Harga Kripto Hari Ini 15 Mei 2026: Bitcoin Cs Kompak Parkir di Zona Hijau

Berikut daftar harga kripto jajaran teratas termasuk bitcoin (BTC) pada Jumat, (15/5/2026).

Diterbitkan 15 Mei 2026, 08:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Jumat (15/5/2026) pukul 6:45 WIB. Mayoritas harga kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali menguat. Bitcoin naik 2,26 persen dalam 24 jam dan 1,34 persen sepekan. 

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 81.075 per koin atau setara Rp 1,42 miliar (asumsi kurs Rp 17.579 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) turut menguat. ETH naik 1,67 persen sehari terakhir dan 1,01 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 40,1 juta per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB naik 1,36 persen dan 7,87 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 11,9 juta per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) kembali berada di zona hijau. ADA menguat 2,70 persen dalam sehari dan 4,38 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 4.755 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga menguat. SOL naik 1,61 persen dalam sehari dan 5,61 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 1,61 juta per koin. 

XRP kembali berada di zona hijau. XRP menguat 4,66 persen dalam sehari terakhir dan 8,46 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 26.101 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) masih menguat. Dalam satu hari terakhir DOGE naik 2,50 persen dan 8,23 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2.024 per token.

 

 

Harga Stablecoin

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di kisaran level USD 1,00, keduanya sama-sama menguat masing-masing 0,45 dan 0,43 persen.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 2,70 triliun atau setara Rp 47.463 triliun, menguat sekitar 2,21 persen dalam sehari terakhir.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

Consensys Menunda IPO Imbas Pasar Kripto Lesu

Sebelumnya,  Concensys yang dikenal dengan produk dompet Ethereum MetaMask telah menunda rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga 2026. Hal ini karena pasar yang lemah dan bergejolak. Ini menambah daftar panjang perusahaan kripto yang menunda rencana IPO pada 2026.

Mengutip Coinmarketcapnews.com, perusahaan yang didirikan oleh salah satu pendiri Ethereum, Joe Lubin telah berupaya mengajukan pernyataan pendaftaran kepada Securities and Exchange Commission (SEC) pada akhir Februari 2026. Pengajuan rahasia biasanya merupakan langkah formal pertama menuju persetujuan IPO. Namun, sayangnya hal itu belum terwujud.

Consensys telah meminta bantuan bank JPMorgan dan Goldman Sachs untuk memimpin penawaran publik, menurut laporan tersebut. Perusahaan terakhir kali dinilai sebesar USD 7 miliar setelah mengumpulkan USD 450 juta dalam putaran Seri D pada awal tahun 2022.

 

Pasar Kripto Lesu

Waktu penundaan ini sangat buruk bagi Consensys. Pasar kripto anjlok tajam pada Februari di tengah ketidakpastian ekonomi, Perang Iran, kekhawatiran tarif, ekspektasi buruk terhadap penurunan suku bunga, dan arus keluar besar-besaran dari ETF Bitcoin. Gelombang likuidasi di seluruh pasar kripto yang menggunakan leverage mengakhiri aksi jual tersebut.

Consensys bukan satu-satunya yang mempertimbangkan kembali rencana dan jadwal IPO-nya. Kraken, salah satu bursa kripto terbesar di AS, menangguhkan IPO senilai miliaran dolar AS pada awal tahun ini, bahkan setelah mengajukan permohonan secara rahasia ke SEC pada akhir tahun 2025.

Pembuat dompet perangkat keras Prancis, Ledger, juga menunda rencana pencatatan saham senilai USD 4 miliar minggu ini, dengan alasan kondisi pasar yang lemah, menurut laporan Cryptopolitan sebelumnya.

Â