Harga Bitcoin Naik Lebih Dari 80 Persen Sepanjang Semester 1 2023

Melonjaknya harga Bitcoin di akhir Juni disebabkan sentimen positif dari sejumlah perusahaan yang mulai menajajaki kripto.

Diperbarui 05 Juli 2023, 10:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin telah mengalami reli harga yang pesat dimana naik lebih dari 80 persen sepanjang semester satu 2023. Harga BTC naik dari USD 16.000 atau setara Rp 240,2 juta (asumsi kurs Rp 15.013 per dolar AS) hingga mencapai USD 31.000 atau setara Rp 465,4 juta dalam periode 1 Januari hingga 31 Juni 2023. 

Total kapitalisasi pasar aset kripto juga melesat lebih dari 50 persen pada semester satu 2023, dari sekitar USD 760 miliar atau setara Rp 11.409 triliun menjadi USD 1.178 triliun atau setara Rp 17.682 triliun pada 30 Juni 2023. 

Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha, menjelaskan harga Bitcoin ditutup naik 11,98 persen pada Juni 2023. 

“Melonjaknya harga Bitcoin di akhir Juni disebabkan sentimen positif dari sejumlah perusahaan manajer aset skala besar seperti BlackRock, Fidelity dan WisdomTree yang telah mengajukan permohonan lisensi untuk menawarkan produk investasi ETF Bitcoin spot,” kata Panji dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (5/7/2023).

Selain itu, data Coinglass menunjukkan rata-rata harga Bitcoin pada Juli sejak 2013 hingga 2022 naik sekitar 9,18 persen. Hal ini menandakan adanya peluang Bitcoin lanjut menguat di Juli 2023 berdasarkan data tersebut. 

“Sepanjang 11 hari terakhir, Bitcoin masih kokoh bertengger di atas USD 30.000 dengan pergerakan cenderung datar,” jelas Panji.

Harga BTC sempat turun pada Sabtu pekan lalu, didorong oleh pernyataan Securities Exchange Commision (SEC) yang menyatakan aplikasi pengajuan ETF Bitcoin Spot oleh sejumlah perusahaan manajer aset pendaftaran kurang lengkap dan memerlukan informasi lebih lanjut sebelum dipertimbangkan untuk disetujui.

Kenaikan Bitcoin Dorong Harga Altcoin

Menguatnya Bitcoin juga mendorong kenaikan harga altcoin (alternative coin) atau aset kripto selain Bitcoin. Beberapa altcoin telah mencuri perhatian dengan kenaikan yang impulsif dalam periode tujuh hari terakhir. 

 

Sentimen di Industri Kripto

Beberapa altcoin seperti Bitcoin Cash (BCH) naik 29,55 persen dan Litecoin menguat 21,16 persen. Beberapa token Decentralized Finance (DeFi) juga bertengger di zona hijau seperti Compound (COMP) melesat 64,24 persen dan Maker (MKR) naik 39,24 persen.

Sentimen di Industri Kripto

Dari sisi industri kripto, ada beberapa kabar positif yang berpotensi mendorong kenaikan harga aset kripto pada Juli ini. MicroStrategy mengumumkan, kembali membeli 12.333 bitcoin. Saat ini total kepemilikan Bitcoin MicroStrategy sebanyak 152.333 BTC.

Di sisi lain industri kripto Inggris berpotensi akan berkembang positif setelah regulator meresmikan Rancangan Undang-undang Layanan dan Pasar Keuangan 2023 menjadi Undang-Undang negara. Undang-undang baru ini akan menjadi batu loncatan dalam pengembangan peraturan keuangan independen Inggris setelah berhasil keluar dari Uni Eropa. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Pasar Kripto Cetak Penutupan Kuat pada Kuartal II 2023

Sebelumnya, pasar kripto berhasil membukukan penutupan yang kuat untuk kuartal dua 2023 di tengah sentimen dari Securities and Exchange Commission (SEC) kepada industri kripto. 

Dilansir dari Yahoo Finance, Senin (3/7/2023), pada penutupan, Bitcoin turun di bawah 1 persen menjadi sekitar USD 30.300 atau setara Rp 454,2 juta (asumsi kurs Rp 14.993 per dolar AS).

Bitcoin iperdagangkan relatif datar sejak naik di atas angka USD 30.000 atau setara Rp 449,7 juta pada 23 Juni. Sementara itu, Ether menguat 4 persen menjadi USD 1.923 atau setara Rp 28,83 juta.

Rintangan Industri Kripto

Sepanjang kuartal dua 2023, industri kripto melewati berbagai rintangan yang mempengaruhi gerak pasar kripto. Mulai dari dua exchange kripto terbesar di AS yaitu Binance US dan Coinbase yang dituntut oleh SEC, hingga BlackRock dan Fidelity dapat menghadapi rintangan dengan aplikasi ETF Bitcoin spot yang baru-baru ini diajukan. 

Menurut Reuters, kekhawatiran diajukan oleh SEC mengenai kegagalan bursa untuk memasukkan rincian platform perdagangan kripto yang akan membantu mendeteksi penipuan di pasar spot yang mendasarinya.

Sejak itu CBOE telah mengajukan ulang aplikasi atas nama Fidelity, Van Eck, Invesco, dan WisdomTree. Semua pengajuan menyebut Coinbase, pertukaran kripto AS terkemuka, sebagai mitra potensial.

Reli di Sektor DeFi

Aset kripto di sektor DeFi menjadi peraih teratas termasuk token MKR Maker, dengan lonjakan 14 persen, diikuti oleh token Aave, yang sempat naik 9 persen. Adapun kripto CRV Curve dan OP Optimism juga naik sekitar 8 persen.

Meskipun begitu, keseluruhan volume pertukaran terdesentralisasi turun 1,7 persen minggu ini menjadi USD 15,9 miliar atau setara Rp 238,3 triliun. 

Selain Bitcoin dan Ether, cryptocurrency teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, tidak termasuk stablecoin, membukukan keuntungan minimal 2 persen. Litecoin memimpin dengan kenaikan 24 persen, diikuti oleh Bitcoin Cash (BCH) dengan lonjakan 22 persen, dan Solana (SOL) dengan kenaikan 8 persen.