Liputan6.com, Jakarta: Penyelidikan kasus ledakan bom di depan Kantor Kedutaan Besar Australia, Kuningan, Jakarta Selatan, mulai menemui titik terang. Kepala Polri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar mengungkapkan penyelidikan para pelaku mengarah pada dua nama, yakni Hasan dan Jabir alias Nanang. Kedua orang ini masing-masing beralamat di Surabaya dan Madiun, Jawa Timur. Demikian diungkapkan Kapolri dalam rapat kerja dengan DPR di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (15/9).
Menurut Da`i, pihaknya sejauh ini tengah menyelidiki ke rumah dua orang yang diduga kuat sebagai tersangka pengeboman Kamis pekan silam itu. Polisi juga sudah mengambil lima sampel darah keluarga Hasan dan Jabir. Sampel darah ini akan dicocokkan dengan potongan-potongan mayat yang dikumpulkan dari tempat kejadian perkara. Polisi juga masih berupaya merekonstruksi potongan-potongan mayat itu.
Da`i menambahkan, para pelaku dalam aksinya menggunakan bahan peledak, berupa campuran trinitrotoluena (TNT), potasium klorat, sulfur, dan aluminium powder yang dibungkus dengan filing cabinet atau tempat menyimpan dokumen dari plastik berwarna biru dan ungu. Bom merupakan campuran dari jenis high dan low explosive.
Sementara mengenai mobil boks Daihatsu Zebra yang membawa bom, Da`i menjelaskan, pihaknya sudah mengetahui nomor mesin: 9032109. Sedangkan nomor rangka bagian bawah mobil sudah digerinda sehingga tak bisa dikenali [baca: Nomor Rangka Mobil Pembawa Bom Sudah Dihapus].
Di sisi lain, Nyonya Sodik, ibu kandung Hasan yang diduga sebagai satu dari dua pelaku bom bunuh diri mengaku, dirinya belum pernah dihubungi polisi menyusul dugaan keterlibatan anaknya. Selain itu, Nyonya Sodik mengaku tak mengetahui keberadaan anaknya. Sejak ayahnya meninggal 15 hari silam, Hasan juga tak pernah pulang dan menghubungi rumah. Terakhir, Hasan yang lulusan Madrasah Aliyah Negeri Surabaya ini bekerja di PT Pertani Surabaya.
Sementara jenazah Martinus Sitania, seorang dari dua korban bom yang baru belakangan diketahui identitasnya ini sudah dimakamkan, siang tadi. Keluarga korban tampak tak kuasa menahan emosi ketika prosesi pemakaman tengah berlangsung. Bahkan, ibu dan kakak korban sempat pingsan saat jenazah Martinus dimasukkan ke liang kubur. Sebelum dimakamkan, keluarga korban menggelar kebaktian di rumah duka di Bojong Lio, Depok, Jawa Barat.
Martinus adalah karyawan PT Tirta Agung bagian penagihan. Saat kejadian, korban tengah melintas di lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motornya. Awalnya, polisi menduga jenazah Martinus adalah pelaku bom bunuh diri mengingat tubuhnya hancur tak berbentuk. Karena itu, jenazahnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur [baca: Arman dan Martinus Dipastikan Bukan Pelaku].(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut Da`i, pihaknya sejauh ini tengah menyelidiki ke rumah dua orang yang diduga kuat sebagai tersangka pengeboman Kamis pekan silam itu. Polisi juga sudah mengambil lima sampel darah keluarga Hasan dan Jabir. Sampel darah ini akan dicocokkan dengan potongan-potongan mayat yang dikumpulkan dari tempat kejadian perkara. Polisi juga masih berupaya merekonstruksi potongan-potongan mayat itu.
Da`i menambahkan, para pelaku dalam aksinya menggunakan bahan peledak, berupa campuran trinitrotoluena (TNT), potasium klorat, sulfur, dan aluminium powder yang dibungkus dengan filing cabinet atau tempat menyimpan dokumen dari plastik berwarna biru dan ungu. Bom merupakan campuran dari jenis high dan low explosive.
Sementara mengenai mobil boks Daihatsu Zebra yang membawa bom, Da`i menjelaskan, pihaknya sudah mengetahui nomor mesin: 9032109. Sedangkan nomor rangka bagian bawah mobil sudah digerinda sehingga tak bisa dikenali [baca: Nomor Rangka Mobil Pembawa Bom Sudah Dihapus].
Di sisi lain, Nyonya Sodik, ibu kandung Hasan yang diduga sebagai satu dari dua pelaku bom bunuh diri mengaku, dirinya belum pernah dihubungi polisi menyusul dugaan keterlibatan anaknya. Selain itu, Nyonya Sodik mengaku tak mengetahui keberadaan anaknya. Sejak ayahnya meninggal 15 hari silam, Hasan juga tak pernah pulang dan menghubungi rumah. Terakhir, Hasan yang lulusan Madrasah Aliyah Negeri Surabaya ini bekerja di PT Pertani Surabaya.
Sementara jenazah Martinus Sitania, seorang dari dua korban bom yang baru belakangan diketahui identitasnya ini sudah dimakamkan, siang tadi. Keluarga korban tampak tak kuasa menahan emosi ketika prosesi pemakaman tengah berlangsung. Bahkan, ibu dan kakak korban sempat pingsan saat jenazah Martinus dimasukkan ke liang kubur. Sebelum dimakamkan, keluarga korban menggelar kebaktian di rumah duka di Bojong Lio, Depok, Jawa Barat.
Martinus adalah karyawan PT Tirta Agung bagian penagihan. Saat kejadian, korban tengah melintas di lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motornya. Awalnya, polisi menduga jenazah Martinus adalah pelaku bom bunuh diri mengingat tubuhnya hancur tak berbentuk. Karena itu, jenazahnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur [baca: Arman dan Martinus Dipastikan Bukan Pelaku].(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426401/original/044620800_1764304062-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-28T112538.162.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360171/original/015599500_1790593922-Cek_Fakta_-_Sri_Mulyani_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5290555/original/019424000_1753145219-1000011471.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/422941/original/150904cHasan_Pelaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)