Liputan6.com, Cimahi: Hingga sepekan setelah peristiwa longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, mayat yang sudah ditemukan 95 orang. Lima jenazah terakhir ditemukan tim evakuasi, Ahad (27/2) pagi [baca: Korban Tewas Akibat Longsor Sampah 90 Orang].
Reporter SCTV melaporkan, pencarian mayat hingga siang tadi masih berlangsung. Pencarian disaksikan ribuan warga dari Kota Cimahi, Bandung dan sekitarnya. Mereka menjadikan pencarian mayat tersebut sebagai tontonan.
Pos koordinasi evakuasi sebenarnya sudah memasang spanduk yang melarang warga untuk ke lokasi bencana. Ini mengingat tanah di sekitar longsoran sangat labil dan berbahaya. Apalagi hingga siang tadi hujan masih mengguyur di sekitar lokasi longsoran.
Keramaian warga juga mengundang pedagang makanan dan mainan untuk berjualan di sekitar lokasi bencana. Begitu juga banyaknya warga menjadi ajang mencari duit bagi tukang ojek. Mereka tidak menghiraukan bau menyengat sampah, gas metan dan banyaknya lalat di tempat bencana. Padahal, kondisi tersebut berbahaya bagi kesehatan [baca: Korban Longsor Leuwigajah Terserang ISPA dan Diare].
Sebagian warga yang datang memang tidak sekadar menonton tetapi juga ada yang berharap-harap cemas keluarganya yang menjadi korban segera ditemukan. Juju adalah warga yang sejak hari pertama mengikuti proses evakuasi. Dengan tatapan penuh harap wanita setengah baya ini terus-menerus mengikuti pergerakan alat berat yang mengeruk timbunan sampah.
Rumah kakak Juju yang bernama Jejen adalah satu dari ratusan rumah warga yang turut tertimbun longsoran sampah. Di dalam rumah itu terdapat sebelas anggota keluarga. Namun, sampai hari ini belum satu pun jenazah mereka yang berhasil ditemukan.
Dalam bencana longsornya TPA Leuwigajah yang menampung sampah dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kota Cimahi ini, diperkirakan lebih dari 140 jiwa tertimbun longsoran. Namun, sejauh ini baru 95 jenazah yang dapat dievakuasi.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Reporter SCTV melaporkan, pencarian mayat hingga siang tadi masih berlangsung. Pencarian disaksikan ribuan warga dari Kota Cimahi, Bandung dan sekitarnya. Mereka menjadikan pencarian mayat tersebut sebagai tontonan.
Pos koordinasi evakuasi sebenarnya sudah memasang spanduk yang melarang warga untuk ke lokasi bencana. Ini mengingat tanah di sekitar longsoran sangat labil dan berbahaya. Apalagi hingga siang tadi hujan masih mengguyur di sekitar lokasi longsoran.
Keramaian warga juga mengundang pedagang makanan dan mainan untuk berjualan di sekitar lokasi bencana. Begitu juga banyaknya warga menjadi ajang mencari duit bagi tukang ojek. Mereka tidak menghiraukan bau menyengat sampah, gas metan dan banyaknya lalat di tempat bencana. Padahal, kondisi tersebut berbahaya bagi kesehatan [baca: Korban Longsor Leuwigajah Terserang ISPA dan Diare].
Sebagian warga yang datang memang tidak sekadar menonton tetapi juga ada yang berharap-harap cemas keluarganya yang menjadi korban segera ditemukan. Juju adalah warga yang sejak hari pertama mengikuti proses evakuasi. Dengan tatapan penuh harap wanita setengah baya ini terus-menerus mengikuti pergerakan alat berat yang mengeruk timbunan sampah.
Rumah kakak Juju yang bernama Jejen adalah satu dari ratusan rumah warga yang turut tertimbun longsoran sampah. Di dalam rumah itu terdapat sebelas anggota keluarga. Namun, sampai hari ini belum satu pun jenazah mereka yang berhasil ditemukan.
Dalam bencana longsornya TPA Leuwigajah yang menampung sampah dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kota Cimahi ini, diperkirakan lebih dari 140 jiwa tertimbun longsoran. Namun, sejauh ini baru 95 jenazah yang dapat dievakuasi.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/433168/original/270205bLongsor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288916/original/039645400_1783343653-AP26187200791478.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245840/original/052909900_1749414785-cristiano_ronaldo_gol_portugal_spanyol_UNL_090625_ap_matthias_schrader.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238165/original/069215800_1783129384-mes9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782165/original/058199200_1782878254-carlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288052/original/043334700_1783289642-000_B9BW8VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288258/original/062355500_1783308425-eng1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288078/original/014194100_1783298244-nor5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288177/original/067177000_1783307508-000_B9C82QK-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288136/original/097177200_1783304121-000_B9BW9YM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)