Sukses

Top 3: Operasi Kopassus RI Disorot Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Ketika keamanan negara mendapat ancaman, peran pasukan khusus kemudian menjadi penting. Beberapa operasi pasukan khusus pun menjadi sorotan dunia.

Pada Selasa (1/11/2016) pagi, para pembaca Liputan6.com paling tersedot perhatiannya membaca sepak terjang pasukan khusus berbagai negara dunia ketika menjalankan tugas, apalagi karena Kopassus Indonesia termasuk yang bersinar di tingkat dunia.

Kemudian, kesadaran akan keberlanjutan planet Bumi juga menarik perhatian, termasuk cara penanganan jenazah agar mengurangi praktik yang membahayakan bagi keberlanjutan (sustainability) planet ini.

Terakhir, para pembaca masih gencar mengikuti kabar-kabar seputar dugaan Perang Dunia III. Dalam keadaan cemas, ada saja pikiran manusia untuk menduga-duga konspirasi melawan alien.

Berikut Top 3 Global selengkapnya:

1. 10 Operasi Pasukan Khusus yang Disorot Dunia, Ada Kopassus RI?

Tentara AS berdiri disamping Multi-Utilitas Tactical Transport (MUTT) saat latihan militer Rim Pasifik (RIMPAC) 2016 di Camp Pendleton, AS (13/7). Alat yang digunakan untuk patroli militer ini mempunyai teknologi canggih. (REUTERS / Mike Blake)

Keberanian, kesabaran, dan strategi jitu adalah 'senjata' andal bagi pasukan elite di seluruh dunia kala menjalani operasi militer.

Taktik dan rencana tak akan terwujud jika tidak dilengkapi dengan kepiawaian para prajurit terpilih saat melakukan operasi militer. Melenceng sedikit, bisa-bisa nyawa jadi taruhan.

Para tentara yang menjalani operasi militer itu biasanya berasal dari pasukan khusus yang dibentuk serta dilatih untuk melaksanakan misi perang non-konvensional, anti-teroris, pengintaian, dan pertahanan luar negeri.

Lazimnya, pasukan ini terdiri dari kelompok kecil yang sangat terlatih, bekerja secara mandiri dan 'siluman', berkecepatan tinggi, serta dipersenjatai dengan senjata khusus.

Selanjutnya...


2. 6 Alternatif Penanganan Jenazah yang Ramah Lingkungan

(Sumber Facebook/Capsula Mundi)

Selama ini, ketika seseorang meninggal dunia, cara penanganan jasad kerabat yang meninggal tidak selalu ramah lingkungan.

Tubuh yang meluruh dalam peti mati atau tanah dapat menghasilkan gas metan dalam jumlah besar, padahal gas itu termasuk dalam gas rumah kaca (greenhouse gas, GHG) yang berbahaya.

Dalam beberapa kebiasaan, formaldehida -- dikenal luas sebagai formalin -- dipergunakan untuk mengawetkan jenasah untuk sementara waktu. Jelaslah ini bukan praktik penguburan yang berkelanjutan bagi Bumi.

Dikutip dari Business Insider pada Senin 31 Oktober 2016 pagi, sebenarnya ada beberapa cara untuk mengenang kerabat yang meninggal dalam cara yang tidak terlalu membahayakan bagi planet ini.

Selanjutnya...


3. Perang Dunia III Hanya 'Isu', Obama-Putin Bergabung Lawan Alien?

Penampakan piring terbang diduga UFO di Malaysia (Malaysia Sun)

Ketika suasana terasa genting, kecemasan manusia mengundang berbagai dugaan, salah satunya soal Perang Dunia III. Apalagi dengan peningkatan ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) belakangan ini.

Walaupun begitu, masalah bersama mungkin dapat memaksa pihak-pihak yang bersitegang untuk duduk bersama.

Menurut suatu teori konspirasi teranyar, presiden Barak Obama dari AS dan presiden Vladimir Putin dari Rusia kemungkinan besar terlibat dalam konspirasi global untuk melindungi Bumi dari invasi alien pada September 2017.

Selanjutnya...