Liputan6.com, Jakarta - Para menteri luar negeri Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyatakan cemas atas ketegangan yang meningkat setelah Vietnam dan Filipina siap bentrok dengan China di perairan yang disengketakan. Hal itu diungkapkan sehari menjelang KTT ASEAN di Naypyidaw, Myanmar.
Ketegangan di Laut China Selatan meningkat pekan ini setelah Beijing memindahkan satu anjungan pengebor minyak di perairan yang juga diklaim Hanoi, memicu konflik di mana Vietnam mengatakan kapal-kapalnya diserang. Insiden itu mengundang satu pernyataan keccemasan dari PBB.
Manila, yang meminta pengadilan PBB menetapkan mengenai klaim-klaim China atas sebagian besar laut itu, juga menahan 1 kapal penangkap ikan China di perairan yang disengketakan itu.
Para menlu ASEAN mendesak "semua pihak yang terlibat mengekang diri dan menghindarkan aksi-aksi yang dapat merusak perdamaian dan stabilitas di daerah itu."
Pernyataan itu juga menyerukan negara-negara yang mengklaim untuk "menyelesaikan sengketa-sengketa mereka melalui cara-cara damai tanpa melakukan ancaman atau menggunakan kekuatan militer".
Menlu Indonesia Marty Natalegawa mengatakan, pembahasan pertemuan para menlu itu didominasi pertikaian-pertikaian maritim.
China dan Vietnam yang sempat perang perbatasan tahun 1979, terlibat dalam 1 sengketa perairan dan sering saling konflik diplomatik menyangkut eksplorasi minyak, hak penangkapan ikan dan kepulauan-kepulauan Spratly dan Paracel.
Beijing mengklaim hak kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan yang diperkirakan memiliki deposit-deposit besar minyak dan gas. Filipina dan Vietnam adalah pengeritik paling keras terhadap klaim-klaim Tiongkok di antara 10 anggota ASEAN.
Akan tetapi Laut China Selatan juga diklaim sebagian oleh negara-negara ASEAN Bunei Darssalam, Malaysia dan Filipina serta Taiwan.
Natalegawa mengatakan pernyataan ASEAN itu bertujuan "untuk mendukung penyelesaian sengketa-sengketa itu melalui jalan damai".
Menlu Singapura K.Shanmugam mengatakan ASEAN tidak ingin berpihak. Tetapi ia mengakatan jika blok itu tetap bungkam,"Saya kira keinginan kita untuk memainkan peran sentral, keinginan kita untuk bersatu, keinginan kita untuk menjadikan satu kawasan yang damai-- semua ini dan integritas diri ASEAN Saya kita akan hancur".
ASEAN mengalami pukulan berat bagi kredibilitasnya tahun 2012 saat Kamboja memimpin blok itu ketika para menlu gagal mengeluarkan satu pernyataan bersama untuk pertama kali dalam sejarah blok itu karena perbedaan yang dalam mengenai masalah Laut Tiongkok Selatan.
Filipina saat itu menyalahkan Kamboja, sekutu penting China atas kegagalan itu.
Sumber-sumber diplomatik mengatakan pernyataan Sabtu itu mengabaikan referensi pada insiden-insiden khusus demi mencapai konsensus dari semua negara anggota ASEAN.
Menlu Kamboja Hor Namhong mengemukakan kepada wartawan bahwa dalam mengeluarkan satu pernyataan, ASEAN ingin melihat Vietnam, Tiongkok dan negara-negara lainnya menyelesaikan sengketa itu secara damai. (Ant)
ASEAN Prihatin Konflik Laut China Selatan Tak Kunjung Reda
Menlu Indonesia Marty Natalegawa mengatakan, pembahasan pertemuan para menlu itu didominasi pertikaian-pertikaian maritim.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/663152/original/11042014-marty.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
- Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
- Saat Rak Supermarket Jadi Kunci Dorong Pola Makan Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
- Bappenas Soroti Dekarbonisasi Industri dan Pembiayaan Hijau1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
- Di KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
- Target 100 Persen Sampah Terkelola pada 2029, Ini Strategi KLH1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
- Pasar Karbon Berkualitas Bukan Sekadar Kejar Nilai Ekonomi1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297473/original/054602700_1784094013-cek_fakta_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352367/original/021073000_1789791494-WhatsApp_Image_2026-09-19_at_11.04.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349644/original/005144800_1789538317-China-ASEAN_Joint_Investment_Council-16_September_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349265/original/061584500_1789495163-WhatsApp_Image_2026-09-16_at_00.55.38.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349053/original/038268900_1789469885-photo_6145410520937338830_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1599773/original/087034400_1495204685-ASEAN_Nations_Flags_in_Jakarta_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4820877/original/028795700_1714729252-Menkeu_Yakin_pertumbuhan_Ekonomi_Indonesia_Capai_5_17_persen-ANGGA_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339978/original/052118400_1788438197-photo_6109495609271193752_w.jpg)