Sukses

Kisah Haru Ayah Tunanetra Besarkan Anak yang Tunanetra

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria tunanetra asal Korea Selatan sempat menjadi sorotan media lantaran ia mengurus anaknya yang masih bayi seorang diri. Perjuangannya diabadikan oleh SBS What On Earth 16 tahun lalu.

Mengurus sang anak dalam keadaan tunanetra mungkin adalah hal yang sulit baginya. Namun, ada hal lain yang membuatnya lebih sedih. Sang anak yang bernama Dae Gun ternyata juga menyandang katarak bawaan sejak lahir.

"Saya menangis, sangat sulit bagi saya untuk hidup seperti ini dan anak lelaki saya harus melalui apa yang saya alami," ujar sang ayah pada SBS.

Beruntung, berkat bantuan seseorang, bayi kecil itu akhirnya mendapatkan operasi. Usai operasi, mata kirinya buta total tapi mata kanannya mampu melihat dunia.

2 dari 3 halaman

16 Tahun Kemudian

Perjuangan sang ayah terus berlanjut, ia memastikan anaknya tumbuh dengan baik. Enam belas tahun kemudian, tim SBS kembali menemui ayah dan anak tersebut.

Kini, Dae Gun sudah berusia 19 tahun. Tinggi badannya melebihi sang ayah. Ia berhasil tumbuh dengan baik dan berprestasi. Lebih sekitar 19 penghargaan berhasil ia dapatkan. Hal ini tentunya membanggakan sang ayah.

Untuk pertama kalinya dalam 16 tahun, remaja berambut hitam ini menyaksikan tayangan SBS yang diambil saat ia masih bayi. Ia larut dalam haru, tak jarang tangannya mengusap air mata yang mengalir di pipi.

“Kenapa kau menangis, kau sudah dewasa,” ujar sang ayah.

Dae Gun menggenggam tangan sang ayah sebelum tayangan selesai. Ia begitu merasakan perjuangan pria tua bersahaja yang sangat dikasihi.

"Saya tidak bisa membayangkan, saya sangat senang karena Ayah. Jika saya tidak mendapat operasi, mungkin saya tidak bisa melihat dunia ini dengan jelas.”

Dulu, sang ayah selalu menggendongnya dan membawanya berkeliling melihat dunia. Kini, saatnya sang anak menjadi mata bagi ayahnya.

Mereka berjalan berpegangan tangan di tepian pantai. Dae Gun menceritakan apa saja yang ada di hadapan ayahnya yang semakin tua itu.

"Dia tumbuh begitu cepat sehingga saya bahkan tidak ingat bagaimana waktu berlalu,” pungkas sang ayah.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Langkah Awal Persiapkan Remaja Difabel Hadapi Masa Puber
Artikel Selanjutnya
Lingkungan Anti Bullying Perlu Diciptakan Termasuk untuk Difabel Intelektual