Liputan6.com, Jakarta Semangkuk ramen hangat dengan kuah gurih, mie kenyal, dan topping yang menggoda selalu berhasil membuat siapa pun tergoda. Tak perlu terbang jauh ke Tokyo atau antre di restoran Jepang, karena kini ramen lezat bisa dibuat sendiri di dapur rumah. Banyak yang mengira memasak ramen autentik itu rumit dan membutuhkan bahan mahal, padahal dengan bahan lokal dan teknik sederhana, hasilnya bisa tak kalah lezat. Kuncinya terletak pada komposisi kuah, mie, dan perpaduan rasa yang seimbang.
Ramen bukan sekadar makanan cepat saji, tapi bagian dari budaya kuliner Jepang yang sudah mendunia. Makanan itu telah menjadi salah satu ikon gastronomi Jepang yang paling dikenal secara global, dan kini telah mengalami banyak adaptasi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan, tren membuat ramen rumahan terus meningkat seiring berkembangnya minat terhadap masakan Jepang dan kemudahan mengakses bahan-bahan seperti miso, shoyu, atau kaldu instan di pasar lokal maupun daring.
Artikel ini akan membagikan cara membuat ramen versi rumahan yang praktis namun tetap kaya rasa. Mulai dari pilihan jenis mie, resep kuah dasar yang bisa disesuaikan selera, hingga topping sederhana seperti telur marinated, jamur, atau ayam panggang yang bisa dibuat tanpa repot. Cocok untuk disantap saat cuaca dingin, malam minggu santai, atau sebagai sajian spesial yang tetap ramah di kantong. Yuk, buktikan sendiri kalau membuat ramen enak tidak harus mahal dan tidak harus ke Jepang.
Advertisement
Pengertian dan Sejarah Ramen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4987678/original/059145700_1730452027-IMG-20241101-WA0081.jpg)
Ramen merupakan hidangan mie berkuah khas Jepang yang telah menjadi salah satu makanan populer di berbagai negara. Meski berasal dari Tiongkok, ramen telah mengalami adaptasi dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Jepang. Hidangan ini terdiri dari mie kenyal yang disajikan dalam kuah kaldu kaya rasa, dilengkapi dengan berbagai topping seperti irisan daging, telur setengah matang, rumput laut, dan sayuran.
Sejarah ramen di Jepang dimulai pada akhir abad ke-19, ketika imigran Tiongkok membawa resep mie berkuah ke negeri sakura tersebut. Awalnya, ramen dijual oleh pedagang kaki lima menggunakan gerobak dorong. Seiring waktu, hidangan ini semakin populer dan mengalami berbagai inovasi hingga menjadi makanan ikonik Jepang seperti yang kita kenal sekarang.
Advertisement
Bahan-bahan Utama Ramen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2954005/original/099558800_1572430378-Buenosia_Carol.jpeg)
Untuk membuat ramen autentik di rumah, Anda perlu mempersiapkan beberapa bahan utama:
- Mie ramen: Gunakan mie telur atau mie ramen khusus yang memiliki tekstur kenyal
- Kaldu: Bisa menggunakan kaldu ayam atau kombinasi keduanya
- Bumbu dasar: Kecap asin (shoyu), pasta miso, atau garam (shio)
- Topping: Daging ayam/babi, telur setengah matang, daun bawang, rumput laut nori, bambu rebung
- Bumbu pelengkap: Bawang putih, jahe, minyak wijen
Langkah-Langkah Membuat Ramen
Berikut panduan umum cara membuat ramen di rumah:
- Siapkan kaldu:
- Rebus tulang ayam dengan bawang putih dan jahe selama 2-3 jam
- Saring kaldu dan sisihkan
- Buat bumbu dasar:
- Campurkan kecap asin, miso, atau garam sesuai selera
- Tambahkan sedikit minyak wijen untuk aroma
- Siapkan topping:
- Rebus telur selama 6-7 menit untuk hasil setengah matang
- Panggang atau rebus daging ayam
- Potong daun bawang dan siapkan nori
- Rebus mie:
- Masak mie dalam air mendidih sesuai petunjuk kemasan
- Tiriskan dan bilas dengan air dingin
- Penyajian:
- Tuang bumbu dasar ke dalam mangkuk
- Tambahkan kaldu panas
- Masukkan mie yang telah direbus
- Tata topping di atas mie
- Taburi dengan daun bawang dan nori
Advertisement
Variasi Ramen Populer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3242346/original/016299400_1600435361-WhatsApp_Image_2020-09-18_at_3.40.02_PM.jpeg)
Terdapat beberapa jenis ramen yang populer berdasarkan cita rasa kaldunya:
- Shoyu Ramen: Menggunakan kecap asin Jepang sebagai bumbu dasar, menghasilkan kuah berwarna cokelat dengan rasa gurih dan sedikit asin
- Miso Ramen: Memakai pasta kedelai fermentasi (miso) sebagai bumbu utama, memberikan rasa gurih dan sedikit asam
- Shio Ramen: Mengandalkan garam sebagai penyedap utama, menghasilkan kuah bening dengan rasa ringan
- Tonkotsu Ramen: Menggunakan kaldu dari rebusan tulang babi dalam waktu lama, menghasilkan kuah kental dan creamy
Tips Membuat Ramen yang Lezat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3039562/original/020984200_1580710217-miguel-maldonado-qom5MPOER-I-unsplash.jpg)
Berikut beberapa tips untuk membuat ramen yang lezat:
- Gunakan kaldu yang kaya rasa dengan merebus tulang dalam waktu lama
- Pilih mie berkualitas dengan tekstur kenyal
- Perhatikan waktu memasak mie agar tidak terlalu lembek
- Siapkan topping yang beragam untuk menambah cita rasa dan tekstur
- Sajikan ramen selagi panas untuk pengalaman makan yang optimal
- Eksperimen dengan berbagai bumbu dan topping untuk menemukan kombinasi favorit
Advertisement
Manfaat Kesehatan Ramen
Meski sering dianggap sebagai makanan cepat saji, ramen yang dibuat dengan bahan-bahan berkualitas dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan:
- Sumber energi dari karbohidrat kompleks pada mie
- Protein dari daging dan telur untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh
- Serat dari sayuran yang baik untuk pencernaan
- Kaldu tulang mengandung kolagen dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tulang dan sendi
Namun, perlu diingat untuk mengonsumsi ramen secara bijak dan tidak berlebihan karena kandungan sodium yang cukup tinggi.
Perbedaan Ramen dengan Mie Lainnya
Ramen memiliki beberapa perbedaan dibandingkan jenis mie lainnya:
- Tekstur: Mie ramen memiliki tekstur lebih kenyal dan elastis
- Bahan: Ramen terbuat dari tepung terigu, air, dan kansui (air alkali) yang memberikan warna kuning khas
- Penyajian: Ramen selalu disajikan dengan kuah kaldu khas dan topping yang beragam
- Cita rasa: Ramen memiliki cita rasa yang lebih kompleks berkat perpaduan kaldu dan bumbu khasnya
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Ramen
Apakah ramen bisa dibuat tanpa daging?
Ya, Anda bisa membuat ramen vegetarian dengan menggunakan kaldu sayuran dan mengganti topping daging dengan tahu atau jamur.
Berapa lama ramen bisa disimpan?
Ramen sebaiknya dikonsumsi segera setelah dibuat. Jika terpaksa menyimpan, pisahkan mie dari kuahnya dan simpan dalam wadah tertutup di kulkas maksimal 1-2 hari.
Apakah ramen instan sama dengan ramen asli?
Ramen instan merupakan versi praktis yang cita rasanya berbeda dengan ramen autentik. Ramen asli memiliki kualitas bahan dan kompleksitas rasa yang lebih baik.
Bagaimana cara membuat ramen lebih sehat?
Gunakan mie gandum utuh, perbanyak sayuran, kurangi garam, dan pilih protein tanpa lemak untuk membuat ramen yang lebih sehat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5394044/original/017340400_1761624269-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
![[Fimela] Ramen](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/CL5-G9b-C0XBfDHV167hRDGSfhA=/1280x720/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2964332/original/093124200_1573470873-michele-blackwell-rAyCBQTH7ws-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)