Banjir di Kerinci Meluas

Hingga tadi malam, banjir sudah merendam 45 desa di enam kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi. Sebanyak 16 ribu warga mengungsi. Kerugian ditaksir mencapai Rp 15 miliar.

Diterbitkan 16 Desember 2002, 20:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jambi: Banjir akibat meluapnya Sungai Batang Merao di Kabupaten Kerinci, Jambi, meluas. Jika sebelumnya air hanya merendam sepuluh desa, hingga Ahad malam, banjir sudah menenggelamkan 45 desa di enam kecamatan. Tak cuma itu, genangan air juga merendam sekitar 1.000 hektare sawah, 2.600 rumah, 30 bangunan sekolah dasar, enam mess, dan 15 musala. Sebanyak 16 ribu jiwa terpaksa diungsikan ke rumah-rumah sanak saudara yang tak terkena banjir [baca: Sepuluh Desa di Kerinci Terendam Banjir].

Bupati Kerinci Fauzi Siin yang dihubungi lewat telepon, Senin (16/12) pagi, mengatakan, kerugian akibat banjir mencapai Rp 15 miliar. Menurut Fauzi, pemerintah daerah setempat memang belum menyediakan tempat penampungan untuk pengungsi. Sejauh ini, pemda baru memberikan bantuan berupa beras langsung ke tempat warga yang mengungsi.

Fauzi juga mengatakan bahwa kemungkinan besar, banjir masih akan meluas dua kali lipat lagi dari keadaan sekarang. Ini didasarkan pada curah hujan di daerah tersebut yang belum juga menurun. "Untuk mengantisipasi, kita memberikan bantuan, berupa karung-karung untuk menggantikan tanggul yang jebol sebagai pembendung air," kata Fauzi.

Dibandingkan tahun kemarin, Fauzi menambahkan, banjir kali ini memang lebih kecil. "Tahun kemarin, sawah yang terendam air mencapai 10 ribu hektare," ujar Fauzi. Nah, untuk mengantisipasi agar banjir tak terjadi di tahun-tahun mendatang, Fauzi mengungkapkan, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk melakukan sejumlah langkah. Di antaranya, yang saat ini masih berlangsung, adalah program normalisasi sungai dengan membangun tanggul-tanggul. Sayang, program ini baru berlangsung di sejumlah titik rawan di sepanjang Sungai Batang Merao. "Yang jebol kemarin itu bukan yang sudah dinormalisasi," kata Fauzi.

Fauzi juga mengatakan bahwa Sungai Batang Merao meluap karena banyak hutan di Taman Nasional Kerinci Seblat dijarah. Dia mengaku, Pemkab Kerinci tak bisa berbuat banyak lantaran sebagian hutan tersebut berada di luar wilayahnya.(SID)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6