Sukses

Harga Kripto Hari Ini 8 Agustus 2022: Bitcoin dkk Menguat Terbatas

Liputan6.com, Jakarta - Mengawali pekan kedua Agustus, harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Senin, 8 Agustus 2022. Beberapa kripto berhasil menguat tipis dan sisanya harus kembali melemah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin (8/8/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat tipis 0,43 persen, tetapi masih melemah 0,94 persen selama sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 23.290 per koin atau setara Rp 348 juta (asumsi kurs Rp 14.946 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) turut menguat tipis pada pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH naik 0,02 persen dan 1,04 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.717 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih melanjutkan penguatan. Dalam 24 jam terakhir BNB melesat 1,57 persen dan 13,63 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 323,66 per koin. 

Kemudian Cardano kembali menguat. Dalam satu hari terakhir ADA melesat 3,24 persen dan 1,57 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,5339 per koin.

Adapun Solana (SOL) berhasil kembali pulih dari koreksi. Sepanjang satu hari terakhir SOL menguat 1,17 persen, tetapi masih melemah 4,09 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 41,13 per koin.

XRP turut menguat pada perdagangan pagi ini. XRP naik 0,32 persen dalam 24 jam terakhir. Namun masih melemah 2,96 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3753 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) melemah 0,1 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya turun sedikit ke level USD 0,9998.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam terakhir berhasil menguat dan menyentuh USD 1,1 triliun dari sebelumnya hanya di kisaran USD 1 triliun.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Harga Bitcoin Meningkat 9 Persen dalam 7 Hari Terakhir

Sebelumnya, pergerakan pasar aset kripto menjelang akhir pekan pertama Agustus 2022, terlihat terjadi sedikit penguatan. Sepanjang pekan ini, pasar kripto mengalami pergerakan harga yang cukup berombak. Penguatan di pasar kripto pun tak sekuat seperti pekan lalu. 

Berdasarkan pantauan data dari Coinmarketcap, Jumat sore, 5 Agustus 2022, mayoritas kripto jajaran teratas berdasarkan kapitalisasi pasarnya berada di zona hijau dengan penguatan tipis. Misalnya Bitcoin menguat 0,48 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 23.176 atau setara Rp 345 juta. 

Mengenai pergerakan pasar kripto dan bitcoin pada pekan pertama Agustus 2022, Country Manager, Luno Indonesia, Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan, Juli menjadi bulan terbaik tahun ini untuk pasar aset kripto. Hal ini karena Indeks Kapitalisasi Menengah, Kecil, dan Besar masing-masing telah tumbuh sebesar 40 persen, 30 persen, dan 26 persen.

“Harga Bitcoin juga meningkat 9 persen dalam tujuh hari terakhir dan diperdagangkan di rentang USD 18,000 atau sekitar Rp 68 juta hingga USD 24,000 (Rp 356 juta), di mana investor telah kembali berinvestasi Bitcoin di rentang harga tersebut,” jelas Jay dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 5 Agustus 2022.

Adapun Jay menambahkan, tren positif di pasar aset kripto belakangan ini didorong oleh meningkatnya optimisme pasar setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) minggu lalu saat Bank Sentral AS (The Fed) diprediksi akan memangkas suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Ingin Fokus pada Bitcoin, Michael Saylor Tinggalkan Posisi CEO MicroStrategy

Michael Saylor dari MicroStrategy meninggalkan perannya sebagai CEO untuk menjadi Ketua Eksekutif perusahaan, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh perusahaan pada Selasa, 2 Agustus 2022 Nantinya, Presiden perusahaan, Phong Le, akan mengambil alih kendali dari Saylor.

Sebagai Ketua Eksekutif Saylor akan dapat lebih fokus pada strategi akuisisi bitcoin dan inisiatif advokasi bitcoin terkait, sementara Phong akan diberdayakan sebagai CEO untuk mengelola operasi perusahaan secara keseluruhan.

Saylor telah berperan sebagai kepala eksekutif sejak meluncurkan perusahaan pada 1989. MicroStrategy go public pada 1998. Saham MicroStrategy telah turun lebih dari 48 persen pada 2022. Bitcoin turun lebih dari 51 persen selama periode waktu yang sama. 

Hal ini tentunya memengaruhi perusahaan karena jumlah eksposure pada Bitcoin yang cukup banyak.

“Saya percaya bahwa pemisahan peran Ketua dan CEO akan memungkinkan kami untuk lebih mengejar dua strategi perusahaan kami untuk memperoleh dan memegang bitcoin dan mengembangkan bisnis perangkat lunak analitik perusahaan kami,” kata Saylor dalam keterangan tertulis, dikutip dari CNBC, Rabu (3/8/2022). 

 

 

4 dari 4 halaman

Tambahkan Bitcoin ke Neraca Perusahaan

Pengumuman itu muncul saat perusahaan mengumumkan pendapatan kuartal kedua, di mana total pendapatannya turun 2,6 persen dibandingkan tahun lalu. Perusahaan juga melaporkan biaya penurunan nilai sebesar USD 918 juta atau sekitar Rp 13,6 triliun pada nilai aset digitalnya, mungkin terutama bitcoin.

MicroStrategy telah menambahkan bitcoin ke neraca perusahaannya selama dua tahun terakhir. Perusahaan sekarang telah menghabiskan hampir USD 4 miliar untuk memperoleh bitcoin dengan harga rata-rata USD 30.700.

MicroStrategy telah menggunakan utang perusahaan untuk membeli bitcoin, dan pada Maret, Saylor memutuskan untuk mengambil langkah lain menuju normalisasi keuangan yang didukung bitcoin ketika ia meminjam USD 205 juta menggunakan bitcoinnya sebagai jaminan untuk membeli lebih banyak cryptocurrency.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS