Sukses

5 Cara Menjadi Pribadi Optimis dan Menyenangkan Menurut Sains

Liputan6.com, Cambridge - Akhir-akhirnya, tak sedikit orang menjadi negatif dan tak memiliki optimisme gara-gara banyak hal. Media sosial, antrian diserobot, hingga berita-berita di media mainstream.

Manusia lantas lebih pesimis. Secara ilmiah, otak langsung bekerja melindungi tubuh dari keadaan seperti itu.

Penelitian mengungkapkan, hanya 20 persen manusia dewasa saat ini menganggap situasi di sekitarnya baik. Sisanya menganggap dunia tak lagi aman yang berakhir dengan manusia mudah ketakutan, murung dan tak bahagia.

Baru-baru ini seorang peneliti dari Harvard, Shawn Achor, memberi tips agar manusia tetap optimis dan menjadi pribadi yang menyenangkan di tengah masalah global dalam bukunya berjudul the Happiness Advantage.

Penelitian dari University of Pennsylvania mengungkapkan, sales mobil yang optimis --tidak dibuat-buat tentunya- mampu menjual 89 persen lebih banyak dari mereka yang negatif.

Riset lainnya mengatakan, 75 orang sukses adalah mereka yang optimis.

Menjadi pribadi optimis dan menyenangkan membuat tubuh lebih sehat. Mereka juga tak mudah alami insomnia dan stress.

Berikut adalah 5 cara sederhana agar menjadi optimis. Liputan6.com mengutip dari Daily Mail pada Minggu (4/3/2018): 

 

1 dari 6 halaman

1. Belajar untuk Bersyukur

Untuk memulai menjadi optimis, luangkan waktu satu menit untuk melihat betapa beruntungnya Anda.

Pikirkan tiga alasan mengapa Anda harus bersyukur. Mulai dari hal-hal kecil. Contohnya, "Aku bersyukur anakku memelukku saat kuantar ke sekolah. Itu berarti aku dicintai."

Alasan lainnya, bisa dipikirkan adalah masih bisa makan hari ini tiga kali.

Mengapa bersyukur penting? Bersyukur mengubah pandangan Anda. Penelitian mengungkapkan jika kita membangun pandangan kita tentang dunia berdasarkan fakta-fakta yang kita miliki dan jika Anda terpaku pada hal negatif, Anda memiliki dunia yang negatif.

Bersyukur membantu kita membangun sebuah dunia yang terbuat dari fakta positif.

Berfokus pada hal-hal sederhana dalam hidup, seperti sinar matahari di pagi hari, adalah sesuatu yang bisa dilakukan siapapun. Kita semua bisa menemukan hal-hal ini di mana saja.

Penelitian juga telah menunjukkan manfaat hubungan bagi pasangan yang melakukan latihan bersyukur bersama di rumah secara teratur. Mendengar tiga hal yang membuat mereka bersyukur satu sama lain memberi lebih banyak alasan untuk saling menyukai. Pasangan seperti ini dilaporkan memiliki hubungan lebih langgeng.

2 dari 6 halaman

2. Terima Kasih

Memiliki kebiasaan mengatakan 'terima kasih' adalah hal yang kuat untuk Anda menjadi pribadi optimis.

Caranya, tiap pagi, pilih orang yang berbeda dan kirim teks atau email yang berisi ucapan terima kasih. Tak harus orang dekat, tapi bisa jasa orang di masa lalu seperti guru Anda, pelatih, klien atau mantan rekan kerja.

Langkah ini diambil karena menulis ucapan terima kasih langsung membuat mood Anda berubah bahagia. Tak sedikit, mereka akan mengucapkan hal yang sama.

3 dari 6 halaman

3. Melihat Makna

Coba pikirkan hal berarti yang terjadi dalam 24 jam terakhir.

Caranya, mungkin barusan ada sesorang yang menahan pintu untuk Anda, percakapan yang menarik, atau membantu membantu orang.

Dalam dua menit, tulis daftar detail itu, termasuk cuaca, hingga warna baju Anda.

Mengapa ini bisa mengubah anda menjadi pribadi yang optimis dan disukai?

Anda mencoba untuk menghidupkan kembali pengalaman secara mental, menjadikannya sebagai peristiwa yang berarti di otak Anda.

Otak kita tidak bisa membedakan banyak antara visualisasi dan pengalaman aktual, jadi ini menggandakan dampak momen paling positif hari ini: sebuah pengingat bahwa hari itu berharga.

4 dari 6 halaman

4. Bergeraklah!

Luangkan 15 menit hingga setengah jam tiap hari untuk berolah raga. Dengan bergerak, berarti jantung Anda memompa peredaran darah.

Aktivitas ini sama dengan makan obat anti-depresan sehingga Anda akan merasa bahagia.

5 dari 6 halaman

5. Meditasi

Dua menit tiap hari untuk bermeditasi. Hentikan apa yang Anda lakukan, fokus pada nafas Anda.

Meditasi memberi otak pola baru, karena hanya berkonsentrasi pada nafas membuatnya beralih dari dari multitasking ke single-tasking. Karena otak Anda biasanya dibombardir dengan informasi - baik dan buruk - membuatnya terancam sehingga memaksanya menjadi mode defensif.

Artikel Selanjutnya
5 Makanan Super yang Bikin Kulit dan Rambut Glowing
Artikel Selanjutnya
Laba-Laba Raksasa Ini Mampu Membunuh Manusia Kurang dari 15 Menit