Sukses

AS Kirim 100 Peti Mati ke Perbatasan Korea untuk Pemulangan Jenazah Tentara Korban Perang

Liputan6.com, Seoul - Angkatan Bersenjata Amerika Serikat mengatakan telah mengirim 100 peti mati kayu ke perbatasan Korea Utara-Korea Selatan pada Sabtu, 23 Juni 2018. Hal itu dilakukan demi mempersiapkan pemulangan jenazah tentara AS korban Perang Korea 1950-1953 yang tertahan di Korea Utara selama puluhan tahun.

Juru Bicara US Forces Korea Kolonel Chad Caroll juga mengatakan, selain peti mati, AS turut mengirim sekitar 158 kotak pengiriman berbahan logam ke sebuah pangkalan udara militer AS di Seoul.

Kotak logam dan peti mati kayu itu rencananya akan digunakan untuk menyimpan jenazah para tentara kembali ke Amerika Serikat. Demikian seperti dikutip dari CBS News, Senin (25/6/2018).

Lebih lanjut, US Forces Korea mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa 100 peti mati kayu tersebut merupakan "wadah penampung sementara" untuk para jenazah.

Peti yang dibuat di Seoul itu telah dikirim ke perbatasan Korut-Korsel di Joint Security Area sebagai bagian dari persiapan untuk "menerima dan memindahkan jenazah dalam kondisi yang bermartabat, ketika US Forces Korea mendapatkan perintah untuk melakukannya."

Pemulangan Jenazah Tentara AS

Usai pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un pada 12 Juni 2018, Korea Utara sepakat mengizinkan Amerika Serikat untuk melakukan proses pemulangan kenazah tentara AS korban Perang Korea 1950-1953.

Meski militer AS telah menunjukkan sejumlah persiapan proses repatriasi para jenazah, banyak pihak yang masih belum mengetahui kapan dan bagaimana hal tersebut akan terjadi.

Di sisi lain, AS telah melakukan sejumlah langkah untuk proses repatriasi para jenazah.

Antara tahun 1996 dan 2005, tim pencari militer AS-Korea Utara melakukan 33 operasi pemulihan yang mengumpulkan 229 jenazah tentara Amerika.

Namun upaya untuk memulihkan dan mengembalikan sisa jenazah lainnya telah terhenti selama lebih dari satu dekade karena perkembangan senjata nuklir Korea Utara. Di sisi lain, AS mengklaim bahwa keselamatan tim pemulihan yang dikirimnya selama pemerintahan mantan Presiden George W. Bush tidak cukup terjamin.

 

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Trump: Korea Utara Telah Kembalikan 200 Jasad Tentara AS

Kabar itu datang beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Korea Utara telah mengembalikan 200 jasad tentara AS yang tewas saat Perang Korea 1950-1953.

Hal itu, Trump sebut sebagai salah satu contoh keberhasilan pertemuan puncak dari pertemuannya dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura pada 12 Juni 2018 lalu.

"Kita telah mendapatkan kembali jasad pahlawan yang gugur. Bahkan pada 20 Juni 2018, sekitar 200 jasad tentara telah dikembalikan (oleh Korea Utara)," kata Trump berbicara dalam sebuah kampanye politik di Duluth, Minnesota, seperti dikutip dari Financial Times, 21 Juni 2018.

Di sisi lain, salah satu pejabat AS yang anonim mengataan kepada Financial Times bahwa UN Command Korea --badan PBB yang memantau US Forces Korea, pasukan AS berbasis di Korea Selatan-- telah menginformasi Kementerian Pertahanan AS ihwal hal tersebut.

"(UN Command Korea) tengah merencanakan pemulangan kembali jasad tentara AS yang sebelumnya dikumpulkan oleh Democratic People's Republic of Korea (nama resmi Korut)," kata pejabat AS yang meminta anonim itu.

Kendati demikian, pejabat AS tersebut belum bisa memberikan detail prosesnya, termasuk total jasad yang akan dipulangkan.

Sementara itu, seperti dikutip dari Antara, seorang pejabat AS anonim lain mengatakan pada Selasa 19 Juni bahwa dalam beberapa hari mendatang, Korea Utara akan menyerahkan "sejumlah cukup besar" jenazah ke Pangkalan Angkatan Udara Hickam di Hawaii, AS.

Sekitar 7.700 tentara AS belum ditemukan pasca Perang Korea berakhir pada 1953, kata data militer AS. Di sisi lain, lebih dari 36.500 prajurit AS tewas dalam perang itu.

Menurut Pentagon, pejabat Korea Utara pada masa lalu mengisyaratkan menyimpan 200 jasad prajurit AS.

Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Indonesia Ajak Korea Selatan Tingkatkan Kerja Sama Kelautan
Artikel Selanjutnya
Amerika Bukan Lagi Musuh Bebuyutan? Propaganda Korut Berubah Total