Gemini Angkat Tangan, 5 Hal Ini Cuma Bisa Dilakukan ChatGPT

Gemini disebut kalah dalam banyak hal dibandingkan ChatGPT. Ini buktinya...

Diterbitkan 21 Juli 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gemini buatan Google, dibuat lengkap dan serbaguna, terintegrasi dengan Android secara mendalam. Memungkinkan melakukan hal-hal yang chatbot lain belum bisa lakukan.

Meski Google terus mengejar ketertinggalan Gemini dari pesaing, ChatGPT tampaknya berhasil memanfaatkan keuntungan sebagai pelopor, sehingga masih unggul dalam hal kegunaan dan respons hingga saat ini.

Dikutip dari Android Authority, Selasa (21/7/2026), disebutkan meski sudah berlangganan paket Google AI Pro, namun masih terasa kurang dan perlu berlangganan ChatGPT dalam mengerjakan berbagai tugas.

1. Sulit Mengikuti Instruksi Rumit

Hal yang sering terjadi yaitu ketika memberikan serangkaian instruksi panjang kepada Gemini, seringkali ia melewatkannya seolah-olah instruksi tersebut tidak dikirim. Hal ini terjadi baik dalam percakapan biasa maupun di dalam fitur Notebook.

Saat mencoba sistem pencatatan pengeluaran secara lengkap, Gemini menolak mengikuti instruksi dan masalah serupa terjadi lebih dari sekali.

Ditambah, fitur jadwal otomatis pada Gemini juga disebut tidak berfungsi selama beberapa minggu. Meski sudah dicoba berkali-kali, namun masih tidak merespons. Tidak diketahui apakah karena bug atau hal lain.

Masalah ini membuat pengguna beralih ke ChatGPT dan menggunakannya selama bertahun-tahun, membuktikan aplikasi tersebut lebih bisa diandalkan.

2. Riwayat dan Konteks Personal

Menggunakan ChatGPT dalam jangka waktu lama, membantu menyimpan konteks personal melalui ratusan percakapan, baik bersifat pribadi maupun pekerjaan.

Saat menggunakan chatbot baru, aspek itu merasa sulit ditiru. Meskipun Gemini memiliki kemampuan Personal Intelligence berkat Google, namun mereka belum memiliki fitur untuk membantu mengimpor riwayat percakapan dan konteks pribadi dari chatbot AI lain.

3. Pembuat Gambar Kurang Memuaskan

Gemini diprakarsai Nano Banana dalam menciptakan dan edit gambar. Namun, begitu menggunakan model milik ChatGPT, akan terasa kurang memuaskan.

Saat mengedit gambar atau membuat vektor, Gemini selalu membuat warna gambar jadi kacau, bahkan ketika sudah memberikan kode hex secara spesifik. Hasilnya, membuat gambar tampak kusam atau terlalu terang.

Bukan berarti ChatGPT tidak memiliki kekurangan, namun dikatakan terasa lebih baik dalam memahami instruksi dan mempertahankan palet warna secara konsisten.

Gemini memang lebih cepat dalam menghasilkan gambar, namun menunggu ChatGPT lebih lama dalam menghasilkan gambar tidak masalah demi hasil yang memuaskan.

4. Kurang Detail dalam Melakukan Pencarian Web

Meski Gemini bagian dari produk Google, bukan berarti membuatnya menjadi alat terbaik dalam pencarian web.

Ketika Gemini dan ChatGPT ditugaskan untuk membaca beberapa web dan membuat rangkuman singkat, bahkan setelah beberapa perintah untuk membuat lebih rinci, Gemini tetap melewatkan beberapa informasi penting yang justru bisa ditangkap oleh ChatGPT.

5. Terjebak di Ekosistem Google

Gemini sangat bagus jika dihubungkan dengan aplikasi bawaan Google seperti Gmail, Docs, dan Keep demi menunjang produktivitas. Google bahkan memiliki alat generasi gambar dan video.

Namun, sangat krusial bagi mereka menghubungkan Gemini dengan aplikasi eksternal, mengingat banyak pengguna memakai aplikasi non-Google dalam sehari-hari.

Contohnya, Gemini hanya dapat membantu kamu menemukan musik dan playlist melalui YouTube Music, sedangkan ChatGPT bisa melakukannya di Spotify juga Apple Music.

Aplikasi tersebut juga terhubung dengan layanan perjalanan pihak ketiga seperti Expedia dan Skyscanner, juga memungkinkan kamu menggunakan DoorDash dan Uber dalam aplikasi.

Selain itu, juga dapat terhubung dengan Canva, hanya dengan memberikan instruksi kepada ChatGPT untuk membuat dan mengedit materi.

Gemini kabarnya telah membuka koneksi MCP agar pengembang pihak ketiga dapat melakukan integrasi, namun hal ini masih dalam tahap persiapan awal.

Dikatakan setelah menggunakan kedua aplikasi AI ini, seringkali pilihan jatuh pada ChatGPT secara spontan, sehingga Gemini perlu menghadirkan pengalaman yang sama kepada pengguna, meskipun bukan hal mudah untuk dicapai.