6 Cara Mengingatkan Seseorang tentang Janji yang Terlewat tanpa Terdengar Menuduh

Berikut 6 cara mengingatkan seseorang tentang janji yang terlewat tanpa menuduh, agar komunikasi tetap terjaga dan saling memahami.

Diterbitkan 03 November 2026, 11:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam sebuah hubungan pertemanan, keluarga, maupun pekerjaan, sebuah janji seringkali batal karena lupa. Kadang, kita merasa tidak enak untuk mengingatkan kembali hal yang sebelumnya disepakati.

Meski begitu, kita tidak perlu khawatir karena ada cara yang elegan untuk menyampaikannya. Sebagaimana dikutip dari laman American Psychological Association (APA) melalui "Cara Menjaga Hubungan Tetap Sehat" langkah sederhananya adalah dengan mengungkapkannya secara terbuka agar pihak yang merasa lupa bisa memahami sudut pandang masing-masing.

Bagi yang saat ini sedang bingung tentang cara mengingatkan orang lain tentang janji yang terlewat, berikut Liputan6 hadirkan selengkapnya, Selasa (3/11).

1. Mulai Percakapan dengan Pertanyaan

Sebagaimana disampaikan sebelumnya, keterbukaan menjadi hal yang penting untuk mengingatkan hal terlupa. Di sini, langkah awal bisa dimulai dengan cara menyampaikan pertanyaan terkait alasan terlupanya janji tersebut.

Dari pertanyaan tersebut, lawan bicara akan diberi kesempatan untuk mengingat kembali pembicaraan sebelumnya. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah ia memang lupa atau sedang menghadapi keadaan yang membuatnya belum bisa memenuhi janji.

Jika dirinya belum memberikan jawaban, beri waktu untuk menjelaskan. Tujuan percakapan sendiri untuk mengingatkan kesepakatan, bukan mencari kesalahan.

2. Sampaikan Kembali Isi Janji secara Spesifik

Selanjutnya, dalam keterbukaan tersebut isi janji yang telah disepakati sebelumnya akan lebih mudah tersampaikan. Penting untuk menjelaskan waktu, kegiatan, atau hal yang sebelumnya sudah dibicarakan agar orang tersebut memahami betapa pentingnya janji tersebut.

Misalnya, Anda bisa mengatakan, "Kemarin kan kita sepakat membahas rencana diskusi ini. Kapan kamu punya waktu untuk melanjutkannya?" Kalimat tersebut berfokus pada kesepakatan dan tindak lanjut, bukan pada perilaku orang yang bersangkutan.

Di momen itu, sebisa mungkin hindari menggabungkan beberapa kejadian lama dalam satu percakapan. Membahas satu janji terlebih dahulu akan membantu kedua pihak memahami persoalan yang sedang dibicarakan tanpa melebar ke masalah lain.

3. Gunakan Kalimat yang Menjelaskan Kebutuhanmu

Ketika janji yang terlewat memengaruhi rencana, sampaikan dampaknya yang terjadi karena peran yang ia tinggalkan. Cara ini membantu lawan bicara memahami alasan kamu mengangkat persoalan tersebut tanpa merasa sedang dinilai.

Contohnya, "Aku perlu memastikan jadwalnya karena ada laporan yang harus aku susun." Kalimat ini menjelaskan kebutuhanmu untuk memperoleh kepastian tanpa menuduh orang tersebut sengaja mengabaikan kesepakatan.

Dengan menyampaikan persoalan dan tetap memperhatikan cara berkomunikasi serta mendengarkan sudut pandang orang lain bisa membantu menghadapi perbedaan dalam hubungan.

4. Pilih Waktu yang Tepat untuk Mengingatkan

Waktu menyampaikan juga akan memengaruhi efektifnya percakapan. Jika memungkinkan, pilih kesempatan ketika kamu dan lawan bicara bisa berbicara tanpa terganggu kegiatan lain. Hindari menyampaikan persoalan saat seseorang sedang terburu-buru atau ketika percakapan berlangsung di hadapan banyak orang.

Kamu juga bisa mengirim pesan singkat apabila bertemu langsung belum memungkinkan. Misalnya, "Aku ingin memastikan lagi soal rencana pertemuan kemarin. Apakah rencana itu masih bisa dijalankan?"

Sesuaikan cara mengingatkan dengan hubungan yang terjalin. Untuk urusan pekerjaan, sampaikan pesan secara langsung dan sertakan tenggat waktu jika diperlukan. Dalam hubungan pertemanan atau keluarga, gunakan gaya percakapan yang biasa kalian gunakan.

5. Berikan Kesempatan untuk Menjelaskan

Janji yang terlewat tidak selalu berarti seseorang sengaja mengingkarinya. Ia mungkin lupa, mengalami perubahan jadwal, atau menghadapi persoalan yang belum sempat diceritakan. Karena itu, berikan kesempatan untuk menjelaskan sebelum menyimpulkan alasan di balik tindakannya.

Kamu bisa bertanya, "Apakah ada perubahan rencana yang perlu kita bicarakan?" Pertanyaan ini membuka ruang bagi orang tersebut untuk menyampaikan keadaan yang sedang dihadapi tanpa merasa harus memberikan pembelaan.

Dengarkan jawabannya sampai selesai sebelum menanggapi. Jika memang ada kendala, diskusikan pilihan yang bisa dilakukan bersama. Namun, jika ia belum bisa memenuhi janji, kamu tetap berhak meminta kepastian agar bisa mengatur rencana berikutnya.

6. Sepakati Tindak Lanjut yang Bisa Dilakukan

Setelah membicarakan janji yang terlewat, lanjutkan percakapan dengan menentukan langkah berikutnya. Kamu bisa menanyakan kapan kesepakatan tersebut bisa dilaksanakan atau apakah perlu mengubah rencana. Dengan demikian, pembicaraan tidak berhenti pada pengingat, tetapi menghasilkan keputusan yang bisa diikuti kedua pihak.

Misalnya, sampaikan, "Kalau belum bisa hari ini, kapan waktu yang memungkinkan untukmu?" Pertanyaan tersebut membantu menentukan jadwal tanpa memaksa seseorang memberikan jawaban yang belum bisa dipastikan.

Jika janji kembali terlewat, bicarakan dampaknya dan tentukan batasan yang diperlukan. Kamu bisa menyusun rencana lain apabila kesepakatan itu memengaruhi pekerjaan atau kegiatanmu. Mengingatkan seseorang berarti menyampaikan kebutuhan dan mencari kepastian, bukan mengambil alih tanggung jawabnya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengingatkan Seseorang tentang Janji yang Terlewat

1. Bagaimana cara mengingatkan seseorang tanpa membuatnya tersinggung?

Gunakan pertanyaan yang merujuk pada kesepakatan dan hindari tuduhan atau sindiran.

2. Apa yang harus dilakukan jika seseorang lupa pada janjinya?

Ingatkan kembali isi janji, lalu tanyakan apakah rencana tersebut masih bisa dilaksanakan.

3. Apakah boleh mengingatkan janji melalui pesan singkat?

Boleh. Sampaikan maksud secara langsung, sopan, dan sertakan informasi yang diperlukan.

4. Bagaimana jika seseorang terus mengingkari janji?

Bicarakan dampaknya, minta kepastian, dan tentukan batasan agar rencana pribadimu tidak terus terganggu.

5. Kapan waktu yang tepat untuk mengingatkan seseorang tentang janji?

Pilih waktu yang memungkinkan kedua pihak berkomunikasi tanpa terganggu kegiatan lain.