Sukses

Prancis: Masih Harus Dibuktikan Puing di Reunion dari MH370

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan yakin bahwa puing yang ditemukan di perairan pulau La Reunion adalah milik MH370. 

"Ini adalah harapan saya bahwa sudah yakin puing itu milik MH370 yang hilang. Bagaimana pun ini adalah tragis dan menyakitkan," kata PM Najib seperti dikutip dari CNN, "tapi setidaknya membawa kepastian bagi keluarga dan orang tercinta dari 239 orang di pesawat itu."

Namun, investigator Prancis dalam keterangan pers mengatakan puing tersebut memang merupakan bagian dari Boeing 777, pesawat yang digunakan MH370. "Ada asumsi kuat bahwa puing yang ditemukan berasal dari Boeing 777. Namun kami masih memerlukan beberapa tes lagi untuk mencapai sebuah kesimpulan bahwa Boeing 777 tersebut berasal dari MH370," ujar Wakil Penyelidik Serge Mackowiak.

Beberapa keluarga korban tidak yakin siapa yang harus dipercaya setelah mendengar dua keterangan resmi tersebut. "Ini membingungkan dan jujur kami sedikit marah," kata K.S Narendran yang istrinya adalah salah satu penumpang MH370 itu.

"Aku tidak mendengar fakta, tidak ada informasi dasar. Aku tidak mendengar apa-apa," ujar Narendra. "Ini meninggalkan tanda tanya apakah sudah ada kesimpulan atau semua orang berlomba-lomba mencari kesimpulannya sendiri?" tanyanya dengan geram.

"Aku tidak percaya ini. Tidak," kata Xu Jinghong yang ibunya adalah salah satu penumpang penerbangan MH370 setelah mendengar dua keterangan berbeda itu.

Salah satu keluarga korban, Ghyslain Wattrelos, yang telah dijadwalkan melakukan wawancara dengan CNN setelah Perdana Menteri Najib mengumumkan puing tersebut membatalkan wawancara. "Kedutaan Malaysia di Paris baru saja memberi tahu saya tentang ini," kata Gyslain, "Tidak bisa, aku tidak bisa berbicara apa pun. Maaf."

Keluarga penumpang yang hilang lainnya juga berharap seharusnya ada ketegasan tentang hasil investigasi. Sondra Wood yang anak laki-lakinya hilang bersama 239 penumpang mengatakan bahwa penemuan ini mungkin adalah awal dari akhir pencarian.

"Tapi tolong, jangan membiarkan kami bertanya-tanya atau menebak-nebak." kata Sondra kepada CNN, "Jangan kami diberi harapan palsu bahwa mereka mungkin saja hidup di luar sana. "

Sementara itu, analis penerbangan Mary Schiavo kepada CNN mengatakan bahwa dua keterangan yang berbeda membuat keluarga terombang-ambing. "Keterangan dari dua otoritas yang berbeda pula seperti menciptakan perang antarnegara saja," kata Mary. "Ini justru membuat keluarga berada di tengah-tengah kebingungan."

MH370 yang membawa 239 orang itu dalam perjalanan Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, China, saat dinyatakan hilang. Pesawat dinyatakan hilang sejak Sabtu 8 Maret 2014 sekitar pukul 00.41 waktu setempat. (Rie/Yus)