Sukses

Salah Mengandung Bayi Tabung, Pasangan Asia Ini Tuntut Klinik di AS

Liputan6.com, Los Angeles - Seorang wanita New York dan suaminya, pasangan yang mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Asia, menuntut sebuah klinik kesuburan CHA yang berbasis di Los Angeles pada pekan lalu. Sang istri melahirkan dua anak laki-laki yang bukan orang Asia pada bulan Maret 2019.

Dalam tuntutan hukum, keduanya mengaku bayi itu bukan dari embrio mereka.

Satu minggu menyusul laporan itu, Rabu 10 Juli 2019, pasangan California itu mengaku embrio mereka ditanamkan ke seorang wanita New York. Menjadi gugatan kedua dalam kasus yang saling berkaitan. Salahnya penanaman bakal bayi itu terjadi dalam prosedur fertilisation in vitro atau bayi tabung.

Pasangan kedua, Anni dan Ashot Manukyan dari Glendale California, menuduh pusat kesuburan CHA melakukan malpraktik serta pelanggaran kontrak. Mereka mencari ganti rugi dan kompensasi yang tak ditentukan jumlahnya.

"Kami mengandalkan CHA untuk membantu kami membangun keluarga dan sebaliknya, mereka merampas kesempatan kami untuk membawa putra kami sendiri ke dunia ini," kata Anni Manukyan dalam sebuah pernyataan tertulis, lapor Channel News Asia dikutip Kamis (11/7/2019).

"Kita tidak akan pernah memaafkan CHA. Tujuan kita adalah meminta pertanggungjawaban CHA dan memastikan tidak ada yang pernah menderita seperti kita," lanjutnya.

Sementara itu, pasangan Asia mengatakan dalam dokumen pengadilan, salah satu dari bayi kembar yang dilahirkan berasal dari embrio Manukyan. Sebuah fakta yang mereka klaim berusaha disembunyikan oleh CHA.

Pasangan Manukyan mengatakan mereka terpaksa ke pengadilan untuk mendapatkan hak asuh atas putra mereka.

"Serangkaian peristiwa luar biasa ini menunjukkan ketidakmampuan mengejutkan dari CHA. Anni dan Ashot menaruh semua kepercayaan mereka pada CHA. Sebagai imbalannya, CHA memberi Anni dan Ashot kebohongan, alasan, dan patah hati," kata pengacara Manukyan, Adam Wolf, dalam pernyataan itu.

2 dari 3 halaman

Embrio Lain Ditanamkan di Pasangan Manukyan

Menurut gugatan yang diajukan oleh pasangan Manukyan, CHA pada Agustus 2018 telah memasukkan cikal bakal janin dari pasangan lain dalam rahim Anni Manukyan. Ketika fertilisasion in-vitro gagal menghasilkan kehamilan, pasangan Manukya hancur. Keduanya mengira mereka telah kehilangan anak mereka sendiri.

Sementara itu, saat berusaha dikonfirmasi oleh Channel News Asia, klinik CHA yang memiliki kantor di Orange Country California mengatakan pada Rabu sore bahwa kliniknya telah tutup pada hari itu. Sementara pihak yang mengangkat telepon tidak bersedia memberikan komentar.

Klinik yang dimaksud memiliki web resmi. Dalam lamannya, mereka mengklaim sebagai " klinik kesuburan terkenal di dunia". Selain itu, juga turut ditampilkan testimoni dari sejumlah wanita yang menggunakan layananannya.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kapal Tanker Sering Diserang, AS Bangun Koalisi Militer di Lepas Pantai Iran
Artikel Selanjutnya
Lima Kapal Iran Dituduh Berupaya Rebut Tanker Minyak Inggris di Perairan Teluk