Sukses

El Nino Bikin Sebagian Ibu Kota Filipina Kehilangan Pasokan Air Bersih

Liputan6.com, Manila - Beberapa wilayah di ibu kota Filipina tengah menderita kekurangan air bersih, akibat pembatasan pasokan, menyusul kondisi kering akibat hantaman gelombang panas El Nino.

Manila Water Co dan Metro Pacific Investments Corp, dua-duanya berada di bawah naungan Ayala Corporation Maynilad Water Services Inc, mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa pihaknya telah menerapkan penyesuaian operasional, yang mengakibatkan rendahnya pasokan air di beberapa area tertentu di Metro Manila, demikian sebagaimana dikutip dari The Straits Times pada Sabtu (9/3/2019).

Untuk diketahui, seluruh wilayah Manila kini dihuni oleh sekitar 12,9 juta orang, dengan sebagian besar tinggal di area padat penduduk dan jaringan air bersih terbatas.

Di saat bersamaan, masyarakat di wilayah yang seharusnya tidak terpengaruh oleh pengurangan pasokan air bersih, mulai melakukan penimbunan, termasuk meningkatnya permintaan terhadap jasa layanan air swasta.

Manila Water mengatakan kondisi yang sama akan dialami oleh berbagai wilayah utama ibu kota Filipina, seperti distrik bisnis Makati, Marikina dan Pasig.

Beberapa kota satelit di sekitar Manila, seperti di Las Pinas City, Muntinlupa City, dan beberapa bagian dari provinsi Cavite di selatan, diprediksi akan terdampak dalam beberapa hari ke depan.

Otoritas pemerintah pada layanan air bersih dan sistem drainase telah meminta konsumen untuk menggunakan air dengan bijak di tengah kondisi El Nino, yang mungkin berlanjut hingga Juni mendatang, terutama di Filipina utara. 

Sementara itu, ketinggian di Bendungan Angat, yang memasok sebagian besar kebutuhan air untuk wilayah Metro Manila, turun menjadi 201,7 meter pada Jumat 8 Maret, dari sebelumnya 204,6 meter pada 1 Maret, lapor otoritas terkait.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

El Nino Melanda Sejak Februari 2019

Menurut biro meteorologi Filipina, PAGASA, El Nino telah melanda sejak Februari lalu, di mana pola cuacanya menyebabkan curah hujan berkurang, sehingga memengaruhi pasokan ari bersih dan kebutuhan irigasi.

PAGASA mengatakan pemantauan dan analisis iklim menunjukkan bahwa permukaan laut yang luar biasa hangat, di mana bermula sejak November 2018, diperkirakan akan menjadi tetap menjadi El Nino besar-besaran di sepanjang tahun ini.

"El Nino diperkirakan akan lemah dan menghasilkan kondisi curah hujan di bawah normal di berbagai bagian negara dalam beberapa bulan mendatang," tambah biro cuaca, sebagaimana dikutip dari situs ABS-CBN.

Gelombang panas yang dipicu oleh pemanasan berkala di wilayah timur Samudra Pasifik itu dapat berlangsung selama 5 bulan hingga 2 tahun. Pola cuaca umumnya menghasilkan pengurangan curah hujan, kata PAGASA di situs webnya.

El Nino juga menyebabkan topan tropis menjadi tidak menentu, mendorong jalur mereka ke utara dan membuatnya berhembus lebih kuat, kata badan cuaca itu.

Loading
Artikel Selanjutnya
Buka Peringatan 7 Dekade Persahabatan, Filipina Anggap Indonesia Saudara Besar
Artikel Selanjutnya
Filipina Sebut Perjanjian Pertahanan AS Berisiko Picu Perang dengan China