Sukses

Joe Biden Ingin Baterai Mobil Listrik Dibuat di Amerika Serikat

Liputan6.com, Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertekad agar baterai untuk mobil listrikdapat diproduksi dalam negeri. Ia ingin supaya AS menjadi sumber persediaan baterai listrik dunia sesuai visi ekonomi Build Back Better.

Pernyataan itu diucapkan Joe Biden usai Perwakilan Dagang AS, Katherine Tai, berhasil mendamaikan LG dan SK Innovation tentang sengketa baterai mobil listrik.

"Bagian kunci dari rencana Build Back Better saya adalah supaya kendaraan listrik dan baterai-baterai untuk masa depan dibangun di sini di Amerika, di seluruh Amerika, oleh pekerja Amerika," ujar Joe Biden dalam pernyataan di situs resmi Gedung Putih, dikutip Senin (12/4/2021).

Sebelumnya, LG menuduh SK Innovation mencuri rahasia tentang baterai mobil listrik. Perseteruan mereka membahayakan pembangunan pabrik SK yang ingin didirikan di AS.

Menurut laporan CNBC, CEO LG Energy Solution Kim Jong-hyun, serta CEO SK Innovation Kim Jun, telah sepakat untuk berkompetisi dengan sehat. SK juga akan membayar US$ 1,8 miliar royalti ke LG.

Joe Biden lantas memberikan apresiasi kepada Katherine Tai.

"Saya ingin berterima kasih kepada Duta Besar Katherine Tai untuk kinerjanya yang tanpa lelah dalam menyelesiakan sengketa dan memfasilitasi settlement yang baik untuk masa depan Amerika di industri kendaraan listrik," ujar Joe Biden.

2 dari 3 halaman

Ingin Jadi Juara Kendaraan Listrik

Pabrik SK Innovation akan berdiri di Georgia. Presiden Biden menyebut akan memakai momentum ini untuk mencetak jutaan pekerjaan.

Ia berambisi agar AS menang di pasar kendaraan listrik di masa depan.

"Rencana Pekerjaan Amerika saya akan membantu membangun momentum ini, menciptakan jutaan pekerjaan, mendukung industri otomotif Amerika yang lebih kuat, dan memastikan kita memenangkan pasar kendaraan listrik di masa depan," ujar Joe Biden.

Pemakaian mobil listrik sesuai dengan agenda Biden untuk mendirikan ekonomi yang ramah lingkungan.

LG Energy Solution dan SK Innovation juga mendukung pemerintahan Joe Biden dalam bidang iklim dan supply chain.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut: