BTC Jatuh ke Bawah USD 70.000, Sinyal Penting dalam 48 Jam ke Depan

Bitcoin (BTC) turun ke bawah USD 70.000. Pergerakan 48 jam ke depan dinilai krusial menentukan arah harga selanjutnya.

Diterbitkan 06 Februari 2026, 18:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) menembus level psikologis USD 70.000 pada perdagangan sesi Asia, dengan sempat menyentuh USD 69.101 di salah satu bursa utama sebelum kembali stabil di sekitar USD 70.000. Aksi beli bertahap mulai muncul, meski dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh pelaku pasar.

Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (6/2/2026), pergerakan ini tidak terlihat seperti kepanikan sesaat dalam satu candle besar. Sebaliknya, pasar tampak telah menopang level USD 70.000 selama beberapa pekan, sebelum akhirnya menguji area di bawahnya. Kondisi tersebut menjadi sinyal penting bagi proyeksi harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Sepanjang pekan ini, Bitcoin tercatat turun lebih dari 7 persen, sementara secara year to date pada 2026 telah terkoreksi hampir 20 persen. Ether juga bergerak lebih lemah sepanjang tahun ini, meski masih bertahan di atas level psikologis USD 2.000.

Ketika aset kripto utama melemah secara bersamaan, hal itu biasanya menandakan persoalan yang lebih luas. Bukan semata dipicu satu aset atau satu sentimen, melainkan berkaitan dengan biaya uang dan sentimen risiko global, dua faktor utama yang kerap menjadi dasar pergerakan harga Bitcoin.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Mengapa Level USD 70.000 Jadi Titik Tekanan Pasar

Level USD 70.000 sejatinya bukan angka sakral, namun menjadi garis tegas karena banyak trader, institusi, dan sistem algoritma menempatkan order di angka bulat tersebut. Saat harga menembus ke bawahnya, stop loss cenderung terpicu secara beruntun, sementara pembeli menunggu harga yang lebih murah sebelum masuk kembali.

Dinamika inilah yang membuat pergerakan harga bisa semakin cepat meski tanpa kejutan besar baru. Tak heran jika USD 70.000 kini menjadi sorotan utama dalam perdebatan arah harga Bitcoin.

Secara teknikal, Bitcoin telah membentuk lower high menjelang penurunan ini. Setiap reli yang terjadi sebelumnya gagal bertahan lama. Ketika pasar kesulitan mempertahankan kenaikan, harga cenderung melemah perlahan sebelum bergerak tajam di tengah likuiditas yang tipis.

Faktor Pendorong Aksi Jual

Salah satu pemicu utama tekanan harga berasal dari perubahan ekspektasi pasar terhadap kepemimpinan bank sentral dan prospek likuiditas global. Pelaku pasar menilai kebijakan neraca dan arah suku bunga masih berpotensi memperketat kondisi keuangan, meski tekanan inflasi terlihat lebih terkendali.

Dalam kondisi likuiditas yang diperkirakan mengetat, aset spekulatif biasanya terkena dampak lebih awal, dan Bitcoin berada di barisan terdepan.

Tekanan juga datang dari arus dana. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar yang meningkat, dengan lebih dari USD 3 miliar dana ditarik sepanjang Januari. Meski tidak selalu menandakan pasar bearish jangka panjang, arus keluar ini jelas memengaruhi keseimbangan permintaan dan sentimen jangka pendek.

 

Level Kunci dan Sinyal untuk Beberapa Hari ke Depan

Bagi pelaku pasar yang fokus pada grafik harga, level USD 70.000 kini berubah fungsi dari support menjadi area uji ulang. Jika Bitcoin mampu kembali ke atas level tersebut dan bertahan, penurunan ini bisa dipandang sebagai shakeout sementara.

Namun jika harga gagal merebut kembali USD 70.000, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area permintaan berikutnya, di mana investor jangka panjang biasanya mulai mencari peluang akumulasi.

Dari sisi atas, pasar membutuhkan pantulan yang lebih kuat dibanding lonjakan singkat akibat likuidasi. Pemulihan yang sehat umumnya ditandai dengan penutupan harga yang solid di atas resistance yang berhasil direbut kembali, serta didukung pembelian spot yang konsisten, bukan sekadar dorongan leverage.

Tanpa sinyal tersebut, proyeksi harga Bitcoin cenderung tetap berhati-hati, meskipun sempat mencetak penguatan harian.

 

Implikasi untuk Pekan Mendatang

Gambaran besarnya, Bitcoin kembali diperlakukan sebagai aset makro. Ketika ekspektasi likuiditas mengetat, reli menjadi lebih pendek dan penembusan support membawa dampak lebih besar.

Jika arus dana ETF mulai stabil dan kondisi makro tidak memburuk, Bitcoin berpeluang membangun basis harga baru. Namun jika tekanan likuiditas berlanjut, pasar kemungkinan akan terus menguji level yang lebih rendah hingga tekanan jual mereda.

Keseimbangan antara arus dana, likuiditas, dan struktur teknikal inilah yang akan membentuk arah pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat.