Sukses

Selamat Tinggal Ryugu... Hayabusa2 Balik ke Bumi Bawa Sampel Asteroid Ini

Liputan6.com, Tokyo - Pesawat ruang angkasa Jepang, Hayabusa2, dikabarkan sedang dalam perjalanan kembali menuju Bumi. Wahana ini membawa serta dua sampel material dari asteroid Ryugu untuk diteliti, demikian menurut Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

Pada Rabu, 13 November 2019, Hayabusa2 mulai menyalakan mesinnya, lalu perlahan meninggalkan asteroid Ryugu yang telah menjadi 'rumahnya' selama 17 bulan terakhir.

JAXA menyebut, konfirmasi pembakaran mesin diterima pada pukul 10.05 pagi waktu standar Jepang (08.05 WIB). Kecepatan awal keberangkatannya adalah 9,2 cm (3,6 inci) per detik.

Lepas landas memakan waktu sekitar lima hari untuk keluar dari lingkup pengaruh gravitasi Ryugu. Selama masa inilah Hayabusa2 membuat "pengamatan perpisahan". Sedangkan perjalanan ke Bumi diperkirakan 13 bulan.

"Sangat menyedihkan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Ryugu," kata Yuichi Tsunda dari JAXA saat briefing dari pusat kendali misi pesawat ruang angkasa, dikutip dari newscientist.com, Selasa (19/11/2019). "Ryugu sudah menjadi pusat kehidupan kita selama satu setengah tahun terakhir." 

Mencari Sumber Daya untuk Masa Depan Manusia

Misi asli Hayabusa untuk mengembalikan sampel asteroid ke Bumi dimulai pada 2010, melalui Hayabusa1. Wahana ini pertama mengambil sampel interior Ryugu dengan menembakkan peluru tantalum ke batu, kemudian menjatuhkan muatan ledakan yang melubangi area sekitar 20 meter di permukaan asteroid.

"Ryugu adalah peninggalan dari pembentukan tata surya kita. Permukaannya diubah pada jutaan atau miliaran tahun lalu oleh paparan radiasi kosmik, tetapi bagian dalamnya masih asli, sehingga diharapkan dapat memberi tahu kita tentang susunan planet-planet pada awal alam semesta," ujar JAXA.

Seluruh misi Hayabusa nantinya akan bertindak sebagai demonstrasi untuk industri penambangan di angkasa luar. Kemampuan untuk mendapatkan sumber daya seperti air, besi dan silikon di tubuh asteroid mungkin penting bagi umat manusia di masa depan.

Selain JAXA, NASA juga tengah mempersiapkan misi serupa. Pesawat ruang angkasa OSIRIS-Rex saat ini sedang mengorbit di sekitar asteroid Bennu dan akan mengambil sampel pertamanya pada pertengahan 2020.

2 dari 3 halaman

Kilas Balik Singkat Hayabusa2

Diluncurkan di atas roket H-IIA dari Tanegashima Space Center pada 3 Desember 2014, Hayabusa2 adalah penerus Hayabusa1 yang menjelajahi asteroid Itokawa pada 2005.

Hayabusa2 membuat satu pendekatan ke Bumi (flyby Earth) untuk mendapatkan bantuan gravitasi pada 3 Desember 2015, sebelum tiba di sekitar Ryugu pada Juni 2018.

Pesawat ruang angkasa itu mengungkapkan Ryugu sebagai dunia berbentuk berlian kasar, mirip dengan asteroid Bennu yang saat ini sedang dieksplorasi Osiris-REX.

Pada 21 September 2018, Hayabusa2 merilis rover khusus asteroid 1A dan 1B bernama HIBOU dan OWL, yang keduanya dijatuhkan pada pendaratan perdana di Ryugu.

Sebelumnya, penjelajah MASCOT milik German Aerospace Center mendarat terlebih dahulu pada Oktober 2018 dan beroperasi selama lebih dari 17 jam, meski akhirnya mati. Penjelajah ketiga, MINERVA II-2 (Jepang), pun gagal mendarat.

Puncak dari misi tersebut datang pada 21 Februari 2019, ketika Hayabusa2 menginjakkan kakinya di permukaan Ryugu, menembakkan pelet tantalum ke permukaan asteroid, dan mengumpulkan material yang berterbangan dengan mekanisme pengambilan sampelnya.

Berikutnya, pesawat ruang angkasa itu mengerahkan beberapa marka sasaran reflektif, kemudian menembakkan penabrak (impactor) seberat 2,5 kilogram (5,5 pon) untuk membuat lubang di asteroid pada 5 April 2019.

Lalu, ia membuat manuver untuk mengambil sampel di bawah permukaan kawah pada 11 Juli 2019.

3 dari 3 halaman

Perjalanan Panjang Kembali ke Bumi

Hayabusa2 akan menembakkan mesin ion utamanya pada akhir Desember 2020, menempatkannya di orbit untuk kembali ke Bumi.

Seperti sistem di Hayabusa1, Hayabusa2 pun akan mengeluarkan kapsul sampel berdiameter 40 cm saat terbang dekat Bumi pada Desember 2020.

Hayabusa 2 untuk sementara akan tetap berada di orbit matahari atau flyby post-Earth. Pesawat ruang angkasa ini masih memiliki beberapa bahan bakar cadangan berupa xenon untuk pendorongnya dan propelan tambahan yang disimpan.

Saksikan videonya di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Terkuak, Tentara Jepang Minta 1 Budak Seks untuk Layani 70 Prajurit
Artikel Selanjutnya
Misi ESA untuk Lindungi Bumi dari Asteroid Dapat Lampu Hijau