Banjir Bandang dan Tanah Longsor di India Tewaskan 19 Orang

Operasi penyelamatan berlangsung di sejumlah wilayah India, sementara beberapa jalur ziarah ditutup akibat cuaca ekstrem.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 09:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu hujan monsun menewaskan sedikitnya 19 orang di India pada Minggu (19/7/2026). Pihak berwenang telah mengerahkan tim penyelamat ke sejumlah wilayah terdampak.

Delapan orang tewas di Negara Bagian Nagaland, yang berbatasan dengan Myanmar. Sebanyak 11 korban lainnya meninggal di Jammu dan Kashmir yang dikelola India.

"Kami telah menemukan empat dari delapan jenazah. Operasi penyelamatan masih berlangsung," kata Kepala Distrik Mon di Nagaland, Wennyei Konyak, kepada AFP.

Menurut Konyak, sedikitnya 15 orang mengalami luka-luka.

Kepala Menteri Jammu dan Kashmir Omar Abdullah menyampaikan duka mendalam atas banjir bandang besar di Rajouri, wilayah Jammu.

"Banjir tersebut menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas umum dan properti warga, termasuk terminal bus, serta mengganggu kehidupan banyak orang," lanjut Omar.

Stasiun televisi India NDTV melaporkan sedikitnya 11 orang tewas dan beberapa lainnya hilang di Jammu.

Militer mengatakan personelnya bersama petugas tanggap darurat negara bagian berhasil menyelamatkan 11 orang, termasuk lima anak, di Distrik Rajouri, Jammu.

Departemen Meteorologi India pada Minggu memperingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sangat tinggi di Jammu dan Kashmir dalam dua hari ke depan.

Para pejabat juga mengumumkan penghentian sementara ziarah tahunan umat Hindu ke Amarnath di wilayah Kashmir.

Pemerintah setempat dalam pernyataannya pada Minggu mengatakan ziarah dihentikan demi keselamatan dan kesejahteraan seluruh peziarah.

"Ziarah hanya akan dilanjutkan setelah kondisi cuaca membaik dan jalur perjalanan dinyatakan aman," tambah pemerintah setempat.

Lebih dari 400.000 umat Hindu mengikuti rangkaian ziarah selama sebulan di wilayah tersebut pada tahun lalu.

Pihak berwenang turut menghentikan sementara ziarah umat Hindu ke tempat suci Vaishno Devi di Jammu, yang dikunjungi jutaan orang setiap tahun.

Banjir dan berbagai kecelakaan yang dipicu cuaca terjadi setiap tahun di berbagai wilayah India selama musim monsun. Musim hujan itu datang setelah musim panas yang panjang, ketika banyak daerah di negara tersebut menghadapi kelangkaan air parah dan kondisi menyerupai kekeringan.

Â