Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memanggil dubes dari sejumlah negara yang warganya kemungkinan segera dieksekusi mati di Indonesia pada Senin 16 Februari besok.
Juru bicara Kemlu, Armanatha Nasir mengatakan, pihaknya mengundang para dubes asing untuk datang ke Kantor Kemlu RI. Mereka akan mendapatkan penjelasan soal pelaksanaan eksekusi mati.
"Rencananya, para perwakilan negara asing berkumpul, briefing di Kemlu untuk mendapatkan informasi, mekanisme bagi pihak keluarga yang ingin bertemu terpidana," ujar Armanatha Nasir saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Minggu (15/2/2015).
Selain itu, dia juga mengungkap bahwa pertemuan itu juga akan membahas penanganan atas pemberitaan media, baik media lokal maupun media asing, demi meredakan ketegangan.
Namun demikian, pria yang karib disapa Tata itu mengaku tak tahu pasti kapan atau pertemuan itu dilangsungkan. Kemungkinan besar pada Senin pagi. "Kemungkinan sekitar pagi," ujar dia.
Tata juga mengaku tak hafal soal negara mana saja yang akan dipanggil terkait eksekusi mati tersebut. Yang pasti, kata dia, negara tersebut adalah negara asal bagi terpidana yang permohonan grasinya ditolak.
"Saya tak hafal, yang pasti negara yang kemarin grasinya ditolak," tandas Armanatha Nasir.
Sebelumnya grasi yang diajukan 2 warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran -- yang menjadi terpidana mati dari kelompok penyelundupan narkoba 'Bali Nine' -- ditolak Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Pemerintah Australia saat ini tengah berupaya keras melobi Pemerintah Indonesia untuk memberikan pengampunan atau keringanan bagi kedua warganya tersebut. Namun Jokowi menegaskan tak ada pengampunan bagi pelaku kejahatan narkoba. Sebab Indonesia tengah dalam kondisi darurat narkoba. (Riz/Mut)
Kemlu RI Kumpulkan Dubes Sejumlah Negara Jelaskan Eksekusi Mati
Juru bicara Kemlu, Armanatha Nasir mengatakan, pihaknya mengundang para dubes asing untuk datang ke Kantor Kemlu RI.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/791374/original/019013100_1420618303-image_2_.jpeg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal2 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5150531/original/011713400_1741077091-Kuda1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370019/original/097624000_1791544375-asap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041778/original/033342300_1733738907-Sampul1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383535/original/061676900_1793090887-bpjs_kesehatan_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1297920/original/041201300_1469452818-eksekusi-mati.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2728987/original/091881300_1550145258-Autan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369212/original/079116600_1791511954-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369199/original/017942500_1791507277-Untitled.jpg)