Sekolah di Jepang Akan Dibekali Semprotan Antiberuang

Lonjakan kasus kemunculan beruang di area permukiman mendorong pemerintah memperketat langkah mitigasi.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Pemerintah Kota Hachioji di pinggiran Tokyo mengalokasikan dana darurat untuk membeli 700 semprotan antiberuang yang akan dibagikan ke sekolah-sekolah dan organisasi masyarakat. Langkah itu diambil setelah beruang semakin sering muncul di kawasan permukiman di berbagai wilayah Jepang.

Juru bicara Pemerintah Kota Hachioji, Ryosuke Sato, mengatakan kepada AFP pada Rabu (24/6), pemerintah kota mengalokasikan anggaran sebesar 15 juta yen untuk membeli semprotan antiberuang, pagar listrik portabel, serta alat pengusir beruang yang mengeluarkan suara bernada tinggi.

Selain itu, pemerintah kota tengah menyusun prosedur penanganan jika beruang memasuki kawasan permukiman. Rencana tersebut mencakup pelibatan pemburu serta koordinasi dengan kepolisian untuk menangani kemunculan satwa liar itu.

"Kami sedang menyusun pedoman penanganan beruang bersama kepolisian dan para pemburu jika hewan itu masuk ke kawasan permukiman," kata Sato.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, sebanyak 13 orang tewas akibat serangan beruang pada tahun fiskal yang berakhir Maret lalu. Jumlah itu menjadi yang tertinggi sejak pencatatan dilakukan. Sementara itu, dalam periode 1 April hingga 30 Mei tahun ini, lima orang meninggal dunia dan 20 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan beruang.

Hachioji merupakan pintu masuk menuju jalur-jalur pendakian di pegunungan berhutan. Kawasan itu ramai dikunjungi warga Tokyo, terutama pada akhir pekan.

Sejak April, tercatat 11 laporan penampakan maupun jejak beruang di Hachioji. NHK melaporkan, seekor beruang hitam juga terekam kamera yang diaktifkan sensor gerak saat berkeliaran di sekitar sebuah rumah pada 29 April.

Secara nasional, jumlah laporan penampakan beruang terus meningkat. Data pemerintah menunjukkan, lebih dari 50.000 laporan tercatat sepanjang tahun fiskal yang berakhir pada Maret atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan rekor sebelumnya yang tercatat dua tahun lalu.

Dalam beberapa bulan terakhir, kemunculan beruang meningkat setelah satwa tersebut keluar dari masa hibernasi. Pada saat yang sama, kasus beruang memasuki kawasan perkotaan juga semakin sering terjadi.

Awal bulan ini, seluruh sekolah di Kota Utsunomiya, yang terletak di utara Tokyo, diliburkan setelah seekor beruang berkeliaran di dalam kota. Hewan itu berhasil menghindari puluhan polisi dan pemburu selama empat hari sebelum akhirnya ditangkap.

Sebelumnya, seekor beruang yang disebut "sangat cerdas" karena mampu membuka jendela dan menyalakan keran air menyerang empat orang di dua pabrik di Fukushima. Beruang tersebut kemudian berkeliaran selama beberapa hari sebelum akhirnya berhasil diamankan.

Untuk mencegah beruang memasuki kawasan permukiman, pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Jepang kini membersihkan semak-semak di sepanjang bantaran sungai serta area yang menjadi perbatasan antara permukiman dan pegunungan, termasuk di Hachioji.