Katarak pada Anak, Ini Penyebab dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Anak tidak merespons kalau melihat mainan atau cahaya? Konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Bisa jadi tanda katarak.

Diterbitkan 10 April 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Anak juga bisa mengalami katarak, kondisi di mana lensa mata yang jernih menjadi keruh. Hal ini menyebabkan pandangan menjadi buram, kabur, atau berbayang. 

Menurut dokter spesialis mata Friska D. Anggriany, ada beberapa penyebab katarak pada anak. "Nah, kalau katarak yang terjadi pada anak kebanyakan memang penyebabnya adalah faktor genetik. Jadi ada keluar riwayat keluarganya yang mengalami katarak sejak bayi," kata Friska.

Namun, ada juga penyakit katarak pada anak yang disebabkan oleh infeksi pada saat ibunya sedang mengandung. Friska menyebut saat ibunya mengandung mengalami infeksi misalkan karena tokso, rubela, campak, cacar, kemudian ada herpes ataupun penyakit lainnya sehingga kuman masuk ke dalam kandungan. Sehingga terinfeksi dan ketika lahir bayinya tersebut mengalami katarak sejak lahir.

Pada bayi dan anak, tanda ia mengalami katarak yakni penglihatannya sedikit tidak fokus. Jadi saat bayi atau anak tersebut dipanggil namanya, tidak merespons ataupun saat di senter cahaya matanya tidak memberi resposn ataupun berkedip.

Friska mengingatkan kepada orangtua agar lebih waspada saat melihat pada bayi dan anak tidak merespons saat dipanggil atau tidak ada respons kalau melihat mainan atau melihat cahaya.

Pada anak usia sekolah, bisa juga diketahui ketika anak penglihatannya buram sehingga terganggu ketika duduk di barisan belakang. 

"Bisa juga pada saat sekolah anak tersebut turun pelajarannya, tapi ternyata turun pelajarannya tersebut karena dia penglihatannya buram. Di saat di kelas untuk guru-guru mungkin sudah bisa mengawasi kalau ada gejala anak yang selalu datang maju ke depan dan tidak bisa duduk di barisan yang belakang. Artinya penglihatannya buram, bisa saja itu tanda-tanda dari katarak," jelas Friska dalam bincang edukasi kesehatan Rumah Sakit Santo Yusuf Bandung, ditulis Jumat (10/4/2026).

 

Pencegahan Katarak pada Bayi dan Anak

Sebagai langkah antisipasi terjadi katarak kepada anak dapat dilakukan pencegahan sebelum ibu hamil.

"Sebaiknya memeriksakan diri apakah terjangkit penyakit tokso, apakah ada turbellaria (penyakit akibat cacing) ataupun sifat virus. Jadi ada screening sebelum kehamilan sehingga diketahui bahwa ibu tersebut betul-betul sudah sehat dan siap untuk hamil gitu," ungkap Friska.

Friska menyebut pengobatan katarak saat ini memang tidak dapat diobati sepenuhnya. Penggunaan kacamata bagi penderita katarak, sifatnya hanya membantu untuk melihat lebih jelas, tetapi hal tersebut tidak menghilangkan katarak.

Satu-satunya cara untuk menghilangkan katarak hanya dapat dilakukan dengan cara operasi. Waktu terbaik untuk operasi katarak tersebut harus melihat per kasus.

"Untuk bayi katarak yang sudah lahir sebaiknya dilakukan operasi segera jika memang kataraknya tersebut sudah sangat tebal ataupun menutupi satu lensa mata anak tersebut," tutur Friska.

Pada bayi operasi katarak sangat membantu karena matanya sedang dalam masa pertumbuhan. Sehingga jika ada katarak yang ukuran diameternya lebih dari 3 mm sudah wajib dilakukan operasi.