Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan makan di luar rumah seringkali dilakukan oleh orang-orang di kawasan urban. Biasanya mereka lebih memilih untuk tidak memasak, dan menghidangkan makanan dengan cepat.
Dalam sebuah studi dari Consumers' Convenience Orientation Towards Meal Preparation: Conceptualization and Measurement yang ditulis M.J.J.M. Candel dan diterbitkan dalam jurnal Appetite pada 2001 membahas kecenderungan konsumen dalam mengutamakan kepraktisan saat menyiapkan makanan. Penelitian tersebut menemukan hubungan antara orientasi kepraktisan, kesenangan memasak, keterlibatan terhadap produk makanan, dan beban peran yang dirasakan seseorang.
Meski demikian, kebiasaan jarang makan di rumah tidak bisa langsung digunakan untuk menilai kepribadian seseorang. Lantas apa ciri kepribadian orang yang jarang makan di rumah? Untuk mengetahuinya, berikut selengkapnya dihadirkan Liputan6, Senin (2/11).
Advertisement
1. Mengutamakan Kepraktisan dalam Menjalani Aktivitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4552645/original/064170500_1693044406-ali-inay-y3aP9oo9Pjc-unsplash.jpg)
Orang yang jarang makan di rumah mungkin memiliki kecenderungan untuk memilih sesuatu yang praktis. Mereka biasanya mempertimbangkan waktu dan tenaga sebelum memutuskan bagaimana memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk ketika menentukan makanan yang akan dikonsumsi.
Membeli makanan di luar dianggap lebih sederhana karena tidak perlu melewati proses berbelanja bahan, menyiapkan peralatan, memasak, hingga membersihkan dapur. Pilihan ini bisa terasa membantu ketika seseorang memiliki banyak pekerjaan atau kegiatan yang harus diselesaikan dalam waktu terbatas.
Kebiasaan tersebut memperlihatkan bahwa kepraktisan menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan. Namun, bukan berarti orang yang memilih cara ini selalu malas atau tidak menyukai pekerjaan rumah. Bisa saja mereka sedang menyesuaikan penggunaan waktu dengan tanggung jawab lain yang dianggap lebih mendesak.
2. Cenderung Memilih Kemudahan daripada Proses yang Panjang
Menyiapkan makanan sendiri membutuhkan beberapa tahapan yang harus dilakukan secara berurutan. Mulai dari menentukan menu, membeli bahan, mengolah makanan, hingga membersihkan peralatan setelah selesai digunakan. Bagi sebagian orang, rangkaian kegiatan tersebut terasa cukup menyita waktu.
Orang yang lebih sering makan di luar mungkin cenderung memilih hasil akhir yang bisa diperoleh dengan cepat. Mereka lebih tertarik mendapatkan makanan yang sudah siap disantap daripada menghabiskan waktu untuk melalui proses pembuatannya.
Pola ini juga bisa terlihat dalam keputusan sehari-hari lainnya. Seseorang mungkin lebih menyukai layanan yang memudahkan pekerjaan, memilih fasilitas yang menghemat waktu, atau menggunakan bantuan pihak lain untuk menyelesaikan kebutuhan tertentu. Kepraktisan menjadi pertimbangan ketika mereka harus menentukan pilihan.
Advertisement
3. Kurang Terbiasa Mengatur Pengeluaran Makan secara Terperinci
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4686430/original/077983100_1702550306-libby-penner-4CnaFQRDI0A-unsplash.jpg)
Membeli makanan di luar secara berulang bisa membuat pengeluaran harian semakin beragam. Biaya sarapan, makan siang, makan malam, minuman, serta layanan pesan antar mungkin terlihat kecil jika dihitung satu per satu, tetapi jumlahnya bisa meningkat ketika dikumpulkan selama sebulan.
Sebagian orang mungkin lebih sering mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan saat itu tanpa mencatat berapa banyak uang yang sudah digunakan untuk membeli makanan. Mereka merasa pengeluaran tersebut masih wajar selama kebutuhan makan bisa terpenuhi.
Kebiasaan ini tidak selalu berarti seseorang boros. Namun, jika tidak disertai perencanaan, pengeluaran makan bisa lebih sulit dipantau. Orang yang terbiasa membeli makanan perlu mengetahui jumlah biaya yang dikeluarkan agar bisa membandingkannya dengan anggaran kebutuhan rumah tangga lainnya.
4. Lebih Sering Mengandalkan Layanan atau Bantuan Orang Lain
Orang yang jarang makan di rumah biasanya memiliki kebiasaan mendapatkan makanan dari pihak lain. Mereka bisa mengandalkan warung, restoran, katering, layanan pesan antar, atau anggota keluarga yang bertanggung jawab menyiapkan hidangan.
Kebiasaan tersebut membuat aktivitas memasak sendiri tidak selalu menjadi bagian dari rutinitas. Ketika merasa lapar, mereka mungkin langsung mencari tempat makan terdekat atau membuka aplikasi untuk memesan makanan tanpa memeriksa persediaan bahan di dapur.
Dalam konteks kehidupan rumah tangga, pola ini juga bisa berkaitan dengan pembagian pekerjaan. Seseorang mungkin memiliki tanggung jawab lain sehingga urusan makanan diserahkan kepada pihak yang lebih terbiasa memasak. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan sehari-hari tidak selalu dilakukan secara mandiri.
5. Cenderung Mengambil Keputusan Berdasarkan Situasi Saat Itu
Kebiasaan makan di luar bisa memperlihatkan cara seseorang menentukan pilihan berdasarkan kondisi yang sedang dihadapi. Misalnya, ketika pulang bekerja dalam keadaan lelah, mereka lebih memilih membeli makanan daripada memasak menggunakan bahan yang tersedia di rumah.
Keputusan tersebut biasanya dipengaruhi oleh beberapa pertimbangan, seperti rasa lapar, waktu yang tersedia, lokasi tempat makan, dan kemudahan memperoleh hidangan. Seseorang mungkin tidak memiliki rencana makan khusus karena merasa bisa menentukan menu ketika kebutuhan tersebut muncul.
Jika menjadi kebiasaan, pola pengambilan keputusan seperti ini bisa membuat seseorang jarang menyusun rencana makan untuk beberapa hari. Mereka lebih sering menyesuaikan pilihan dengan keadaan daripada mempersiapkan kebutuhan sejak awal.
6. Tidak Terlalu Memprioritaskan Kegiatan Memasak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5126681/original/009505500_1739094813-Depositphotos_309002776_L.jpg)
Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menentukan kegiatan yang dianggap penting. Ada yang senang menghabiskan waktu di dapur, sedangkan sebagian lainnya lebih memilih menggunakan waktu luang untuk bekerja, beristirahat, bersosialisasi, atau menjalankan hobi.
Orang yang jarang makan di rumah mungkin menempatkan kegiatan memasak di luar daftar prioritasnya. Mereka merasa waktu yang digunakan untuk menyiapkan makanan bisa dialihkan untuk menyelesaikan pekerjaan atau melakukan kegiatan lain yang dianggap lebih bermanfaat.
Pola tersebut tidak selalu menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap kebutuhan rumah tangga. Memasak memang membutuhkan waktu dan keterlibatan langsung. Seseorang bisa saja memiliki prioritas berbeda karena kondisi pekerjaan, tanggung jawab keluarga, atau kebiasaan yang sudah terbentuk sejak lama.
7. Kurang Memiliki Rutinitas Menyiapkan Kebutuhan Makan
Orang yang terbiasa membeli makanan mungkin tidak memiliki jadwal khusus untuk menyiapkan kebutuhan makan di rumah. Mereka jarang membuat daftar menu, memeriksa persediaan bahan, atau menentukan waktu untuk berbelanja kebutuhan dapur.
Akibatnya, keputusan mengenai makanan sering dilakukan ketika waktu makan sudah tiba. Jika tidak menemukan bahan yang bisa langsung diolah, membeli makanan dari luar menjadi pilihan yang paling mudah dilakukan.
Kebiasaan ini juga bisa membuat seseorang kurang terbiasa memperkirakan kebutuhan untuk beberapa hari ke depan. Namun, rutinitas tersebut masih bisa dibangun secara bertahap, misalnya dengan menentukan menu sederhana, menyediakan bahan yang mudah diolah, dan menetapkan beberapa hari untuk memasak sendiri.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Kepribadian Orang yang Jarang Makan di Rumah
1. Mengapa seseorang lebih suka makan di luar daripada di rumah?
Beberapa alasannya adalah kesibukan, keterbatasan waktu, kepraktisan, dan kebiasaan mendapatkan makanan siap santap.
2. Apakah orang yang jarang makan di rumah cenderung boros?
Belum tentu. Namun, pembelian makanan secara berulang bisa meningkatkan pengeluaran jika tidak disertai perencanaan anggaran.
3. Apakah kebiasaan makan di luar menunjukkan seseorang malas memasak?
Tidak selalu. Kebiasaan tersebut bisa dipengaruhi pekerjaan, tanggung jawab keluarga, keterbatasan waktu, dan preferensi pribadi.
4. Mengapa seseorang lebih memilih membeli makanan daripada memasak?
Membeli makanan bisa menghemat waktu dan tenaga karena seseorang tidak perlu menyiapkan bahan, memasak, serta membersihkan peralatan.
5. Bagaimana cara membiasakan diri makan di rumah?
Mulailah dengan menentukan menu sederhana, menyediakan bahan makanan secukupnya, dan meluangkan waktu untuk memasak beberapa kali dalam seminggu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388160/original/000171000_1793603790-HOAX__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1488935/original/043934200_1485511346-lunar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2380824/original/054521300_1539245531-Screen_Shot_2018-10-11_at_15.09.36.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327818/original/018771100_1787126020-Gemini_Generated_Image_7kfp7p7kfp7p7kfp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368560/original/013140100_1791439832-2578.jpg)