.
Berikut adalah tiga kategori utama negara pertama yang merdeka berdasarkan perspektif yang berbeda:
- Negara berdaulat tertua yang masih bertahan — San Marino (didirikan 301 Masehi), yang menjadikannya republik berkelanjutan tertua di dunia.
- Negara pertama yang merdeka dari kekuasaan kolonial Eropa — Amerika Serikat (merdeka 4 Juli 1776 dari Britania Raya).
- Negara merdeka pertama yang dipimpin oleh kaum kulit hitam — Haiti (merdeka 1 Januari 1804 dari Prancis melalui revolusi budak).
- Negara pertama merdeka di Amerika Latin — Haiti (1804), diikuti oleh Kolombia dan negara-negara Amerika Selatan lainnya.
- Negara pertama merdeka di Afrika Sub-Sahara dari kolonialisme Eropa — Ghana (merdeka 6 Maret 1957 dari Britania Raya).
- Negara Afrika yang tidak pernah dijajah — Ethiopia, yang berhasil mempertahankan kedaulatannya sepanjang era Perebutan Afrika (Scramble for Africa).
Baca juga: 8 Negara Pertama yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia dan Syarat Negara Berdaulat
Advertisement
San Marino: Republik Merdeka Tertua di Dunia Sejak 301 Masehi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262738/original/083228500_1781845250-lorenzo-castagnone-S1JVabNkXP0-unsplash.jpg)
San Marino, sebuah negara mikro yang terletak di puncak Gunung Titano, memegang status sebagai republik tertua yang masih bertahan di dunia. Kemerdekaan dan sejarah uniknya membentang lebih dari 17 abad. Kisah San Marino dimulai pada tahun 301 Masehi dengan Santo Marinus, seorang tukang batu yang melarikan diri dari penganiayaan agama pada masa pemerintahan Kaisar Romawi Diokletianus. Berasal dari Dalmatia (Kroasia modern), Marinus mencari perlindungan di lereng terjal Monte Titano yang menjadi benteng alam. Di sana, ia mendirikan komunitas Kristen kecil yang didasarkan pada prinsip kerja keras, iman, dan saling mendukung.
Mengutip situs resmi Visit San Marino, pada tahun 1243, dua konsul pertama — Kapten dan Rektor — diangkat, dan sejak saat itu hingga hari ini mereka bergantian setiap enam bulan dalam jabatan tertinggi negara yang disebut Kapten Regent atau Kepala Negara. Sistem pemerintahan ini menjadikan San Marino sebagai contoh unik arti kemerdekaan yang sesungguhnya dalam bentuk pemerintahan mandiri.
Sepanjang sejarahnya, negara pertama yang merdeka ini menghadapi berbagai ancaman terhadap kedaulatannya. San Marino berhasil memukul mundur beberapa upaya penaklukan, terutama pada tahun 1503 ketika Cesare Borgia sempat menduduki republik tersebut, namun melalui intervensi para diplomat, San Marino segera memperoleh kembali kedaulatannya. Ketika Napoleon menginvasi Italia, ia justru menghormati kemerdekaan republik tersebut dan bahkan menawarkan perluasan wilayah pada tahun 1797, sementara Kongres Wina pada 1815 juga mengakui status kemerdekaannya.
Abraham Lincoln, Presiden ke-16 Amerika Serikat, dikutip dari History of San Marino (Wikipedia) menyatakan, "Pemerintahan yang didirikan di atas prinsip-prinsip republik mampu dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi aman dan abadi."
Sebagaimana dikutip dari Britannica, San Marino adalah republik kecil tanpa akses laut yang terletak di lereng Gunung Titano, di sisi Adriatik Italia tengah, dan merupakan negara merdeka terkecil di Eropa setelah Kota Vatikan dan Monako. Statuta 1600 adalah konstitusi modern San Marino dan merupakan dokumen aktif tertua di dunia sejenisnya, yang memperkuat kerangka hukum negara serta hak-hak warganya dengan berlandaskan warisan kebebasan dan kemerdekaan.
Baca juga: 10 Negara Tertua di Dunia, Ternyata Salah Satunya Ada di Asia
Amerika Serikat: Negara Pertama yang Merdeka dari Kekuasaan Kolonial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4039103/original/033784900_1654010300-Bendera_AS.jpg)
Dalam konteks dekolonisasi, negara pertama yang merdeka dari kekuasaan kolonial Eropa adalah Amerika Serikat. Dengan mengeluarkan Deklarasi Kemerdekaan yang diadopsi oleh Kongres Kontinental pada 4 Juli 1776, 13 koloni Amerika memutuskan hubungan politiknya dengan Britania Raya. Deklarasi tersebut merangkum motivasi para kolonis dalam mencari kemerdekaan, dan dengan mendeklarasikan diri sebagai negara merdeka, mereka berhasil mengonfirmasi aliansi resmi dengan Pemerintah Prancis serta memperoleh bantuan Prancis dalam perang melawan Britania Raya.
Berdasarkan data dari Office of the Historian, Departemen Luar Negeri AS, proses menuju kemerdekaan ini tidak terjadi dalam waktu singkat. Sepanjang tahun 1760-an dan awal 1770-an, para kolonis Amerika Utara semakin berselisih dengan kebijakan imperial Britania terkait perpajakan dan kebijakan perbatasan, dan ketika protes berulang gagal memengaruhi kebijakan Inggris, pemerintah kolonial mengirim delegasi ke Kongres Kontinental.
Britania Raya secara resmi mengakui kemerdekaan Amerika pada 1783 setelah kekalahannya dalam Perang Revolusi Amerika, dan kemenangan AS kemudian menginspirasi gerakan kemerdekaan di bagian lain benua Amerika. Keberhasilan revolusi Amerika menjadi katalis bagi gelombang dekolonisasi yang menyusul di Amerika Latin dan Karibia.
Merujuk pada American Battlefield Trust, John Adams, salah satu tokoh pendiri Amerika Serikat, dikutip dari American Battlefield Trust menulis kepada istrinya Abigail, "Hari kedua Juli 1776 akan menjadi era paling berkesan dalam sejarah Amerika."
Advertisement
Haiti: Negara Merdeka Pertama yang Lahir dari Revolusi Budak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4326719/original/096330900_1676550641-WhatsApp_Image_2023-02-16_at_19.28.12.jpeg)
Haiti menempati posisi unik dalam sejarah kemerdekaan dunia. Haiti adalah negara merdeka pertama di Amerika Latin, negara pasca-kolonial pertama yang dipimpin oleh kaum kulit hitam di dunia, dan satu-satunya negara yang kemerdekaannya diperoleh melalui pemberontakan budak yang berhasil. Pencapaian ini menjadikan Haiti salah satu negara pertama yang merdeka dengan cara yang paling dramatis dalam catatan sejarah dunia.
Sebagaimana dilaporkan Wikipedia dalam artikelnya tentang Revolusi Haiti, Revolusi Haiti merupakan pemberontakan oleh orang-orang Afrika yang diperbudak terhadap kekuasaan kolonial Prancis di Saint-Domingue (kini Haiti), dan revolusi ini adalah salah satu dari sedikit pemberontakan budak yang berhasil melahirkan sebuah negara yang bebas dari perbudakan dan diperintah oleh mantan tawanan.
Pada 1 Januari 1804, dari kota Gonaïves, Dessalines secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan bekas koloni tersebut dan menamainya "Haiti" sesuai nama asli penduduk Arawak. Peristiwa ini mengguncang tatanan dunia yang saat itu masih didominasi oleh perbudakan dan kolonialisme Eropa. Sebagai negara kulit hitam merdeka pertama dengan kisah revolusi budak yang berhasil, Haiti menjadi secercah harapan bagi warga Afrika-Amerika di Amerika Serikat selama abad ke-19.
Frederick Douglass, mantan budak yang menjadi Menteri AS untuk Haiti (1889-1891), dikutip dari Zinn Education Project menyatakan, "Subjek saya adalah Haiti, Republik Kulit Hitam; satu-satunya Republik Kulit Hitam yang diciptakan sendiri di dunia."
Baca juga: Contoh Pidato Kemerdekaan Penuh Semangat Nasionalisme
Daftar Negara Pertama yang Merdeka di Setiap Benua
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4308649/original/028771900_1675149187-Untitled_design.jpg)
Gelombang kemerdekaan yang dimulai dari Amerika Serikat pada 1776 kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Setiap benua memiliki negara pertama yang merdeka dengan latar belakang perjuangan yang berbeda-beda. Berikut adalah daftar negara pertama yang merdeka di setiap benua berdasarkan catatan sejarah dunia.
Mengacu pada CIA World Factbook dan Timeline of National Independence (Wikipedia), berikut adalah negara-negara pelopor kemerdekaan di masing-masing kawasan:
- Benua Amerika — Amerika Serikat mendeklarasikan kemerdekaannya dari Britania Raya pada 4 Juli 1776, menjadi negara merdeka pertama yang diakui secara internasional di benua Amerika. Kemerdekaannya kemudian menginspirasi gerakan perlawanan serupa di kawasan Karibia dan Amerika Selatan.
- Benua Afrika (Sub-Sahara dari kolonialisme Eropa) — Ghana menjadi koloni Eropa pertama di Afrika Sub-Sahara yang memperoleh kemerdekaan pada 6 Maret 1957 dari Britania Raya. Kwame Nkrumah, Perdana Menteri pertama Ghana, dikutip dari Britannica menyatakan, "Kemerdekaan kita tidak bermakna kecuali terhubung dengan pembebasan total benua Afrika."
- Asia Tenggara — Filipina mendeklarasikan kemerdekaannya dari Spanyol pada 12 Juni 1898, menjadikannya negara pertama yang merdeka di kawasan ini, meskipun kedaulatan penuh baru tercapai pada 1946 dari Amerika Serikat.
- Asia Selatan — India dan Pakistan memperoleh kemerdekaan dari Britania Raya secara bersamaan pada Agustus 1947.
- Oseania — Samoa menjadi negara pertama yang merdeka di kawasan Pasifik dari Selandia Baru pada 1 Januari 1962.
- Eropa (dari Kekaisaran Ottoman) — Yunani mendeklarasikan kemerdekaan dari Kesultanan Ottoman pada 25 Maret 1821.
- Eropa (dari Uni Soviet) — Lithuania menjadi negara pertama yang mendeklarasikan proklamasi kemerdekaan dari Uni Soviet pada 11 Maret 1990.
Khusus untuk Indonesia, negara ini memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 dari Jepang, menjadikannya negara kedua tertua yang merdeka di kawasan Asia Tenggara setelah Filipina. Sementara Thailand memiliki keunikan tersendiri karena tidak pernah dijajah oleh kekuatan Eropa, sehingga tidak memiliki hari kemerdekaan.
Baca juga: Negara yang Pertama Kali Mengakui Kemerdekaan Indonesia
Advertisement
Ethiopia: Negara Afrika yang Tidak Pernah Dijajah Eropa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2816935/original/026499800_1558958364-ethiopia.jpg)
Dalam pembahasan mengenai negara pertama yang merdeka, Ethiopia layak mendapat tempat khusus. Ethiopia tidak pernah dijajah oleh kekuatan Eropa, meskipun sempat diduduki secara militer oleh Italia pada tahun 1936 — sebuah peristiwa yang terjadi di tengah dinamika Perebutan Afrika abad ke-19. Keunikan ini menjadikan Ethiopia dan Liberia sebagai dua negara Afrika yang berhasil mempertahankan kedaulatan mereka di era kolonialisme.
Sebagaimana disampaikan HISTORY, pada tahun 1896, Ethiopia berhasil menangkis invasi tentara Italia dan mengamankan kemerdekaannya. Kemenangan dalam Pertempuran Adwa ini menjadi peristiwa bersejarah yang menggemparkan dunia. Kemenangan Ethiopia di Pertempuran Adwa mengejutkan kekuatan-kekuatan Eropa dan menunjukkan bahwa sebuah negara Afrika mampu mengalahkan tentara Eropa, sehingga meningkatkan prestise Ethiopia dan mencegah upaya kolonial lebih lanjut.
Kaisar Tewodros II memulai modernisasi Ethiopia pada tahun 1850-an dengan menyatukan negara tersebut dan mulai mereformasi militer serta pemerintahannya, dan upaya-upaya inilah yang meletakkan fondasi bagi perlawanan terhadap kolonisasi di kemudian hari. Sementara itu, Kaisar Menelik II memimpin Ethiopia menuju kemenangannya yang terkenal di Adwa, memperluas wilayah Ethiopia, dan menandatangani perjanjian-perjanjian dengan kekuatan Eropa untuk mengamankan kemerdekaan negaranya melalui jalur diplomatik.
Menurut seorang sejarawan yang dikutip dari HISTORY, perlawanan Ethiopia bertahan sebagai "mercusuar" bagi gerakan kemerdekaan Afrika di masa depan serta konsep Pan-Afrikanisme. Ethiopia juga merupakan salah satu negara merdeka pertama yang menandatangani Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan memberikan dukungan moral serta material untuk dekolonisasi Afrika dan pertumbuhan kerjasama Pan-Afrika.
Baca juga: Sejarah dan Latar Belakang Sistem Pemerintahan di Berbagai Negara Dunia
Pertanyaan Seputar Negara Pertama yang Merdeka di Dunia
Negara mana yang dianggap paling tua dan pertama kali merdeka di dunia?
San Marino sering dianggap sebagai negara merdeka pertama dan tertua di dunia karena mengklaim telah didirikan pada tahun 301 Masehi dan mempertahankan kemerdekaannya sejak saat itu, menjadikannya salah satu republik tertua di dunia. Negara kecil di Semenanjung Italia ini bahkan memegang Guinness World Record sebagai republik tertua yang masih ada di dunia, dengan luas wilayah hanya 24 mil persegi namun berhasil mempertahankan kemerdekaannya selama berabad-abad.
Mengapa Amerika Serikat disebut sebagai negara pertama yang merdeka dari kolonialisme?
Amerika Serikat merupakan kawasan pertama di dunia yang memperoleh kemerdekaan dari kekuatan kolonial Eropa dengan mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1776. Perang Kemerdekaan Amerika yang berlangsung dari 1775 hingga 1783 berakhir dengan kekalahan Britania Raya, dan revolusi ini mengubah tatanan geopolitik dunia serta menginspirasi gelombang perubahan revolusioner di belahan bumi lain.
Apa peran Haiti sebagai negara pertama yang merdeka melalui revolusi budak?
Haiti memegang peran bersejarah sebagai negara merdeka pertama di Amerika Latin, negara pasca-kolonial pertama yang dipimpin kaum kulit hitam, dan satu-satunya negara yang kemerdekaannya diraih melalui pemberontakan budak yang berhasil. Revolusi Haiti tetap menjadi simbol perlawanan yang mendalam terhadap kolonialisme dan perjuangan hak asasi manusia, yang bergema melintasi budaya dan sejarah di seluruh dunia.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520488/original/002175600_1782447973-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T112427.080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261577/original/041528400_1781746737-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_07.45.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885020/original/ACg8ocLa9Ob85MO_GcJJi5MgrBCAZ8vZv6gQJe_IX_x85rX_UWerkg%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8474327/original/070874200_1782384043-AKbIl3JUyLC1SZdvmkH593wc3yWErV8WvFeGEsMu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/916085/original/009668100_1435788780-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8530300/original/023508000_1782462492-AP26175847717345.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528304/original/000911800_1782459714-AP26177049351866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448078/original/040755400_1765983961-Barcelona-Pau-Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524143/original/085744300_1782453577-Yuto_Nagatomo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5378177/original/005816700_1760215354-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257100/original/080406300_1781208059-selebrasi_julian_quinones_meksiko_afrika_selatan_ap_eduardo_verdugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396195/original/043375400_1782277247-nrSpOvBJjUU5c63qEu3B6FNfvNrMwzoFKefEP9Wn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396202/original/058710100_1782277251-DLrsVFtw4rXDxhMJlpJAi3SWCZk7oQQJNo9t1pwg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263014/original/066628400_1781856632-BOIVRik9YEPuR75tAey3443ZILwv4cEdmBILgNEs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396198/original/087323800_1782277248-cTvnChmPny3oAfMdgxRlp1WRicJvxaFYyeZMlHhF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4093505/original/080060600_1658216727-20220714BL_Grup_A_FIBA_Asia_Cup_2022_Indonesia_vs_Yordania_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516459/original/090325000_1782441883-Cover.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263017/original/042773100_1781856637-VI8m5oexn0LZ1xtRSCqLkUrpvIFVnLHo6OMSA4WH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263030/original/025290000_1781856652-xL2yE0Zq2aNR95jsCj3fcfQycmsfuwT3zoiAIK9B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472795/original/022273400_1782376365-Screenshot_2026-06-25_151116.jpg)