Harga Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Pekan, Ini 3 Faktor Pendorongnya

Harga Bitcoin naik ke US$ 65.500, tertinggi dalam lima pekan. Indodax mengungkap faktor yang menopang penguatan pasar kripto.

Diterbitkan 25 Juli 2026, 15:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat hingga menembus US$ 65.500, level tertinggi dalam sekitar lima pekan terakhir. Kenaikan tersebut juga diikuti sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar, seperti Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL), yang menunjukkan sentimen positif mulai menyebar ke pasar aset digital secara lebih luas.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 65.500, sementara Ethereum (ETH) berada di sekitar US$ 1.880, XRP di level US$ 1,11, dan Solana (SOL) sekitar US$ 75,80.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menilai penguatan pasar kripto saat ini mencerminkan semakin matangnya industri aset digital.

Menurut dia, pembentukan harga kini tidak lagi hanya dipengaruhi sentimen jangka pendek, tetapi juga berbagai faktor fundamental seperti kebijakan ekonomi, perkembangan regulasi, hingga meningkatnya partisipasi investor institusi.

"Penguatan yang terjadi tidak hanya terlihat pada Bitcoin, tetapi juga mulai diikuti oleh sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar. Hal tersebut menunjukkan bahwa sentimen positif mulai dirasakan oleh pasar secara lebih luas. Namun demikian, investor tetap perlu mencermati berbagai faktor fundamental yang dapat mempengaruhi volatilitas pasar ke depan," ujarnya dikutip Sabtu (25/7/2026).

Menurut Aloysia, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pasar kripto semakin terintegrasi dengan perkembangan ekonomi global sehingga investor perlu memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan harga.

 

Regulasi Jadi Angin Segar

Salah satu sentimen yang mendorong optimisme pelaku pasar adalah perkembangan regulasi aset kripto di Amerika Serikat. Aloysia mengatakan kepastian regulasi di negara dengan pasar keuangan terbesar tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memberikan kepastian hukum bagi industri aset digital.

Dalam beberapa hari terakhir, pembahasan CLARITY Act kembali menunjukkan perkembangan positif setelah kerangka regulasinya disetujui. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa ekosistem aset digital di Amerika Serikat akan semakin memiliki aturan yang jelas.

Selain faktor regulasi, minat investor institusi terhadap Bitcoin juga masih terjaga. Berdasarkan data SoSoValue, Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat mencatat arus dana bersih (net inflow) sekitar US$ 430 juta selama dua hari perdagangan pada 20-21 Juli.

Meski bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga Bitcoin, arus dana tersebut menunjukkan permintaan investor terhadap eksposur aset kripto masih cukup kuat.

 

 

Masih Ada Risiko

Pelaku pasar kini juga menantikan sejumlah agenda penting dari Amerika Serikat yang diperkirakan memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk kripto. Di antaranya adalah keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta musim laporan keuangan perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Tesla, dan Intel.

Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan Bitcoin dinilai memiliki korelasi yang cukup erat dengan saham-saham sektor teknologi. Karena itu, hasil laporan keuangan emiten tersebut berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap pasar kripto.

Aloysia mengingatkan investor agar tidak hanya berfokus pada kenaikan harga dalam jangka pendek, melainkan juga memahami faktor-faktor fundamental yang memengaruhi pasar.

"Dalam kondisi pasar seperti saat ini, investor perlu memahami bahwa pergerakan aset kripto dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Karena itu, penting untuk tetap mengedepankan prinsip Do Your Own Research (DYOR), memahami profil risiko masing-masing aset, serta berinvestasi sesuai tujuan keuangan jangka panjang," tutupnya.