Serangan Israel Berlanjut, Resolusi PBB Dibahas Esok

Sepanjang hari kemarin, pasukan Israel kembali membombardir wilayah selatan Beirut dan Kota Tyre. Israel juga melepas sekitar enam roket ke Kota Haifa. Akibatnya, tiga orang tewas dan 40 lainnya luka-luka.

Diterbitkan 07 Agustus 2006, 06:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Tyre: Serangan udara dan darat Israel kembali dilancarkan di sejumlah titik di selatan Beirut dan Kota Pelabuhan Tyre, Lebanon, Ahad (6/8). Sedikitnya enam rudal jet tempur Israel dilepaskan di dua wilayah tersebut. Kepulan asap tebal nampak terlihat seiring dentuman rudal itu. Tindakan pasukan Zionis ini dibalas dengan serangan 170 roket Hizbullah ke wilayah utara Israel.

Di wilayah perbatasan, konvoi kendaraan lapis baja Israel diserang Hizbullah. Sementara di Lebanon Selatan, sejumlah penembak jitu pasukan Israel disiagakan dan diarahkan ke permukiman di Lebanon Selatan.

Israel juga melepas sekitar enam roket yang mendarat di Kota Haifa. Akibatnya, tiga orang tewas dan 40 lainnya luka-luka. Roket Hizbullah yang dilesakkan ke ke Kota Kfar Giladi menyebabkan 12 warga Israel tewas. Serangan kedua Hizbullah ini juga menyebabkan kebakaran yang cukup luas.

Juru Bicara Parlemen Lebanon Nabih Berri mengatakan menolak rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memuat seruan gencatan senjata. Draf resolusi PBB itu dinilai tidak memuat secara rinci mengenai gencatan senjata segera dan penarikan tentara Israel.

Menurut Berri, draf tersebut hanya mendesak kedua kubu untuk menghentikan segala bentuk kekerasan. Draf resolusi DK PBB itu juga dinilai hanya memberi keleluasaan kepada Israel untuk melakukan balasan jika diserang.

Di rumah pribadi Presiden Amerika Serikat George Walker Bush di Crawford, Texas, Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice mengatakan pemungutan suara terhadap draf resolusi yang diusulkan AS dan Prancis akan digelar DK PBB pada esok hari.(ZIZ)