MG ZS Hybrid+ Tembus Pasar Luar Jawa, Ini Faktor Pendorongnya

Head of Marketing MG Indonesia, Harry Kurniawan, mengungkapkan bahwa penerimaan konsumen terhadap MG ZS Hybrid+ sejauh ini masih sesuai dengan ekspektasi

Diterbitkan 03 November 2026, 06:09 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - MG Motor Indonesia mencatat respons positif terhadap kehadiran MG ZS Hybrid+ di pasar otomotif Tanah Air. SUV hybrid yang diperkenalkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 ini mulai menunjukkan potensi pasar, terutama di sejumlah wilayah luar Pulau Jawa.

Head of Marketing MG Indonesia, Harry Kurniawan, mengungkapkan bahwa penerimaan konsumen terhadap MG ZS Hybrid+ sejauh ini masih sesuai dengan ekspektasi perusahaan. Meski tren kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) masih berkembang, segmen hybrid dinilai memiliki peluang tersendiri.

"Memang tidak dapat dipungkiri tidak seperti BEV, tren saat ini ya hybrid. Tapi kita melihat tren positif khususnya itu di luar Jawa," ujar Harry di sela kegiatan test drive MG ZS Hybrid+ di Semarang, Jawa Tengah, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, perkembangan tersebut terlihat setelah MG menggelar peluncuran regional di sejumlah kota. Permintaan terhadap SUV hybrid ini mengalami peningkatan, khususnya di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Harry menilai, kondisi infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang belum merata menjadi salah satu faktor yang memengaruhi preferensi konsumen di luar Jawa.

"Kalau kita melihat kan luar Jawa secara faktor penunjang, SPKLU-nya mungkin masih jarang dan lain sebagainya. Jadi hybrid masih dipandang memiliki potensi yang lebih baik khususnya untuk yang di luar-luar Jawa," jelasnya.

Melihat respons pasar tersebut, MG Indonesia memasang target penjualan MG ZS Hybrid+ di kisaran 300 hingga 400 unit setiap bulan.

Harry menyebut, perusahaan cukup optimistis dapat mencapai angka tersebut, meskipun pencapaian akhirnya tetap akan menyesuaikan dengan perkembangan pasar otomotif nasional.

"Untuk saat ini MG ZS Hybrid+ ditargetkan di angka sekitar 300-an sampai 400-an per bulan. Cuma melihat situasi market-nya seperti apa, sejauh ini sih optimistis ke situ," ungkapnya.

Dari sisi pemesanan, konsumen yang tertarik meminang MG ZS Hybrid+ saat ini harus menunggu sekitar satu hingga dua bulan. Masa inden tersebut dipengaruhi oleh penyesuaian kapasitas produksi.

Terlebih, MG ZS Hybrid+ menjadi model hybrid pertama MG yang diproduksi secara lokal atau Completely Knocked Down (CKD) di Indonesia.

"Indennya satu sampai dua bulan kira-kira seperti itu. Karena secara produksi kita juga masih harus ada penyesuaian, dan ini juga merupakan hybrid pertama yang diproduksi MG secara CKD," tambah Harry.

 

Harga Belum Berubah

Untuk urusan harga, MG Indonesia masih mempertahankan banderol MG ZS Hybrid+ sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia.

SUV hybrid ini ditawarkan dengan harga mulai Rp 299,9 juta untuk wilayah Jakarta. Namun, harga khusus tersebut berlaku bagi 1.000 konsumen pertama.

Sementara itu, varian Magnify yang dibanderol Rp 329,9 juta justru menjadi tipe paling diminati konsumen.

Harry mengungkapkan, kontribusi pemesanan untuk varian tersebut sudah mencapai lebih dari 50 persen dari total permintaan MG ZS Hybrid+.

"Sejauh ini untuk yang demand di market itu tipe Magnify, yang Rp 329,9 juta. Itu lebih dari 50 persen," pungkasnya.

Dengan respons positif di sejumlah wilayah serta dukungan produksi lokal, MG ZS Hybrid+ diharapkan dapat memperkuat posisi MG Indonesia di segmen SUV hybrid.

Potensi pasar di luar Jawa juga menjadi salah satu peluang yang ingin dimaksimalkan perusahaan di tengah perkembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi nasional.