Morgan Stanley Ajukan ETF Bitcoin dan Solana, Pertama dari Bank Besar AS

Morgan Stanley jadi bank AS pertama yang mengajukan ETF Bitcoin dan Solana langsung ke SEC.

Diterbitkan 10 Januari 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Raksasa perbankan Amerika Serikat Morgan Stanley resmi mengajukan izin peluncuran exchange-traded fund (ETF) Bitcoin dan Solana. Langkah ini menjadikan Morgan Stanley sebagai bank besar AS pertama yang mengajukan ETF kripto buatan sendiri, bukan sekadar mendistribusikan produk pihak ketiga.

Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (10/1/2026), dokumen pengajuan tersebut disampaikan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada 6 Januari. Dalam pengajuan itu, Morgan Stanley menyatakan akan menawarkan produk ETF spot yang memberikan eksposur langsung terhadap pergerakan harga Bitcoin dan Solana, baik untuk investor ritel maupun institusi.

Langkah ini menandai perubahan strategi Morgan Stanley. Bank tersebut kini membangun kendaraan investasi kripto dengan nama, reputasi neraca, serta basis nasabahnya sendiri, sehingga siap bersaing langsung di pasar ETF kripto yang semakin ramai.

Dua ETF Diajukan ke SEC

Morgan Stanley mengajukan dua dokumen pendaftaran Form S-1 secara terpisah. Pengajuan pertama adalah Morgan Stanley Bitcoin Trust, yakni ETF spot yang dirancang untuk melacak harga Bitcoin setelah dikurangi biaya dan beban operasional.

Pengajuan kedua adalah Morgan Stanley Solana Trust, yang bertujuan mengikuti pergerakan harga Solana. Kedua produk ini dipastikan akan memegang aset kripto secara langsung, tanpa menggunakan kontrak berjangka, derivatif, maupun leverage.

Reuters melaporkan, ini merupakan pertama kalinya bank global yang tergolong systemically important di AS mengajukan ETF kripto buatannya sendiri.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Cara Kerja ETF Bitcoin Morgan Stanley

ETF Bitcoin Morgan Stanley disusun sebagai produk pasif. Artinya, dana ini tidak melakukan strategi jual beli aktif atau mencoba menebak waktu pasar. ETF hanya mengikuti harga Bitcoin berdasarkan tolok ukur yang bersumber dari sejumlah bursa spot utama.

Beberapa karakteristik utama ETF ini antara lain:

  • Dana akan memegang Bitcoin secara langsung
  • Tidak menggunakan leverage maupun derivatif
  • Nilai aset bersih (NAV) dihitung setiap hari
  • Unit ETF dibuat dan ditebus dalam jumlah besar oleh peserta resmi
  • Transaksi dapat dilakukan secara tunai maupun dalam bentuk aset
  • Investor ritel bisa memperdagangkan saham ETF melalui rekening sekuritas

Untuk transaksi Bitcoin yang dilakukan secara tunai, Morgan Stanley akan menggunakan mitra pihak ketiga yang ditunjuk. Sementara itu, Morgan Stanley Investment Management bertindak sebagai sponsor dana.

Hingga kini, Morgan Stanley belum mengungkap kode ticker, bursa tempat pencatatan, kustodian aset kripto, maupun struktur biaya ETF tersebut.

ETF Solana Tambah Pemain Besar di Pasar

Selain Bitcoin, Morgan Stanley juga mengajukan ETF berbasis Solana. Produk ini memiliki struktur serupa, yakni memegang Solana secara langsung tanpa strategi aktif, derivatif, atau leverage.

ETF Solana sendiri tergolong produk baru di pasar AS. ETF spot Solana pertama mulai diperdagangkan pada Oktober 2025 yang dipelopori Bitwise. Sejak itu, sejumlah manajer aset lain seperti VanEck, Fidelity, dan Grayscale turut meluncurkan produk serupa.

Data pasar menunjukkan, total dana kelolaan ETF Solana kini telah melampaui USD 1 miliar, dengan arus masuk bersih mendekati USD 800 juta. Masuknya Morgan Stanley dipandang dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap ETF Solana, yang selama ini didominasi manajer aset, bukan bank besar.