Sukses

Harga LUNA Coin Ambles, CEO Terraform Do Kwon Bertekad Atasi Krisis Ini

Liputan6.com, Jakarta - CEO Terraform, Do Kwon telah mendesak pemegang LUNA untuk "tetap kuat," karena harga bergerak semakin mendekati nol. Setelah Stablecoin UST kehilangan keseimbangan dengan USD, harga LUNA telah jatuh ke level terendah baru pagi ini.

Kwon memberikan pembaruan yang lebih substansial kepada komunitas Terra baru-baru ini melalui cuitan di Twitter. 

“Saya memahami 72 jam terakhir sangat berat bagi Anda semua. Ketahuilah saya bertekad untuk bekerja dengan Anda semua untuk mengatasi krisis ini, dan kami akan membangun jalan keluar dari ini,” ujar Kwon dikutip dari Bitcoin.com, Kamis (12/5/2022). 

“Sebelum hal lain, satu-satunya jalan ke depan adalah menyerap pasokan stablecoin yang ingin keluar sebelum UST dapat mulai re-peg,” lanjut Kwon, dia juga memberikan beberapa prospek teknis untuk mengurangi penurunan pasokan UST.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis (12/5/2022) pagi harga LUNA telah menyentuh USD 0,8488 atau sekitar Rp 12,353, turun 94,24 persen dalam 24 jam terakhir dan 99,03 persen dalam sepekan. Tak lama sebelumnya, harga LUNA masih berada di kisaran USD 1,50.

Sedangkan untuk Terra USD (UST) harganya berada di level USD 0,7525 turun 4,56 persen dalam 24 jam terakhir dan 24,71 persen dalam sepekan. Tak lama sebelumnya, UST masih bertengger di kisaran harga USD 0,8000 per koin. 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Harga Kripto Kamis Pagi 12 Mei 2022

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto jajaran teratas masih terus melanjutkan keterpurukan. Kripto jajaran teratas masih kompak alami koreksi cukup dalam.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis pagi (12/5/2022), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 5,20 persen dalam 24 jam dan 26,91 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 29.052,63 per koin atau setara Rp 422,5 juta (asumsi kurs Rp 14.544 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga masih melemah. Selama 24 jam terakhir, ETH anjlok 9,17 persen dan 28,44 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 2.099,24 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin juga masih melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB ambles 13,15 persen dan 32,20 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 272,66 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) juga masih berkutat di zona merah. Dalam satu hari terakhir ADA melemah 15,40 persen dan 41,19 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,5262 per koin.

Adapun Solana (SOL) masih melemah pagi ini. Sepanjang satu hari terakhir SOL melemah 25,51 persen dan 47,31 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 48,63 per koin.

 

3 dari 4 halaman

Harga Kripto Lainnya

XRP juga masih terkoreksi sangat dalam. Dalam satu hari terakhir, XRP turun 17,32 persen dan 35,41 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,4178 per koin. 

Terra (LUNA) melemah sangat dalam. Terra anjlok 92,21 persen dalam 24 jam terakhir dan 98,56 persen dalam sepekan. Saat ini Terra dihargai USD 1,24 per koin.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini alami pergerakan harga yang berlawanan. USDT melemah 0,37 persen. Hal tersebut membuat harganya turun ke level USD 0,9962.

USD Coin menguat 0,11 persen yang membuat harganya bertahan di level USD 1,00. Stablecoin lainnya, Binance USD (BUSD) menguat 0,51 persen dalam 24 jam terakhir. Kini BUSD dibanderol USD 1,00 per koinnya. 

Sedangkan Stablecoin Terra, Terra USD (UST) menguat 1,03 persen dalam 24 jam terakhir. Namun harganya masih bertahan di level USD 0,7895.

4 dari 4 halaman

Pasar Kripto Masih Lesu, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, pasar kripto masih melanjutkan keterpurukan sejak sepekan terakhir. Bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya masih stagnan bertahan di zona merah. 

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin (9/5/2022) siang, harga Bitcoin berada di kisaran harga USD 33.667 atau sekitar Rp 490,3 juta (asumsi kurs Rp 14.565 per dolar AS. 

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menuturkan, penurunan drastis yang dialami pasar kripto secara fundamental saat ini disebabkan oleh kenaikan suku bunga AS oleh the Fed untuk menekan inflasi. 

"Faktor yang mempengaruhi harga kripto terutama Bitcoin turun adalah kenaikan suku bunga di AS untuk menekan inflasi. Bank sentral global juga alami inflasi cukup tinggi dampak konflik Rusia-Ukraina. Apalagi negara yang berikan sanksi pada Rusia, inflasi-nya cukup tinggi,” ujar Ibrahim ketika dihubungi Liputan6.com, Senin, 9 Mei 2022.

Pada Rabu mendatang, AS akan merilis data inflasi, menurut Ibrahim, kemungkinan tingkat inflasi akan mengarah ke 9 persen dari yang sebelumnya 8,5 persen. 

“Tingkat inflasi yang tinggi ini bisa membuat pemerintah AS ketar-ketir dan risiko terjadi resesi juga cukup besar. Resesi ini juga tidak hanya bisa terjadi di AS tapi di negara besar seperti Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya. Resesi ini juga dapat memicu penurunan harga kripto,” jelas dia. 

Di sisi lain, untuk Bitcoin Ibrahim mengatakan secara teknikal masih menunjukkan tren penurunan. Harga saat ini yang berada di kisaran USD 33.000 masih bisa terkoreksi lebih dalam lagi. 

"Dari analisis teknikal pertama, Bollinger Band, untuk daily mengindikasikan 70 persen itu masih akan melemah. Kemudian analisis kedua, moving average ini juga masih mengindikasikan Bitcoin akan jatuh,” tutur Ibrahim

“Teknikal ketiga, Stochastic sendiri mengindikasikan Bitcoin masih akan jatuh, itu kelihatan 70 persen turun. Inilah kemungkinan besar Bitcoin yang saat ini ada di USD 33.500 bisa turun di USD 30.000-an dan bisa saja menyentuh USD 29.000 itu level terakhir,” lanjut dia. 

Meskipun begitu, menurut Ibrahim, harga Bitcoin dan kripto lainnya masih berpotensi untuk kembali melonjak jika ada faktor pendorong dari konflik Rusia-Ukraina. 

"Pada 9 Mei, Rusia melakukan peringatan kemenangan atas Nazi pada perang dunia ke-2. Nah kita masih belum tahu apakah perang yang terjadi saat ini akan menjadi perang dunia ke-3 atau tidak. Jika informasi perang ke-3 benar, maka akan membawa harga Bitcoin melambung tinggi lagi yang secara teknikal harga terendah berada di USD 29.000,” pungkas Ibrahim.