Liputan6.com, Jakarta - CTO Emeritus Ripple David Schwartz sekaligus salah satu pencipta XRP Ledger, melontarkan kritik tajam terhadap Bitcoin. Ia menyebut mata uang kripto terbesar di dunia itu sebagai “jalan buntu teknologi”.
Schwartz menilai, kesuksesan Bitcoin saat ini tidak lagi ditopang oleh inovasi teknologi. Menurutnya, aspek teknologi justru semakin kurang relevan dalam menentukan posisi Bitcoin di pasar global.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pertanyaan anggota komunitas XRP yang menanyakan apakah ia tertarik kembali terlibat dalam pengembangan Bitcoin.
Advertisement
“Tidak juga. Menurut saya, bitcoin sebagian besar adalah jalan buntu teknologi, dengan alasan yang sama seperti dolar,” tulis Schwartz dikutip dari U Today, Kamis (12/2/2026).
“Teknologinya tampaknya tidak terlalu berpengaruh terhadap kesuksesannya, setidaknya di tingkat blockchain,” tambah David Schwartz.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menjual hampir seluruh kepemilikan Bitcoin miliknya dengan nilai sekitar USD 7.500. Langkah itu disebut sebagai bentuk keyakinannya terhadap masa depan teknologi blockchain yang lebih inovatif.
Schwartz menilai, Bitcoin kini lebih berperan sebagai standar moneter digital dibandingkan sebagai proyek teknologi yang terus berkembang.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Isu Sentralisasi dan Sensor Transaksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937634/original/042390000_1519626842-1.jpg)
Dalam pandangannya, Bitcoin telah mengalami “fosilisasi” sebagai aset moneter, di mana stabilitas lebih diutamakan dibandingkan pembaruan teknologi. Akibatnya, inovasi dinilai menjadi hal sekunder.
Schwartz juga kerap menantang narasi bahwa Bitcoin sepenuhnya terdesentralisasi dan bebas sensor. Ia menyebut, selama lebih dari satu dekade, tidak pernah ada transaksi XRP yang disensor atau diperlakukan tidak adil.
“Selama lebih dari 10 tahun, tidak ada satu pun transaksi XRP yang pernah disensor. Sementara penambang bitcoin secara rutin menunda transaksi yang tidak mereka sukai,” ujarnya dalam pernyataan pada Desember lalu.
Selain itu, Schwartz menyoroti beberapa insiden yang menunjukkan tingkat sentralisasi dalam jaringan Bitcoin. Menurutnya, kondisi tersebut bahkan lebih mencolok dibandingkan gangguan awal yang pernah terjadi pada XRPL.
Ia juga menegaskan bahwa semua blockchain, termasuk Bitcoin, tetap membutuhkan campur tangan manusia saat menghadapi krisis.
“Masalah pada XRP bisa diperbaiki melalui tata kelola XRPL, seperti yang pernah dilakukan Bitcoin pada 2013,” tulisnya.
Page 3 – Sorotan pada Proof of Work dan Risiko Masa Depan
Tak hanya soal sentralisasi, Schwartz juga mengkritik algoritma konsensus proof-of-work (PoW) yang digunakan Bitcoin. Ia menilai sistem tersebut berpotensi memicu risiko jangka panjang.
Menurutnya, banyak pihak ingin mempertahankan PoW karena dianggap sebagai nilai inti Bitcoin. Namun, di sisi lain, biaya yang tinggi dan rendahnya volume transaksi bisa menciptakan “kekosongan keamanan”.
Schwartz menggambarkan skenario “death spiral”, di mana semakin sedikit transaksi yang terjadi, semakin rendah insentif bagi penambang untuk menjaga keamanan jaringan. Jika kondisi ini berlanjut, stabilitas Bitcoin dinilai bisa terancam.
“Orang ingin bitcoin tetap PoW karena itu bagian dari nilai utamanya. Tapi harga tinggi dan transaksi rendah bisa menciptakan celah keamanan,” ujarnya.
Meski menuai kontroversi, kritik Schwartz mencerminkan perdebatan panjang dalam industri kripto soal masa depan Bitcoin. Di tengah persaingan dengan aset digital lain, termasuk XRP, perdebatan soal inovasi, desentralisasi, dan keamanan diperkirakan akan terus berlanjut.
Ke depan, pandangan para tokoh industri seperti Schwartz dinilai akan turut memengaruhi arah perkembangan teknologi blockchain global.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3504864/original/048171300_1625731008-042390000_1519626842-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913228/original/031127900_1643028888-24_januari_2022-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3438115/original/068747600_1619182983-WhatsApp_Image_2021-04-22_at_14.56.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133406/original/5400_1739534519-DALL__E_2025-02-14_19.00.40_-_A_vibrant_digital_illustration_showcasing_multiple_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___Do.jpg)