Pemerintah Irak Menyelidiki Bocornya Video Eksekusi Saddam

Eksekusi mati mantan orang nomor satu Irak, Saddam Hussein, memang dilakukan secara tertutup dan rahasia. Namun saat ini video rekaman detik-detik akhir hidup mantan Presiden Irak itu justru beredar luas.

Diterbitkan 03 Januari 2007, 06:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Baghdad: Saddam Hussein telah menemui ajal di tiang gantungan, Sabtu pekan silam. Namun, beberapa hari terakhir, video detik-detik eksekusi mati terhadap mantan orang nomor satu Irak itu justru beredar luas. Bocornya proses eksekusi inilah yang kemudian menuai kontroversi [baca: Saddam Digantung Tanpa Penutup Kepala].

Menanggapi hal itu, jaksa penuntut umum yang mengadili Saddam, Munkith al Faroon menyatakan tindakan penyebaran video tersebut dapat dikenakan dakwaan kejahatan kriminal. Video itu diduga kuat diambil dengan menggunakan telepon genggam. Al-Faroon mengungkapkan, saat itu dirinya melihat ada dua pejabat tinggi Irak membawa telepon seluler. Hanya, ia enggan menyebutkan nama-nama pejabat tersebut.

Yang kini dikhawatirkan adalah dalam video itu juga menayangkan beberapa saksi eksekusi menghina Saddam. Mereka menyebutkan nama pimpinan kelompok Syiah yang menjadi musuh Saddam selama berkuasa. Akibat ejekan itu, eksekusi nyaris ditunda karena ada seorang pejabat yang mengancam akan keluar.

Al-Faroon menegaskan, mereka yang terbukti membocorkan video eksekusi Saddam dapat didakwa dengan tuduhan kejahatan kriminal. Sementara itu, Perdana Menteri Irak Nouri Kamel al Maliki memerintahkan segera dilakukan penyelidikan atas kasus tersebut.(ANS)