Sukses

Harga Kripto Hari Ini Jumat 27 Mei 2022: Bitcoin cs Kembali Bertengger di Zona Merah

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau kembali alami pergerakan harga yang kompak pada Jumat pagi (27/5/2022). Mayoritas kripto jajaran teratas harus kembali berada di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat pagi, 27 Mei 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah tipis 0,56 persen dalam 24 jam dan 1,87 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 29.627,70 per koin atau setara Rp 432,8 juta (asumsi kurs Rp 14.610 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga masih melemah hari ini. Selama 24 jam terakhir, ETH turun 6,33 persen dan 8,35 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.840,08 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin yang sebelumnya menguat, kini kembali melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB rontok tipis 4,58 persen tetapi masih menguat 2,99 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 313,25 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) juga masih melemah pagi ini. Dalam satu hari terakhir ADA merosot 5,84 persen dan 7,20 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4864 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga masih berada di zona merah. Sepanjang satu hari terakhir SOL melemah 8,07 persen dan 13,02 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 44,67 per koin.

XRP juga masih merosot hari ini. Dalam satu hari terakhir, XRP ambles 2,05 persen dan 4,31 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3987 per koin. 

LUNA kembali melemah setelah kemarin sempat menguat. LUNA ambles 26,50 persen dalam 24 jam terakhir dan 4,32  persen dalam sepekan. Saat ini Terra dihargai USD 0,0001361 per koin.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat, 0,01 persen dan 0,06 persen. Dengan begitu membuat USDT berada di level USD 0,9991. Sedangkan USDC  dihargai USD 1,00.

Binance USD (BUSD) melemah 0,04 persen dalam 24 jam terakhir. Saat ini harga BUSD turun sedikit ke level USD 0,9997 per koinnya. 

Sedangkan Stablecoin Terra, Terra USD (UST) melemah 25,42 persen dalam 24 jam terakhir. Membuat harganya berada di level USD 0,06937.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pergerakan Harga Bitcoin Membaik pada Pekan Keempat Mei 2022

Sebelumnya, kripto masih mengalami naik turun sejak beberapa pekan terakhir. Meskipun begitu pada pekan keempat Mei 2022, harga kripto terpantau lebih stabil dibandingkan dua minggu lalu. 

Mengenai pergerakan pasar di minggu keempat Mei 2022, Country Manager Luno Indonesia, Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan harga Bitcoin terpantau turun dalam delapan minggu terakhir. Minggu lalu, harga Bitcoin turun 3 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 29,245 (sekitar Rp 428 juta).

“Meski demikian, hal tersebut mengindikasikan pergerakan Bitcoin sudah mulai membaik dari minggu sebelumnya yang turun 13 persen, sehingga dapat dikatakan berada di titik stabilisasi di kisaran hingga USD 30,500 (sekitar Rp 446 juta),” ujar Jay dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (26/5/2022). 

Sementara itu, Ethereum diperdagangkan di kisaran USD 1.970 (sekitar Rp28 juta), atau turun 4 persen,” lanjut dia. 

Jay menambahkan saat ini indeks Fear and Greed masih berada di level Extreme Fear. Menurutnya, jika melihat indeks tersebut secara historis, investasi Bitcoin pada level ini banyak dilakukan oleh investor atau trader dan cenderung menguntungkan. 

“Namun, perlu juga diingat, pergerakan di masa lalu tidak merepresentasikan pergerakan di masa yang akan datang,” pungkas Jay. 

Sejak awal Mei 2022, pasar kripto dihantam oleh berbagai kejadian mulai dari ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, inflasi tinggi hingga potensi resesi, dan kebijakan The Fed yang mulai hawkish. 

Hal-hal tersebut diperparah dengan adanya tragedi yang menimpa dua token jaringan Terra yaitu Luna coin dan Terra USD (UST) yang harganya sempat terkoreksi sangat dalam. 

 

3 dari 4 halaman

Analis: Tekanan Jual dan Volatilitas Masih Pengaruhi Pasar Kripto Turun

Sebelumnya, Cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan sekitar USD 29.700 atau setara Rp 434,1 juta, naik sedikit dalam 24 jam terakhir. 

Ethereum, kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, turun lebih dari 1 persen, masih diperdagangkan sedikit di bawah level USD 2.000 yang telah ditempati selama minggu ini. 

Kripto lainnya bercampur, beberapa naik sedikit dan yang lain turun, meskipun token metaverse MANA dan SAND memiliki hari yang baik dengan SAND naik lebih dari 7 persen pada satu titik. TRX juga baru-baru ini naik lebih dari 5 persen.

Sejumlah analis pasar kripto mengatakan bitcoin akan tetap berada di kisaran USD 28.500 hingga USD 35.000 sejak runtuhnya terra USD (UST). 

CEO manajer aset kripto Grayscale Investments, Michael Sonnenshein mengatakan "tekanan jual" dan volatilitas dalam aset digital jadi tren yang sama yang menginfeksi kelas investasi lainnya.

“Apakah itu teknologi, kripto, atau apa pun, saya tidak dapat memikirkan banyak hal yang telah terlindung dari kemunduran baru-baru ini. Ada juga peristiwa seperti Terra yang menyebabkan tekanan jual tambahan,” ujar Sonnenshein dikutip dari CoinDesk, Kamis (26/5/2022). 

Namun, Sonnenshein tetap optimistis kripto dapat kembali menemukan pijakannya setelah berbagai fenomena yang terjadi. 

4 dari 4 halaman

Kenaikan Suku Bunga The Fed

Di sisi lain, menurut risalah yang dirilis Rabu, dari pertemuan terakhir mereka, pejabat Federal Reserve mengindikasikan mereka harus menaikkan suku bunga sebesar 0,5 persen di masing-masing dari dua pertemuan berikutnya. 

Bank sentral AS menaikkan suku bunga dengan kenaikan yang sama pada 4 Mei, tetapi terus menghadapi kritik karena tidak mengadopsi solusi moneter yang lebih hawkish lebih cepat untuk menjinakkan kenaikan harga. 

Saham melakukan hak lebih baik daripada yang mereka lewati selama beberapa bulan terakhir dengan Nasdaq yang padat teknologi naik 1,5 persen dan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average meningkat lebih moderat. 

Kripto dan saham telah menderita beberapa pekan terakhir karena investor telah menjauh dari aset berisiko. Emas dan imbal hasil pada Treasuries 10-tahun juga ikut merosot.