Michael Saylor Sebut Siklus 4 Tahunan Bitcoin Resmi Berakhir, Ini Alasannya

Michael Saylor menyatakan siklus 4 tahunan Bitcoin telah berakhir, digantikan oleh arus modal dan kredit.

Diterbitkan 06 April 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - pengusaha, investor, dan pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan bahwa siklus empat tahunan Bitcoin kini telah resmi berakhir.

Melalui pernyataan terbarunya, tokoh yang dikenal sebagai evangelis Bitcoin menilai bahwa posisi Bitcoin di panggung global telah mengalami perubahan fundamental.

Dikutip dari U.Today, Senin (6/4/2026), selama ini, pergerakan harga Bitcoin dikenal erat kaitannya dengan peristiwa “halving” atau pemotongan imbalan bagi penambang. Mekanisme yang sudah diprogram ini diyakini memiliki pengaruh besar terhadap harga aset kripto tersebut.

Halving bahkan sering dianggap sebagai pemicu pola siklus empat tahunan—di mana harga Bitcoin mengalami fase naik (bull run) dan turun (bear market) secara berulang.

Namun, menurut Saylor, era tersebut kini telah berakhir.

Eksekutif yang dikenal kontroversial ini menegaskan bahwa siklus berbasis “supply shock” atau kejutan pasokan tidak lagi menjadi faktor utama penggerak harga Bitcoin.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Harga Bitcoin Kini Didorong Arus Modal dan Kredit

Menurut Michael Saylor, faktor utama yang kini menentukan harga Bitcoin adalah arus modal dan sistem kredit global.

“Harga kini didorong oleh arus modal. Perbankan dan kredit digital akan menentukan arah pertumbuhan Bitcoin,” jelas Michael Saylor.

Artinya, pertumbuhan Bitcoin ke depan tidak lagi bergantung pada mekanisme halving, melainkan pada bagaimana infrastruktur keuangan tradisional, kredit institusional, serta modal dari Wall Street mulai mengadopsi Bitcoin sebagai aset cadangan.

Sementara itu, analis Adam Livingston menilai bahwa Saylor dan perusahaannya, MicroStrategy, telah “memenangkan permainan”.

MicroStrategy disebut telah mengumpulkan Bitcoin dalam jumlah sangat besar hingga menciptakan “parit pertahanan” (moat) yang sulit disaingi.

Biaya yang diperlukan perusahaan lain untuk meniru strategi tersebut dinilai terlalu tinggi. Akibatnya, pelaku pasar lain kini lebih fokus membangun infrastruktur pendukung di bawah dominasi mereka.

Dengan perubahan ini, lanskap Bitcoin disebut memasuki babak baru—di mana kekuatan institusi dan arus modal global menjadi faktor penentu utama.